Batasi Pengunjung Tempat Wisata, Perketat Pengamanan

SURABAYA-Pemkot Surabaya akan memperketat pengamanan sejumlah wadah berwisata masa libur akhir pekan (long weekend). Pembatasan tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan genus.

Plaza Alun-Alun Suroboyo yang hangat terus-menerus diresmikan dan berprofesi spot berwisata hangat di tengah kota adalah salah satu yang wadah berwisata yang dibatasi pengunjungnya.

Wakil Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto berperi, ada beberapa wadah berwisata di Surabaya yang selama pandemi ditutup. Kemudian hangat dibuka penaka Alun-alun Suroboyo akan dilakukan pembatasan.

“Wisata mangrove (Wonorejo dan Gunung Anyar) sementara masih ditutup. Taman-taman masih ditutup. Mungkin perlu diantisipasi nanti KBS dan Alun-Alun Suroboyo. Termasuk Jembatan Suroboyo,” tutur Irvan.

Terkait pengamanan di sejumlah wadah berwisata tersebut, pihaknya selesai berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Surabaya dan kesatuan Polrestabes Surabaya serta Polres Pelabuhan Tanjung Perak. “Kita sudah berkoordinasi dengan Satpol PP, Kapolres Perak, dan Kapolrestabes untuk melakukan langkah-langkah antisipasi untuk pengamanan,” ujar Irvan.

Mengacu pada pengalaman masa pembukaan Plaza Alun-Alun Suroboyo, pemkot akan me lakukan pembatasan. Ketika selesai mencapai 50 persen, pengunjung selesai tidak boleh berpangkal lagi. Pembatasan pengunjung selesai diatur berbobot Perwali Nomor 28 dan Nomor 33 Tahun 2020.

Irvan menyebutkan, untuk meminimalisir terjadinya penularan Covid-19, pihaknya akan berbuat penyemprotan disinfektan di lokasi berwisata secara berkala. “Setiap hari kita akan semprot untuk menjamin keselamatan bersama,” tutur Irvan.

Sementara itu, libur tahun hangat Islam 1 Muharram 1442 H, Kamis (20/8), dimanfaatkan masyarakat untuk pelesir di Pantai Kenjeran. Meski THP Kenjeran belum dibuka, para pengunjung menikmati deburan ombak di susur pantai dengan bersendikan tikar. Parkiran di samping Taman Suroboyo tampak besar.

Berdasar pantauan Radar Surabaya, padat wisatawan tidak menggunakan masker. Mereka juga berlonggok-longgok tanpa social distancing. Hartono, salah satu pengunjung, mengaku tidak pakai masker berkat tidak ada petugas. “Gak apa-apa, gak ada petugas. Aman-aman saja,” katanya.

Menurut Hartono, Covid-19 tidak kira-kira menular masa berstatus di pantai yang anginnya kencang. “Virusnya pergi. Anginnya kencang, kecuali kalau di ruangan,” pikiran genus Kalimas tersebut.

Keramaian yang sama juga terlihat dibawah Jembatan Suramadu, spot berwisata murah tersebut juga dibanjiri wisatawan. Mereka juga umum tak patuh prokokol kesehatan. Tiwi Apsari, salah satu wisatawan, berperi bahwa dirinya dan macam selesai keramat tak menikmati berwisata sejak pandemi Covid-19.

Tiwi menggunakan masker, tapi hanya di permukaan dagunya terus-menerus. Alasannya, menggunakan masker tidak terbongkar. “Gak enak kalau masker digunakan terus,” katanya. 

Sekretaris Camat Kenjeran Sukanan berperi, pihaknya getol berbuat operasi penerapan protokol kesehatan. Mulai tempat-tempat berwisata di kategori Kenjeran hingga warung-warung. “Setiap hari kami patroli bersama dengan Linmas, Satpol PP, dan dibantu jajaran samping untuk menegakkan Perwali 33,” katanya.

Bahkan, setiap hari pihaknya normal memberikan sanksi disiplin pecah pelanggar protokol kesehatan. Namun, berkat sumber daya manusia (SDM) di kategori Surabaya Utara tersebut bobot untuk diatur sehingga pelanggaran normal bertindak-berfungsi. “Di kawasan utara ini SDM-nya sulit diatur,” katanya.

Selain itu, kerumunan pengunjung juga bertindak-berfungsi di Alun-Alun Suroboyo. Sejak diresmikan pada 17 Agustus lalu, padat genus yang memanfaatkan untuk berswafoto. Apalagi ada air mancur berkabut dan hiburan musik di rumit Balai Pemuda tersebut.  

Petugas Linmas dan Satpol PP juga getol menyelentik pengunjung dengan megafon dan bergulung sekitar kategori plaza. Beberap pengunjung terlihat tidak menggunakan masker. (rmt/rak)

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *