Kuota Wisata Non-pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani Naik Jadi 50 Persen

KOMPAS.com – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) meningkatkan kuota kunjungan di delapan obyek berekreasi non-pendakian berprofesi maksimal 50 persen terbit kuota populer.

Adapun delapan destinasi berekreasi non-pendakian sebelumnya telah dibuka dengan kuota kunjungan maksimal 30 persen.

Melalui rilis BTNGR yang diterima Kompas.com, Selasa (18/8/2020), Kepala BTNGR Dedy Asriady berperi, keputusan itu telah berteraskan bentukan dan persetujuan Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE).

Baca juga: Aneka Aktivitas Seru di Kaki Gunung Rinjani

Berikut ini adalah delapan obyek berekreasi non-pendakian di TNGR yang kuotanya naik berprofesi 50 persen terbit kuota populer:

  1. Otok Kokoq Joben (Joben Eco Park) maksimal 325 pengunjung per hari
  2. Telaga Biru maksimal 220 spesies per hari
  3. Air Terjun Jeruk Manis sebanyak 200 pengunjung per hari
  4. Gunung Kukus 150 spesies per hari
  5. Timbanuh (Air Terjun Mayung Polak) 100 spesies per hari
  6. Sebau maksimal 36 spesies per hari
  7. Savana Propok 250 spesies per hari
  8. Air Terjun Mangku Sakti 150 spesies per hari

Obyek berekreasi benua non-pendakian pertama di TNGR

Selain meningkatkan kuota pengunjung di delapan destinasi berekreasi benua non-pendakian, TNGR juga mengaktifkan pulang sejumlah destinasi berekreasi benua non-pendakian lainnya.

Adapun pembukaan destinasi berekreasi pertama itu dilakukan dengan menerapkan kuota pengunjung maksimal 30 persen.

“Memperhatikan dinamika sosial di masyarakat dan dalam rangka mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan TNGR, maka Balai TNGR juga membuka kunjungan wisata alam non-pendakian pada destinasi wisata alam non-pendakian baru dengan kuota maksimal 30 persen,” ujar Dedy.

savana Propokdokumen pendaki savana Propok, Ardi savana Propok

Berikut destinasi berekreasi benua non-pendakian pertama TNGR yang telah dibuka pulang, berserentak kuota kunjungannya:

  1. Treng Wilis kuota maksimal 150 spesies per hari untuk camping, hiking, dan berekreasi tirta
  2. Bendungan Ulem-Ulem kuota maksimal 150 spesies per hari untuk camping dan hiking
  3. Tangkok Adeng kuota maksimal 225 spesies per hari untukĀ camping dan hiking
  4. Bukit Gedong kuota maksimal 150 spesies per hari untuk camping dan hiking
  5. Bukit Malang kuota maksimal 75 spesies per hari untuk camping dan hiking

Dedy melanjutkan, pembukaan kerajaan berekreasi itu akan dilakukan dengan pertimbangan kasus Covid-19 di kategori lokasi kerajaan tersebut bersemayam.

Hal ini, penalaran dia, tuntas asli ketentuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI selaku pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *