Wisata Pirate Dinner Cruise Bali Kembali Beroperasi

Wisata ‘Pirate Dinner Cruise’ berucap dengan menerapkan protokol kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG — Setelah terpaku operasional sejak kandidat bulan Maret lalu, atraksi mencariangin Pirate Dinner Cruise dengan kapal Sea Safari Cruise 9 yang lewat-pergi-berkalang-tanah di sekitar perairan Benoa, Bali, putar berucap. Pihak target mencariangin segeh menerima wisatawan dengan menerapkan heterogen protokol pencegahan penyebaran pandemi Covid-19.

“Kami menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah COVID-19 sesuai anjuran pemerintah kepada seluruh pengunjung dan staf yang bertugas,” ujar Direktur of Sales and Marketing Sea Safari Cruise, Eva Tanudjaja, misalnya dikonfirmasi berusul Kota Denpasar, Kamis (20/8).

Penerapan protokol kesehatan tersebut diantaranya pemeriksaan suhu jisim sebanyak dua siapa tahu sebelum tamu naik ke atas kapal. Pihaknya juga menyediakan sejumlah bentala semprot tangan dan hand sanitizer serta mewajibkan seluruh kru dan petugas untuk mengenakan alat barikade raga.

“Kami juga memberikan masker kepada setiap pengunjung dan meminta mereka untuk selalu mengenakannya selama berada di atas kapal kecuali saat makan,” katanya.

Untuk proses pengambilan makanan di food station, andaikan sebelumnya tamu dapat mengambil makanannya secara buffet atau bangket. Saat ini pihaknya menerapkan buffet by serving atau pengambilan makanan akan dilakukan petugas namun berdiri tamu dapat memilih makanan dan bagi yang diinginkan.

“Kami juga pasang pembatas plastik di area pengambilan makanan untuk menjamin kebersihannya,” ujarEva Tanudjaja

Ia bertindak, pihaknya mengurangi kapasitas kapal hingga 70 persen. Sebelumnya, lokasi mencariangin mahir menampung 300 marga tetapi dipangkas berperan sekitar 90 marga untuk menerapkan physical distancing di atas kapal.

“Saat pelayaran perdana setelah tutup pada Sabtu (15/8) kemarin, banyak tamu sebenarnya yang meminta ikut, tapi kami tidak terima. Kita alihkan ke hari lain karena memang kami batasi secara ketat sekarang satu ruangan hanya bisa 20 sampai 25 orang saja agar tetap dapat menjaga jarak,” katanya.

Eva menambahkan, pihaknya juga terus beternak kondisi kesehatan para petugas dan kru di sisi Sea Safari Cruise. Piahknya juga memastikan dengan mengerjakan rapid test lepas secara piawai setiap dua minggu betul-betul.

“Selain untuk kru, rapid test ini kami juga wajibkan kepada tamu Pirate Dinner Cruise dengan KTP luar Bali untuk dapat menunjukkan hasil non-reaktif berdasarkan hasil rapid test yang masih berlaku,” katanya.

Ia beraspirasi, dengan pembukaan atraksi mencariangin Pirate Dinner Cruise tersebut, Sea Safari Cruise dapat bertugas untuk membantu pemulihan aspek pariwisata khususnya di Pulau Dewata yang ambruk akibat pandemi Covid-19.

sumber : Antara

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *