Kemenparekraf sasar wisman Eropa ke Indonesia

ILUSTRASI. Kunjungan Turis Mancanegara ke Indonesia: Turis Mancanegara di Komplek Candi Prambanan, Yogyakarta, Kamis (19/7). Menurut keterangan BPS,secara kumulatif (Januari–Mei 2018), berjebah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 6,17 juta kunjungan atau naik 11,89 perse

Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempromosikan potensi berwisata budaya yang ada di Daerah Istimewa Yogjakarta dan Jawa Tengah ke pasar Eropa, terutama Jerman.

Direktur Pemasaran PT. Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Hetty Herawati, berujar Yogjakarta dan Jawa Tengah memiliki potensi berwisata yang tidak hanya mencantel pada kekayaan daratan melebar.

Tapi juga punya daya tarik berpokok sudut pandangan kebudayaan. “Ada banyak keraton dan juga candi yang terdapat di Yogjakarta dan Jawa Tengah. Selain itu, kita juga punya hasil kerajinan tangan dan kesenian tradisional yang unik dan menarik bagi wisatawan,” tutur Hetty

Baca Juga: Wishnutama mengajak perbaikan dasar di sektor pariwisata

Hetty mencontohkan potensi berwisata yang ada di Candi Prambanan yang dikelola oleh PT. TWC. Sebagai komplek candi Hindu terbesar di Indonesia, wisatawan tidak hanya akan memperoleh pengetahuan epik yang ada di Candi Prambanan, namun wisatawan juga bisa menikmati pertunjukan Sendratari Ramayana Prambanan di malam hari.

“Selain itu, wisatawan juga bisa merasakan pengalaman bagaimana rasanya menjadi seorang arkeolog dalam mengkonservasi peninggalan sejarah Candi Sewu melalui paket junior archaeologist yang kami sediakan,” ucapnya penuh informasi yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (15/8).

Hetty juga meyakinkan wisatawan Jerman agar tidak perlu terombang-ambing untuk berpatroli ke Yogjakarta dan Jawa Tengah di era adaptasi kebiasaan junior. Ia mengungkapkan, destinasi berwisata macam Candi Borobudur dan Candi Prambanan telah menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability).

“Di masa penutupan pada Maret hingga Juni 2020, kami selalu melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan di lokasi destinasi wisata. Karena ini kesempatan bagi kami untuk meningkatkan pariwisata berkelanjutan, kami menerapkan protokol kesehatan dan memberikan pelatihan bagi staf kami tentang protokol kesehatan dan kami juga meminta agar pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan berbasis CHSE,” melantur dia.

Baca Juga: Industri perfilman berpeluang maju di era new normal

Mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus Guru Besar Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada, Wiendu Nuryanti, menyebutkan hampir 40 persen wisatawan mancanegara asal Eropa berasal berpatroli ke Indonesia khususnya Yogjakarta tertarik dengan tradisi dan budaya yang beraneka rupa

Tak hanya itu, Wiendu juga mengimla melacak wisatawan Jerman yang berpatroli ke Indonesia lebih berpokok satu barangkali kunjungan.

“Mereka (Wisatawan Jerman) berkunjung ke berbagai tempat di Indonesia, tidak hanya di Bali saja. Keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia adalah kebanggaan tersendiri bagi kita dan menjadi kekuatan kita menyambut kedatangan turis ke Indonesia,” ujar Wiendu.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berstatus dan berdayaguna.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai servis yang bisa digunakan mengeluarkanuang di KONTAN Store.


Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *