Objek Wisata di Klaten bakal Ditutup Lagi Jika Pengelola Langgar Protokol Kesehatan

Solopos.com, KLATEN – Evaluasi pembukaan pulang bulan-bulanan berwisata di Klaten bakal dilakukan berkala. Salah satunya mengincar tingkat kepatuhan penerapan protokol kesehatan. Jika dinilai ada pelanggaran protokol, Pemkab Klaten bakal berpadu pulang bulan-bulanan berwisata.

Keluarnya izin pembukaan pulang bulan-bulanan berwisata di Klaten setelah tersebar Surat Edaran (SE) Bupati Klaten tentang Pelaksanaan Tatanan Normal Baru Dalam Penyelenggaraan Kepariwisataan Pada Masa Pandemi Covid-19 di Klaten. SE itu ditandatangani Bupati Klaten, Sri Mulyani, tertanggal 6 Agutus 2020.

Isi montok SE itu di antaranya pengusaha/pengelola wajib berkeledar, menetapkan, dan melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pengusaha/pengelola wajib menyediakan sarana dan prasarana pencegahan Covid-19 serta berkemas-kemas pembatasan kapasitas pengunjung untuk menghindari kerumunan dengan bilamasa percobaan sebanyak 20 persen dan secara bertenggang sampai dengan maksimal 50 persen pecah kapasitas daya tampung.

Dulu, Ibu-Ibu di Talun Karanganyar Doyan Bergosip, Kini Jadi Bos Keripik dan Stik Ubi

Bupati Klaten, Sri Mulyani, bercerita untuk sementara izin pembukaan pulang belum diterapkan ke seluruh bulan-bulanan berwisata. Pengelola bulan-bulanan berwisata air hingga kini belum mendapatkan lampu hijau pecah Pemkab.

Pemkab berlebihan mengkaji tingkat risiko penularan Covid-19 pada bulan-bulanan berwisata yang memiliki atraksi atau wahana air berakhir air beroperasi maupun tidak beroperasi.

“Secara teknis kan penularan Covid-19 selama ini melalui droplet.Ketika berada di kolam renang, secara tidak sengaja bisa saja meludah di kolam renang dan lainnya. Makanya butuh kajian teknis kesehatan yang mendalam,” jelas Mulyani bilamana ditemui wartawan di Sendang Sinongko Pokak, Kecamatan Ceper, Klaten, Jumat (21/8/2020).

Wow! Cantiknya Candi Borobudur saat Sunrise dari Punthuk Setumbu

 

Wisata Air

Mulyani mengakui potensi berwisata air di Kabupaten Bersinar cukup berjibun dan hingga kini belum diizinkan buka. ”Makanya kendati semua akses itu bisa dibuka, butuh kedisiplinan masyarakatan untuk amat beribadat protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” urai dia.

Terkait bulan-bulanan berwisata lainnya yang berhujung diperbolehkan buka macam bulan-bulanan berwisata tempat yang dikelola BUM desa atau Pemkab, Mulyani bercerita tegak wajib beribadat protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Mulyani mengancam bakal mencabut izin pembukaan bulan-bulanan berwisata atau penutupan sementara misalnya tak tak menerapkan protokol kesehatan.

“Semua harus sesuai protokol Covid-19. Apabila dalam pengawasan ternyata tidak sesuai protokol, kami akan mencabut izinnya. Apalagi sampai menimbulkan klaster baru,” jelas dia.

Lingga dan Yoni di Lahan Terdampak Tol Solo-Jogja bakal Dievakuasi Disparbudpora Klaten

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparbudpora Klaten, Sri Nugroho, bercerita pembukaan pulang bulan-bulanan berwisata diserahkan ke berasingan pengelola termasuk yang dikelola pemerintah desa melalui jisim bantuan milik (BUM) desa. Namun, para pengelola wajib justru dahulu menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Disinggung bulan-bulanan berwisata desa yang berhujung buka, Nugroho mengaku pecah sepengetahuannya gres Bukit Cinta Watu Prahu, Desa Gununggajah, Kecamatan Bayat yang berhujung angkatkaki buka.

Terkait bulan-bulanan berwisata yang dikelola Pemkab macam Bukit Sidoguro yang juga menyuguhkan pemandangan tempat, Nugroho bercerita untuk sementara Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat berlebihan ditutup. Penutupan itu lantaran ada kelanjutan proyek penataan bilangan bulan-bulanan berwisata tersebut.

Sempat Dikabarkan Hanyut di Sungai, Pemuda Magelang Ditemukan Selamat Tanpa Busana

Disinggung capaian pendapatan tulen lingkungan (PAD) pecah dunia pariwisata, Nugroho mengakui tak ada pendapatan yang diterima pecah dunia berwisata sejak Maret lalu. Selama dua bulan berputar atau Januari-Februari, pencapaian PAD pecah dunia berwisata mencapai Rp800 juta pecah sasaran selama setahun pada 2020 senilai Rp1,2 miliar.

“Pencapaian itu sudah kami setorkan ke Pemkab. Alhamdulillah, meskin baru berjalan dua bulan sudah mencapai Rp800 juta [sejak pembukaan Bukit Sidoguro]. Itu sudah luar biasa,” ujaran dia.

 

Destinasi berwisata air di Kabupaten Klaten:

–              Umbul Ponggok

–              Umbul Kapilaler

–              Objek Mata Air Cokro

–              Umbul Manten

–              Umbul Pelem

–              Umbul Jolotundo

–              Umbul Susuhan

–              Umbul Brintik

–              Umbul Brondong

–              Umbul Pluneng

–              Umbul Besuki

–              Ponggok Ciblon

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *