Upaya Polisi Antisipasi Eksploitasi Anak di Tempat Wisata

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Upaya pengembangan suatu nomor berprofesi kesultanan berwisata bertengkarmulut positif dan negatif. Dampak negatif itu bersikap fenomena eksploitasi ibnu.

Padahal usia anak-anak, merupakan usia yang seharusnya fokus untuk berguru selain lajat rentan mengalami tindak kekerasan dan eksploitasi seksual.

Pernyataan itu disampaikan Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat, Komisaris Besar Artanto.

Baca: Kepala BP2MI Ungkap Ada 415 Aduan Eksploitasi ABK yang Belum Tertangani Sepanjang 2018-2020

Berangkat berusul keprihatinan terhadap situasi ini, Polwan Polda Nusa Tenggara Barat dan Bhayangkari Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) berinisiasi merangkai kegiatan bhakti terpuji berbobot corak hari jadinya di Kawasan Wisata Mandalika dengan membawa-bawa segenap pemangku kepentingan untuk menyatakan bersama-sama penghapusan pekerja ibnu di cacah Mandalika.

“Kegiatan ini berawal dari keprihatinan Polwan Polda NTB terhadap masih banyaknya pekerja anak yang terindikasi mengalami eksploitasi ekonomi oleh orang-orang terdekat dan mereka rentan mengalami tindak kekerasan dan eksploitasi seksual,” ocehan Artanto, berbobot keterangannya, Sabtu (15/8/2020).

Acara itu digelar cocok peringatan Hari Jadi Polisi Wanita ke 72 tahun 2020 dan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-68 tahun 2020.

Baca: BP2MI Catat Ada 415 Kasus Aduan Eksploitasi ABK pada 2018-2020 yang Belum Tertangani

Dia mengakui, tidak mudah menyapu pekerja ibnu di cacah berwisata yang kini mendunia itu. Namun dengan subsidi semua pihak diyakini dia akan dapat lewat sepenuhnya.

“Selain pemangku kepentingan, yang paling utama ialah kesadaran dari orang tua sangat diharapkan untuk mencegah anaknya menjadi pedagang asongan di objek wisata,” ujarnya.

Sementara itu, Ibu Asuh Polwan Polda NTB yang juga bekerja seperti Ketua Bhayangkari Daerah Nusa Tenggara Barat, Ny. Nindya M. Iqbal membidas bekerja kegiatan ini. Hal ini berkat Polwan dan Bhayangkari merasa berprofesi seorang nyonya yang berbakti menunjukkan anak-anak di usia yang berlebihan lajat dini terpaksa harus berkisah untuk memenuhi kebutuhan orang.

Dalam sambutannya, Ny. Nindya M.Iqbal menyatakan Polwan Polda NTB dituntut harus peka dan rampung berbobot segala kondisi untuk beternak keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Sebagai bagian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, Polisi wanita setiap saat dituntut untuk mempersiapkan diri dan mental menjadi bhayangkara Negara yang mampu mengemban tugas sebagai pemelihara kamtibmas,” terangnya.

Dengan kegiatan ini, dia juga berkeinginan agar eksploitasi terhadap anak-anak terutama di Kawasan Wisata mandalika dapat dihentikan dan memberi kesempatan kepada anak-anak untuk berkesan berguru mengenyam les yang layak.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *