Wisata Papandayan Mulai Bergeliat Lagi, Berendam Air Panas Jadi Incaran

Graha merenjenglidah, sejak lantas jangan-jangan dibuka Juni lalu, lembaganya menerapkan aturan ketat paruh seluruh pengunjung yang bersumber untuk berpedoman prosedur protokoler kesehatan pencegahan Covid-19.

“Jadi sehat itu penting, kita imbau kepada teman pengunjung untuk bawa surat kesehatan, kalau nggak sehat, gak bawa surat kita pulangin,” ujarnya.

Selain membawa surat masukan salim, seluruh petugas bangkit di gerbang berumbi bilangan TWA mereta-reta suhu jasmani seluruh pengunjung yang bersumber.

“Termasuk untuk yang mau berendam juga ya semua itu kita cek, dia tidak terlepas dari namanya protokol kesehatan,” ujarnya.

Dengan upaya itu, lembaganya bermaksud seluruh pengunjung yang bersumber bisa menikmati liburan yang cemerlang dengan keadaan salim bak sedia kala, kalau putar ke rumahnya berlain-lainan.

“Pokonya tidak ada sakit apa pun yang di bawah dari kita setelah berliburan, pakai masker, cuci tangan, apa yang dianjurkan oleh protokol kesehatan ya (protokoler) kita lakukan,” ujarnya.

Sejak penutupan pas yang diintruksikan pemerintah dilaksanakan Maret lalu, ia mengakui tingkat kunjungan ke Papandayan belum putar sering.

“Kalau pun ada kenaikan paling sekitar kurang lebih 5 persen lah dari mulut awal buka sampai sekarang, kalau normal seperti dulu belum lah, masih ada perbedaan,” ujarnya.

Bahkan pada kalau momen kemerdekaan Republik Indonesia, ramai agenda jumlah yang akhirnya buyar.

“Mau bagaimana lagi, tapi ya kita bersykur masih ada saja pengunjung yang datang,” ujarnya.

Saat ini mayoritas pengunjung tinggal didominasi domestik, sementara wisatawan mancanegara belum terlihat putar menginjakan kakinya di bilangan berdarmawisata dengan ketinggian 2.665 meter diatas tempat lopak laut (mdpl) tersebut.

“Paling banyak masih dari Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Debok, Tangerang, Bekasi),” katanya.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *