Gelar Upacara di Bawah Air Terjun Hingga Kibarkan Bendera di Laut

Banyak roman yang dapat dilakukan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan Ke-75 yang bertebaran pada Senin kemarin.

Bahkan, di Buleleng, perayaan HUT RI dirayakan tidak hanya di lingkungan, tapi juga di bawah air mengikuti dan laut.


Pemerintah Desa Tinga-Tinga berbareng staf, Karang Taruna Desa, Pokdarwis 707 Desa Tingatinga dan masyarakat Desa menggelar upacara bendera di air mengikuti Kara Desa Tinga-Tinga yang berdomisili diketinggian 8
(Juliadi/Radar Bali)

LELAH itu kemas tertata, setelah genus desa mengawasi keindahan Air Terjun Kara Desa Tinga-Tinga yang berdomisili diatas ketinggian sekitar 800 meter terbit atas sisi laut.

Menempuh jarak sekitar 2 kilometer berujar kaki dengan menyusuri bengawan, tebing dan hutan untuk beranjak lokasi air mengikuti lokasi dimana akan dilaksanakan gelar upacara bendera.

Tampak selit-belit aktif terbit genus desa Tinga-Tinga menimpali detik-detik proklamasi kemerdekaan.

Mulai terbit anak-anak, muda-mudi desa, karang taruna, komunitas, pokdarwis 707, fungsionaris desa, linmas dan genus berdatangan ke lokasi air mengikuti.

Tepat sekitar pukul 10.00 pagi mereka sampai pada air mengikuti kara dengan banter sekitar 25 meter lebih setelah menempuh apabila sekitar dua jam lebih.

Umbul-umbul, papan reklame, bendera merah usai terpasang disana. Pelaksanaan upacara bendera dilakukan berkesan dengan menimpali protokol kesehatan.

Upacara bendera digelar sekitar pukul 10.30 dengan pengibaran bendera merah kilap mengambil spot air mengikuti.

Bahagia, haru dan khidmat terbit seluruh genus yang merayakan kemerdekaan bermakna suasana keturunan menghadapi pandemi Covid-19.

“Saya baru kali ini mengikuti upacara bendera dibawah air terjun dengan cara ini,” wicara Darmayasa salah seorang genus Desa Tinga-Tinga.

Sementara itu Perbekel Desa Tingatinga Komang Adi Wirawan mengaku menggagas pelaksanaan upacara bendera dibawah air mengikuti adalah roman untuk membagi sekaligus mempromosikan potensi benua desa Tingatinga.

Kemudian seolah-olah rasioncak pembicaraan puji syukur kepada pertiwi, selama ini genus dan petani desa menggarap lahan pertanian mereka airnya meresap terbit air mengikuti ini.

“Jadi upacara bendera dibawah air mengikuti kami juga roman menumbuh rasa kecintaan genus agar berkesan memiara kategori hutan desa.

Sehingga buatan kalau ini dapat menikmati keindahan, melainkan juga dapat dinikmati dan dijaga oleh famili cucu kita nantinya,” ungkapnya.

Diakui WIrawan, genus yang bersumber berperan-serta upacara bendera dengan roman sukarela. Ada sekitar 150 genus yang berperan-serta.

Warga yang bersumber mengaku penasaran ragam apa habis upacara dibawah air mengikuti. Pihaknya berselera momentum Kemerdekaan RI hari ini.

Sebagai cikal kecambah tumbuhnya berdarmawisata desa Tingatinga. Sehingga dapat mendongkrak keahlian pendapatan desa terbit pariwisata.

“Yang terpenting alam dan kawasan ini tetap dan dirawat warga untuk anak cucu kami kelak,” pungkasnya.

Disisi lain sepinya pariwisata di Desa Pemuteran, Gerokgak juga tidak menyurutkan terbit para pecalang laut, linmas desa dan Barisan Ansor Maritim

PAC Kecamatan Gerokgak juga berbuat pengibaran bendera merah kilap dibawah laut kategori pariwisata pantai Desa Pemuteran.

Pengibaran Merah Putih dimulai sekitar pukul 09.00 pada kedalaman 15-20 meter lokasi sesungguhnya berdomisili di kategori konservasi terumbu karang dengan metode biorock.

Ada sekitar 5 bendera merah kilap dikibarkan sekaligus pengibaran bendera banser, linmas dan pecalang. Selain itu juga dilakukan pelepasan tukik.

Ketua GP Ansor Buleleng Abdul Karim Abraham seiring dengan Ketua Pecalang Segara Desa Pemuteran Made Gunaksa berperi,

memilih pengibaran bendera merah kilap dibawah laut Pemuteran seolah-olah sikap mengabdi perbedaan.

Karena selama tiga anggota yakni pecalang laut segara Pemuteran, linmas desa dan Barisan Ansor Maritim berlarut-larut pundak membahu memiara stabilitas keamanan desa.

“Kibarkan bendera dibawah laut. Bagi kami tak hanya untuk memperingati HUT RI. Tetapi menyampaikan pesan

ke publik kategori berdarmawisata pantai Pemuteran usai menimpali tau dan wisatawan yang akan pesiar di Pemuteran,” ujarnya.

Ditengah Covid-19, selaras dengan HUT Kemerdekaan dilakukan pengibaran bendera bawah laut sebenarnya untuk menegur bahwa Pemuteran selain berpengetahuan dengan potensi berdarmawisata laut.

Juga bukan rasa persaudaraan dan perbedaan itu ada, namun karakter toleransi dan berpengalaman menggelundung bertetangga.

“Sehingga sangatlah kesultanan untuk saling rangkul dan bahu-membahu menghadapi pandemi Covid-19. Bahkan soal ulurantangan yang disalurkan

tak perlu memandang status atau keyakinan. Kalau terdampak berkesan berperan prioritas untuk memperoleh ulurantangan,” pungkasnya.Source Link

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *