Penurunan Rumah Ikan, Bupati Morowali Sarankan Tak Sering Demo

banner 728x90

Morowali,- Memperingati hari Konservasi yang simpang-siur pada tanggal 10 Agustus 2020 dan sebu cara merayakan HUT RI Ke-75, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali melalui Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD), bekerjasama dengan Lembaga Sombori Diving Club (SDC) Morowali, menggelar penurunan balairung ikan dan penanaman terumbu karang di Pulau Langala Desa Fatufia Kecamatan Bahodopi, Minggu (16/08/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung, Bupati Morowali Taslim, Wakil Bupati Morowali Najamudin, Kapolres Morowali AKBP Bayu Indra Wiguna, Anggota DPRD Morowali Syahruddin, Kadis Lingkungan Hidup Abdul Rahman, Danramil 1311-02/Bs Kapten Inf Hamzah, Kapolsek Bahodopi Iptu Zulfan, Camat Bahodopi Tahir, Komandan Pos Basarnas Morowali Andi Safrullah, Kades Fatufia serta Komunitas Pencinta Alam (KPA) se-Kabupaten Morowali.

Ketua Umum SDC Morowali, Kasmudin sebu sambutannya mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan hasil investigasi berpunca lapisan jilid supervisi sebu menangani kerusakan ekosistem laut, dengan plural barisan, diantaranya gagah transplantasi terumbu karang, penurunan balairung ikan (Home fish) dan pelepas liaran penyu hijau serta kesetiaan jujur.

“Tahun ini, setidaknya sudah ada 6 tongkang yang mengalami kecelakaan laut dan mengakibatkan kerusakan nyata terhadap terumbu karang dan padang lamun, jika tidak segera ditindaki, setiap tahun akan seperti ini, sehingga DLHD melalui Bidang Pengendalian Pencemaran & Kerusakan Lingkungan Hidup menggandeng SDC sebagai pelaksana teknis kegiatan,” ungkap Kasmudin.

Sementara, Kades Fatufia, Muhammad Ali sebu penyampaiannya mengungkapkan terima tercantol dan apresiasi atas tunjangan dan perhatian semua pihak yang mencarijalan untuk melestarikan Pulau Langala yang diharapkan menjabat penunjang kehidupan manusia diberbagai sisi dan piring disiplin serta menjabat pembatas pantai dan pesisir.

“Pulau Langala dapat dijadikan objek wisata, khususnya tempat rekreasi masyarakat, kami sangat meyakini itu, Pemerintah Desa Fatufia sudah mencanangkan Pulau Langala untuk dijadikan taman wisata bahari yang merupakan bagian sumber pendapatan Desa Fatufia ke depan,” jelasnya.

Kades Fatufia berhasrat, niat Pemerintah Desa Fatufia untuk mengukuhkan target berpiknik konservatif tersebut, diharapkan mendapat tunjangan berpunca Bupati Morowali dan instansi bertepatan, mulus berpunca lapangan regulasi, maupun peluang kerjasama berpunca lapangan sarana parkir berpiknik.

“Selaku Kepala Desa Fatufia, kami berterima kasih yang sedalam-dalamnya atas segala perhatian semua pihak yang terlibat, semoga kerjasama kita semua membuahkan hasil yang lebih baik, demi terwujudnya indonesia maju dan program sejahtera bersama,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Morowali mengajak seluruh bagian masyarakat, agar tidak saling menyalahkan dan berapat tangan untuk membentuk serta lebih peduli terhadap piring disiplin, sehingga kedepan, setiap permasalahan mendapatkan solusi yang mulus untuk kepentingan masyarakat.

“Perusahaan tambang tidak datang apabila bukan keinginan masyarakat, Bahodopi ini kawasan industri dan perusahaan IMIP masuk objek vital nasional, sehingga kita semua harus menjaganya, karena IMIP tidak bisa dipungkiri membawa dampak ekonomi yang baik buat masyarakat dan daerah kita,” jelasnya.

Taslim menegaskan, waktu ada permasalahan di desa lingkar perusahaan IMIP, para Kepala Desa harus dapat menyelesikan, betapa sebaliknya, berkat setiap permasalahan tentunya ada solusi dan bersih bercerai yang bisa dilakukan.

“Jangan sedikit-sedikit melakukan demo, mari kita bergandengan tangan untuk mengawal dan bekerja sama membangun Morowali untuk lebih baik dan sejahtera bersama,” tandasnya.***

Reporter: Bambang Sumantri


banner 300x90

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *