Dihadang Arus Kencang, Bendera Merah Putih Membentang di Bawah Laut Pulau Sangiang – Berita Banten

 

Pengibaran Bendera Merah Putih di pulau Sangiang

 

Bawah Laut Pulau Sangiang memang memiliki sejuta pesona, beberapa jangan-jangan pengibaran Bendera Merah Putih di lakukan di bawah laut pulau ini. Namun di tahun ini, pengibarannya dihadang arus kencang.

BantenTeras.id– Banyak aliran menanggapi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 tahun ini.

Selain keterangan kecintaan terhadap warga dan tempat, semangat menghadapi ujian pandemi Covid-19 juga bekerja motivasi terpisah di HUT RI jangan-jangan ini.

Seperti yang di lakukan Tentara Nasional Indonesia (TNI), setia tempat yang dekat dengan rakyat ini menanggapi kemerdekaan dengan membentangkan bendera di beranekamacam negeri di Banten, di Landmark Kota Tertinggi Pandeglang, Tugu Baja dan Pulau Sangiang.

Pengibaran bendera di Landmark Pandeglang berapat dengan bekerja, namun di bawah laut Pulau Sangiang tidak.

Ada hambatan yang menepis, terlebih seumpama bagaimana arus kencang. Tapi dengan semangat dan daya juang, Merah Putih akhirnya membentang di bawah laut Pulau Sangiang.

“Pada saat pembentangan bendera, kita dihadang arus yang sangat kencang, beda dengan saat membentangkan di darat, kita menghadapi angin dan lainnya, tapi dengan semangat semua terlaksana,” ungkap Golkarianyah, Danlanal Banten pada jasad media.

Laut Pulau Sangiang

Seperti pernah diberitakan BantenTeras, pengibaran bendera merah siang di bawah laut Pulau Sangiang juga pernah di lakukan dua tahun lalu, juga menanggapi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Saat itu, kegiatan upacara pengibaran bendera di koordinir oleh Samsara Eco Dive, didampingi oleh Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten, Kementerian Kelautan dan Perikanan, LPSPL Serang, DKP Provinsi Banten, Generasi Pesona Indonesa Kota Cilegon dan sebagainya.

Kegiatan seumpama itu menyeret-nyeret puluhan personil, dan dilakukan di kedalaman 30 meter bermula keahlian air, sejauh 200 meter bermula pigura pantai.

Saat itu, bagaimana hanya pengibaran bendera, korps juga mengerjakan ‘underwater clean up’ yakni kegiatan berlagak meruntuhkan laut bermula sampah.

“Konservasi serupa upaya beternak kelestarian serta meningkatkan nilai potensi yang berlaku perincian masayarakat siap terjengkang tangkapan ikan nelayan, melawat keramat, serta peningkatan etape eknomi genus desa Pulau Snagiang bekerja alasan dilaksanakannya kegiatan ‘Clean Up Underwater’. Ungkap Danlanal kala itu.

Wisata Eksotis Selat Sunda

Bisa dikatakan, pengibaran bendera di bawah laut Pulau Sangiang timbangan berpatokan, sebab pulau itu merupakan destinasi melawat yang unik dan komplit.

Pulau di tengah selat sunda yang luasnya sekitar 540 hektar itu memiliki destinasi melawat berlagak pantai beton mancung, gua kelelawar dan jurang terjal.

Pulau Sangiang adalah melawat eksotis selat sunda, kita bisa mengaksesnya dengan menumpang kapal motor enam silinder bermula Green Garden atau bandar paku di Anyer.

Jarak tempuhnya sekitar satu setengah jam. Sedang pada waktu menggunakan speed boat lebih cergas lagi, kurang bermula satu jam.

Selain bisa menikmati indahnya pemandangan pantai, kita juga bisa bersnorkling di pulau ini sambi menikmati indahnya terumbu karang yang berkelakuan-warni serta ikan-ikan laut yang beraneka rupa. (red)

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *