Desa Wisata Pinge Siap Terima Kedatangan Wisatawan

DESA Wisata Pinge, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan amenang salah satu desa bertamasya yang telah normal menerima kunjungan wisatawan di tengah pandemi Covid-19. Kondisi tersebut berdompak kesiapan protokol kesehatan (prokes) sekaligus telah dikantonginya sertifikat Tatanan Kehidupan Era Baru oleh para pelaku pariwisata atau di Tabanan disebut dengan sertifikat angkatkaki Tabanan Aman dan Produktif.

Ketua Badan Pengelola Desa Wisata Pinge A.A. Ngurah Putra Arimbawa, Minggu (23/8) kemarin, mengungkapkan, sejak 12 Agustus 2020, Desa Wisata Pinge usai pulang dibuka untuk wisatawan. “Sebelumnya, dampak pandemi Covid-19, sejak 28 Maret 2020 kami menutup sementara kawasan untuk menerima kedatangan wisatawan, sehingga pendapatan ke objek menjadi nihil. Kini, setelah mengantongi sertifikat, kami kembali buka menerima kunjungan wisatawan,” tuturnya.

Kesiapan prokes di antaranya penyediaan bumi percik tangan di di sejumlah loreng leretan jogging track yang berperan salah satu andalan kegiatan bertamasya di Desa Pinge. Selain itu, tersedia bumi percik tangan yang mengusung konsep alami yakni tanpa menggunakan komoditas plastik dan ferum, yang disediakan di bumi polos di angka target bertamasya dan di berpisahpisahan balairung genus yang digunakan macam fasilitas homestay.

Saat ini, atau pascadibuka pulang, sejumlah wisatawan usai bertambah(usia) bermula ke Desa Wisata Pinge. Namun, jumlahnya belum sederhana penaka sebelumnya. Sejauh ini yang bermula merupakan kalangan pengelola desa bertamasya lain yang bermula ke Pinge untuk berbuat studi menanding bersamaan pengelolaan desa bertamasya. Ada juga kalangan travel agent atau pelaku servis perjalanan pariwisata untuk mengecap kesiapan prokes Covid-19.

“Kalangan pelaku usaha travel agent ini cukup antusias untuk bisa segera membawa wisatawan ke Pinge. Namun, karena kondisi Bali yang belum kembali membuka diri untuk menerima kedatangan wisatawan mancanegara (wisman), sehingga mereka belum bisa menjadwalkan atau boking kunjungan ke Pinge sementara ini,” tandasnya.

Bercermin berasal kondisi tersebut, dia beranganangan, Pemerintah Provinsi Bali bisa lekas membuka jisim untuk menerima kedatangan wisman. Sebab, kunjungan wisman ini berperan salah satu yang memberi donasi sehingga kunjungan ke target bisa pulang mudik.

Sementara itu, sebelum pandemi Covid-19 kunjungan wisatawan berasal kalangan wisman ke Desa Wisata Pinge rata-rata mencapai 250 kerabat per bulan. Sedangkan kedatangan berasal wisatawan domestik (wisdom) bisa mencapai 350 kerabat per bulan. Dia menambahkan, sebagian memunjung kedatangan wisdom ini merupakan kalangan pelajar berasal luar Bali yang berbuat aktivitas pengenalan budaya. *man

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *