Seluruh Tempat Wisata di Sukoharjo Dibuka untuk Umum, Kecuali Ini

Solopos.com, SUKOHARJO — Seluruh kerajaan pelesir di Kabupaten Sukoharjo menginjak dibuka untuk banal, kecuali pelesir tirta atau air.

Pelonggaran operasional kerajaan pelesir tersebut diberlakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo, lebih-lebih tren kasus positif Covid-19 tinggal banter.

Merujuk fakta per 13 Agustus 2020, besarnya kasus positif Covid-19 di Sukoharjo melonjak 18 kasus atau terakumulasi berperan 339 kasus. Kasus positif normal mencapai 255 kasus dan 12 bani lewat-pergi-berkalang-tanah sektor, sehingga kasus positif melintas tersisa 72 bani.

Warga Sragen Gali Dasar Sungai Cari Air Bersih, Kini Dibantu 6 Sumur Resapan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Darno melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Siti Laela, berjalan kerajaan pelesir yang kiamat dibuka adalah pelesir kontinen.

“Tempat wisata alam atau tidak di ruang ber-AC sudah diperbolehkan dibuka kembali untuk umum meski statusnya masih KLB [kejadian luar biasa]. Yang terpenting tempat wisata yang kena sinar matahari langsung atau terbuka boleh buka,” akal budi dia kepada Solopos.com, Jumat (14/8/2020).

Selain Harimau Jawa, 4 Hewan Langka Ini Juga Bisa Ditemukan di Hutan Jawa Tengah

Sempat Ditutup Sejak Akhir Maret

Sebelumnya kerajaan pelesir di Kabupaten Sukoharjo seluruhnya ditutup berkah virus corona. Penutupan kerajaan pelesir diberlakukan Pemkab Sukoharjo sejak penetapan status KLB virus corona pada akhir Maret 2020.

Namun, kini di era adaptasi kebiasaan advkemudian, Pemkab Sukoharjo memberikan kelonggaran operasional kerajaan pelesir berbugil. Kecuali, golongan pelesir tirta atau air tinggal ditutup sampai sekiranya ini. Hal ini dikarenakan pelesir air dinilai lebih berbahaya terhadap penyebaran virus corona.

Bupati Wonogiri Janji Tak akan “Ngakali” Anggaran untuk Menang di Pilkada 2020

“Di Sukoharjo ada enam wisata tirta yang masih kita tutup. Tidak boleh buka dulu, karena itu kawasan wisata air dan rawan untuk penyebaran corona,” akal budi Laela.

Dia tak memungkiri pembukaan kerajaan pelesir di Sukoharjo berbenturan positif pecah lingkaran. Yang terpenting, dia membilangi pengelola tentunya memberlakukan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Protokol kesehatan tersebut, manakala pengunjung wajib bertameng dan ada pemeriksaan suhu jisim pecah setiap pengunjung. Selanjutnya, pengunjung tidak boleh berhimpun, penyediaan sarana prasarana kerajaan guyur tangan, dan penyemprotan disinfektan secara banal minimal sepekan betul-betul.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *