Pastikan kesehatan pekerja wisata di Bali, Kemenaker gelar tes cepat

Badung (ANTARA) – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencipta tes cepat (rapid test) COVID-19 secara gratis kepada para tenaga kerja keahlian pariwisata di lingkungan Provinsi Bali guna memastikan kesehatan mereka.

“Ini salah satu prorgam dari Kementerian Ketenagakerjaan untuk memastikan kondisi kesehatan teman-teman pekerja, terutama sektor pariwisata yang terdampak COVID-19, yang akan memulai adaptasi kebiasaan baru. Saya kira harus dipastikan bahwa mereka sehat, salah satunya dengan cara melakukan rapid test ini,” bicara Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah di area Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu.

Melalui kegiatan tersebut, pihaknya juga ingin juga menyampaikan bahwa Bali rapi padat menggubris adaptasi kebiasaan aaktual (AKB) dengan umum protokol kesehatan yang cukup ketat.

“Mudah-mudahan teman-teman semua sehat dan produktif tapi aman dari COVID-19 dan pertumbuhan ekonomi pulih dan membaik,” katanya.

Kegiatan tes cepat COVID-19 secara gratis tersebut diikuti oleh sekitar 500 umat tenaga kerja yang bertutur di sejumlah industri padat keahlian pariwisata yang diselenggarakan selama dua hari.

Baca juga: Sebanyak 30 objek wisata di Buleleng-Bali tutup sementara

Baca juga: Bali Zoo tutup kunjungan wisata sementara antisipasi COVID-19

Baca juga: Pemandu wisata bahasa Mandarin di Bali terdampak penurunan wisatawan

Dalam kesempatan tersebut, Menaker meninjau langsung pelaksanaan tes cepat COVID-19 serta berapat dengan sejumlah tenaga kerja yang terdampak pandemi COVID-19.

Ia menambahkan, selain dilaksanakan di Bali, program tes cepat COVID-19 paruh tenaga kerja itu juga dilakukan di beberapa noktah lain, terutama di destinasi pariwisata andalan di Indonesia.

“Ini sebenarnya adalah program stimulus untuk mendorong teman-teman ketika mau melakukan kehidupan normal baru sehingga protokol kesehatannya juga harus dilakukan dan tentu saja memastikan mereka sehat,” katanya.

“Ini stimulus, tapi kami akan datang di berbagai provinsi, memang kalau dilihat dari jumlahnya tidak bisa mencukupi seluruh kebutuhan pekerja yang akan bekerja kembali, tapi ini benar-benar menjadi stimulus,” bicara Menaker Ida Fauziyah.

Sementara itu, salah satu tenaga kerja pariwisata yang bertutur di sebuah hotel di lingkungan Canggu, Badung, Kadek Sukarta bermoncong, menurutnya kegiatan tes cepat COVID-19 tersebut vcenderung berdayaguna, berkah merupakan salah satu upaya padat menyendat penyebaran COVID-19, khususnya di keahlian pariwisata.

“Sangat bagus untuk masyarakat khususnya kami pekerja. Karena ada salah satu persyaratan untuk kembali bekerja adalah menyertakan hasil non-reaktif rapid test dan dengan program rapid test gratis seperti ini sangat membantu kami,” katanya.

Baca juga: Menteri PPN: Pariwisata Bali tidak pulih, seluruh destinasi RI lumpuh

Baca juga: Pemprov Bali tunggu kajian komprehensif soal buka wisata untuk wisman

Baca juga: Menteri PPN katakan Bali aman dikunjungi wisatawan saat pandemi

Baca juga: Gubernur Koster minta Bali diprioritaskan dibuka buat wisman

 

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *