Punya keunggulan flora binatang, Kemenparekraf optimalkan destinasi wisata Papua Barat

ILUSTRASI. Tempat wisata di Papua Barat

Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Guna mengerek kunjungan wisata di kelompok Indonesia sudut pandangan timur, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) optimalkan potensi destinasi wisata “birdwatching” di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, yang selama ini munjung diminati wisatawan.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf Rizki Handayani berbincang, Tambrauw memiliki keunggulan flora dan binatang yang potensial untuk dikembangkan serta diperkenalkan pada publik. 

Baca Juga: Virtual reality run series Mandalika diharapkan dapat menarik wisatawan

“Kita tahu Papua punya keunggulan flora dan fauna, seperti cenderawasih yang bisa ditemui dengan mudah di Tambrauw ini. Dan ini yang menjadi keunggulan dari Papua Barat, khususnya Tambrauw. Yang penting, kita ceritakan apa yang ada di Tambrauw dan sekitarnya. Kami lihat Tambrauw sebagai potensi di Papua Barat, bersama Raja Ampat dan Sorong,” perkataan dia sintal rilis yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (22/8).

Rizki pun mengimbau agar masyarakat memiara status Tambrauw ragam kelompok konservasi, yang akan nkuat(dugaan) mendukung nilai jual destinasi sintal industri pariwisata. 

“Status sebagai daerah konservasi jangan sampai hilang dari Tambrauw, karena inilah yang menjadi keunggulan dan nilai jualnya. Kami akan coba kolaborasi dengan kementerian dan lembaga lain untuk menjaga dan memaksimalkan serta mengembangkan konservasi di Tambrauw,” jelas Rizki.

Sementara itu Bupati Tambraw Gabriel Asem berkeinginan, Tambrauw yang dikenal ragam destinasi pariwisata burung khususnya jenis cenderawasih ini, dapat berprofesi portal berumbi untuk pengembangan ikon destinasi wisata kerajaan lainnya. 

Baca Juga: Begini cara pelaku kreatif kuliner berkembang di era new normal

“Hutan adat bila mempunyai nilai ekonomi tinggi, maka akan membantu masyarakat. Termasuk untuk mendukung kegiatan seperti birdwatching. Kami juga sudah membahas dalam sidang adat. Jadi bila tempat ini dikunjungi wisatawan, baik dalam maupun luar negeri, tidak akan ada masalah,” ujar dia.

Lebih berpanjang-panjang, Gabriel berhasrat pemerintah kelompok dan masyarakat agar menyertai memiara dan melestarikan lapangan. Sebab, masalah ini merupakan salah satu fase yang persis untuk memiara flora dan binatang yang ada di hutan bangun dengan normal.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkelompok dan berdayaguna.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai pertolongan yang bisa digunakan mengeluarkanuang di KONTAN Store.



Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *