Pemkab Tasik Dinilai Tak Serius Garap Sektor Wisata

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM — Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kabupaten Tasikmalaya menilai, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tidak ruwet kaya mengelola dan berekspansi pariwisata. Hal ini besar-lengan pada tidak adanya ikon berpesiar yang bekerja unggulan Kabupaten Tasikmalaya dan incaran wisatawan setiap musim liburan.

Padahal, di Kabupaten Tasikmalaya memunjung destinasi berpesiar yang tidak tunduk dengan golongan lainnya. Seperti, pantai Cipatujah, pantai Karangtawulan, pantai Sindangkerta, pantai Pamayangsari, Objek Wisata Cipanas Galunggung, Situ Sanghyang, Kampung naga, Wisata religi Pamijahan dan lainnya.

“Kalau dilihat, pemerintah tidak fokus menggarap objek wisata. Akhirnya, tidak ada ikon wisata yang bisa dijual,” suara Ketua Kompepar Asep Zamzam, Senin (24/8/2020).

Asep Zamzam menambahkan, seharusnya pemerintah fokus pada pengelolaan satu Objek berpesiar agar maksimal dan bisa bekerja incaran pangkal wisatawan. Misalnya, fokus kaya pengembangan Objek berpesiar Cipanas Galunggung bisa dilakukan dengan mengamalkan pembenahan akses bersih, fasilitas berpesiar yang dilengkapi, dan pembangunan spot-spot gres untuk memanjakan pengunjung.

“Jadi, tujuan berpesiar kesannya digarap semua tapi tidak maksimal. Harusnya satu lanjut yang digarap maksimal, dan jadikan ikon berpesiar Kabupaten Tasik. Itu akan lebih menarik para wisatawan,” ucap Asep Zamzam.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Safari Agustin bercakap, pemerintah sipilcakap mempersiapkan ikon berpesiar Kabupaten Tasikmalaya. Hal ini tertuang kaya Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPMJD) 2016-2021.

“Di mana fokus garapan dalam RPJMD ini yakni Pertanian dan Pariwisata. Kita mengarah ke arah sana contohnya pembentukan geopark Galunggung,” ucap Safari. 

 

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *