Pasir Pink Pantai Serai Pesona Perairan Taman Nasional Komodo

Pasir pink Pantai Serai di perairan Taman Nasional Komodo punya pesona eksotis. Tambah lagi perairan dangkalnya yang neto dan jenuh bagaikan biota laut dan terumbu karang.

antvklik.com – Bau ikan tongkol bakar menyeruak ke gedek penumpang kapal balak yang saya tumpangi. Rupanya jasad kapal sewajarnya mengobarkan ikan. Waktu itu sebelum ada pandemi virus corona, saya menelusuri perairan Taman Nasional Komodo dengan menumpang kapal balak yang dipakai untuk melawat.

“Setiap antar wisatawan kami punya menu begini, ikan dan ikan, nggak bosan karena tiap hari orang sini memang suka makan ikan. Kebetulan sekarang lagi banyak tangkap ikan tongkol kecil, dan harganya paling murah tapi enak sekali, bisa habis nasi sepanci kalau pakai ini ikan,” bicara Rasyid, jasad kapal dengan logatnya yang kental.

Pasir Pink Pantai Serai Pesona Perairan Taman Nasional Komodo Foto: Teguh Joko Sutrisno | ANTV

Rasyid dan empat bakal kapal balak sewajarnya mengantar wisatawan menyusuri perairan Taman Nasional Komodo. Ada paling tidak 2 tim kecil yang menyertai open trip bermutu tour ini. Sementara yang lainnya adalah individu. Termasuk saya.

Dalam satu kapal yang saya tumpangi berkelompok beranekamacam rumpun. Seperti wisatawan pecah Spanyol, Swedia, China, Brasil, dan tentu berkepanjangan Indonesia.

Kapal modern berkepanjangan hempas pecah teluk Pulau Padar. Kembali melintasi beberapa pulau karang yang banter mengerucut dan nyaris tanpa pohon kecuali rumput. Kali ini cuaca keras berkilap setelah pagi tadi gerimis. Tujuan kami sekarang adalah sebuah teluk kecil yang bicara Abas, pemandu melawat kami, berlebihan bertahap didatangi.

Pasir Pink Pantai Serai Pesona Perairan Taman Nasional Komodo Foto: Teguh Joko Sutrisno | ANTV

“Biasanya rombongan sering ke pantai pasir pink yang dekat Pulau Komodo sana, padahal di dekat sini ada juga pantai berpasir pink. Memang tidak sepanjang yang di dekat Pulau Komodo, tapi yang ini istimewa karena punya panorama bawah laut yang bagus sekali,” uaruar Abbas meyakinkan wisatawan.

Dan kapal kini berawal ke teluk kecil diantara dua tebing karang di kanan kiri. Kapal merakit diam sampai pantai. Namun sayang, ombak pecah belakang banget kencang. Awak kapal tak kesatria diam berkat manakala sampai mentah di pantai biut untuk berpusing berkat ombak yang kencang tadi.

Pasir Pink Pantai Serai Pesona Perairan Taman Nasional Komodo Foto: Teguh Joko Sutrisno | ANTV

“Ini namanya Pantai Serai, berada di antara Pulau Padar dan Pulau Rinca. Kelebihannya adalah ikan-ikan karangnya yang bagus, dan kadang ada hiu kecil yang masuk. Pantainya juga bagus berwarna pink, karena batuan-batuan di pulau sekitar ini memang penuh warna, termasuk warna merah muda,” melantur Abbas.

Pasir Pink Pantai Serai Pesona Perairan Taman Nasional Komodo Foto: Teguh Joko Sutrisno | ANTV

Akhirnya, wisatawan yang hobi snorkling pada mencebur ke laut untuk membega panorama di dalamnya, lalu menepi ke pantai yang berpasir pink. Memang apik betul. Baru bisa jadi ini saya membega langsung pantai batu pink yang warnanya lir daging jambu sari.

Di daratan saya, di Semarang, pantai gaib berpasir hitam, itu pun kadang berkelompok lumpur lama. Ya begitulah …

Saya yang tak lihai snorkling hanya bisa bengong dan menyaksikan para bule yang beranta ketawa-ketawa kayak go-longan kecil berkedudukan di kolam. Sambil menunggu, saya berawal ke unit untuk mencicipi ikan panggang betapa koki kapal. Wah mantap juga, rasanya gurih original. Maklum, tanpa bumbu sama betul. Tapi sambalnya boleh juga.

Pasir Pink Pantai Serai Pesona Perairan Taman Nasional Komodo Foto: Teguh Joko Sutrisno | ANTV

Para bule berenang hingga ke tahap tebing karang. Karena menurut kisah pemandu melawat, pada bidang itu melembak sumber makanan sehingga berprofesi daratan bergabung melembak jenis ikan. Tebingnya sendiri berperangai coklat agak keemasan, lir marmer betul-betul. Atau itu memang beton marmer? Entahlah …

Setelah satu jam, agak molor, para bule beres naik lagi ke kapal dengan raga lepek bersimbah, dan tanpa basi-basi ganti baju betul-betul berkepanjangan di depan saya. Termasuk bule hawa. Untungnya, kalau ganti berkesan bersalut handuk. Tapi berkesan berkepanjangan bikin deg-deg plas.

Kapal putar berpulang, menyusuri kerajaan yang eksotis dengan penumpangnya yang juga tak takluk ekstotis berpanas di atap kapal.

Teguh Joko Sutrisno | Manggarai, Nusa Tenggara Timur

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *