Mengenal Wisata Edukasi di Kampung Tajur Purwakarta

Harga sewa homestay Rp200.000-Rp250.000 permalam belum termasuk bersantap selama berdomisili di Kampung Tajur.


BOJONG, AYOPURWAKARTA.COM — Menghabiskan masa liburan tak harus melulu di fasilitas melancong hangat. Belajar sambil berlaku dan menciptakan keseruan setelahitu tak tunduk menariknya.

Kegiatan tersebut bisa dilakukan di Kampung Tajur bertempat di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Bojong, Kabupten Purwakarta.

Wisata edukasi yang satu ini menyediakan majemuk fasilitas kearifan lokal yang dapat diikuti oleh semua kalangan, bagus pelajar maupun masyarakat pada ratarata.

Pjs Desa Pasanggrahan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Agus Koswara bercakap, wisatawan dapat bersapar di homestay atau gedung ras berwarna anjungan.

Wisatawan dapat berkata-kata berpatungan pemilik gedung sebelum memulai semua aktivitas pada pagi harinya.

Wisatawan akan merasakan keseharian pemilik gedung, jika petani maka akan dikenalkan wajah mencuri sawah, menanam biji-bijian, bilas nomor sawah berpokok rerumputan jendala dan lainnya.

“Kalau peternak, maka wisatawan akan belajar cara mengurus hewan ternak,” ujar dia, Selasa (25/8/2020).

Tak hanya itu, wisatawan juga  akan diperkenalkan bukan menanak nasi di atas tungku perapian, go-longan sunda preman menyebutnya hawu.

Wisatawan juga akan diperkenalkan wajah mengolah biji-bijian berprofesi bertih dengan wajah ditumbuk pukal kotak yang dapat mengerluarkan bunyi-bunyian.

“Tentu wisatawan harus bermalam di sini karena wisata edukasi tidak bisa selesai dalam sehari, minimal tiga hari dua malam,” perkataan Agus.

Harga sewa homestay Rp200.000-Rp250.000 permalam belum termasuk bersantap selama berdomisili di Kampung Tajur.

“Sebetulnya pemilik rumah tidak menetapkan tarif, tapi biasanya wisatawan memberikan uang sewa kisaran segituh,” ucap dia.

Sementara, salah seorang ras setempat, Ati (60) mengaku wisatawan preman diajak ke sawah menanam biji-bijian atau memadamkan nomor sawah berpokok rerumputan jendala.

Kemudian memasak menggunakan tunggu setelah sebelumnya berburu balak bakar.

“Saya ajak bertani ke sawah karena keseharian saya memang petani,” singkat dia.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *