Kawasan Cagar Alam Wae Wuul Labuan Bajo Terbakar, Belasan Wisatawan Berhasil Dievakuasi – Radar NTT

RADARNTT, Labuan Bajo – Sebanyak 12 keturunan wisatawan yang tengah bertamasya di Labuan Bajo menggelinding dievakuasi mulai-sejak lokasi kebakaran Padang Savana di kawasan resort Wae Wuul, Kampung Wingkol, Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (13/8/2020) malam.

Dua belas wisatawan asal Jakarta ini menggelinding dievakuasi setelah hampir seluas 200 hektar (ha) Padang Savana di Cagar Alam Wae Wuul hangus bernyala dan bara api nyaris melahap resort tanah wisatawan-wisatawan ini mengadar yang hanya berselang 1 meter mulai-sejak salah satu rintik bara api.

Saat media ini berupaya menemui kedua belas wisatawan ini di lokasi kebakaran, mereka diketahui tengah berbuat aktivitas snorkeling dan diving di seputaran kawasan Taman Nasional Komodo.

“Saat ini mereka tengah menikmati liburannya, snorkeling dan diving,” ujar Ibu Condo, pemilik Wae Wuul Resort.

Menurut Ibu Condo, peristiwa kebakaran lahan Cagar Alam ini tidak bersit trauma belah para wisatawan yang diketahui trendi satu hari bersinggasana di resort tersebut.

“Saat kejadian, mereka baru tiba dari Jakarta. Saat kejadian mereka sempat mengabadikan momen itu dengan handphone mereka, begitu apinya mulai membesar dan melebar, mereka dievakuasi ke arah pantai. Saat itu pakaian mereka masih berada di dalam koper, belum sempat dikeluarkan. Namun mereka tidak panik dan trauma,” melantur Ibu Condo.

Sebelumnya, padang savana hampir seluas 200 hektar (ha) lebih yang terletak di Kampung Wingkol, Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT, hangus bernyala pada Kamis malam, (13/8/2020).

Sebagian padang savana yang hangus bernyala merupakan lahan cagar negeri yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wae Wuul. Sebanyak 17 ha milik BKSDA Wae Wuul sendiri hangus bernyala oleh bara api yang bertunda tumpah ruah pada pukul 4 sore (Kamis sore) dan menggelinding dipadamkan pada Jumat dini hari (14/8/2020). Sebagiannya lagi diketahui milik Pemerintah Desa Warloka dan bani sekitar.

“Awalnya hanya ada dua titik kobaran api, dan itu di bagian sebelah timur. Tapi kemudian kobaran api semakin meluas hingga bagian barat dari padang savana ini. Saat kejadian memang ada angin kencang, jadi cepat meluas nyala apinya,” ujar Ibu Condo.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat, Dominikus Hawan berpidato peristiwa kebakaran ini bobot berpupuh pada kehidupan ekologis satwa-satwa yang merenyut di lokasi tersebut, termasuk binatang langka Komodo.

“Secara ekonomis kalau kita lihat memang tidak menimbulkan kerugian, tapi secara ekologis kerugiannya cukup besar karena ekosistem yang ada disini sudah sangat terganggu, terutama bagi satwa-satwa yang menjadikan tempat ini untuk berlindung. Karena disini juga hidup berbagai macam satwa, seperti Komodo, Rusa dan Kerbau,” ucap Dominikus.

Kobaran api sendiri menggelinding dipadamkan dengan kerja sama Tim Gabungan yang terdiri mulai-sejak Tim mulai-sejak Polres Manggarai Barat, Polairud, Gakkum Komodo, pejabat TNI, Anggota Brimob Pelopor Labuan Bajo, paruhan Taman Nasional Komodo, Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wae Wuul serta Tim mulai-sejak BPBD Kabupaten Manggarai Barat. (TIM/RN)

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *