Bangkit Meski Pandemi Covid-19, Sektor Wisata Perlu Penataan dan Pembenahan

PIKIRAN RAKYAT – Parawisata bekerja salah satu jurusan yang juga membarengi terkena tumbukan pandemi Covid-19 di Indonesia. Hampir empat bulan lebih jurusan parawisata lumpuh dengan tidak adanya kunjungan ke lokasi-lokasi wisata. Hal itu pun bina lokasi wisata terbengkalai dan tanpa perawatan.

Hal tersebut seakan-akan berlangsung di Objek Wisata Situ Sanghyang yang bermarkas di Desa Cibalanarik, Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya. Sejumlah fasilitas bertunda ditumbuhi rumput ilalang, lumut dan terlihat kumuh. Bahkan dunia lokasi Situ (Danau) pun ditumbungi rumput ilalang hingga menjulang alama.

Meski memasuki era New Normal, akan tetapi untuk tingkat kunjungan tidak lekas membaik. Banyak wisatawan yang berpangkal mengeluhkan dengan bersisa belum tertatanya putar lokasi wisata. Seperti diakui oleh Kepala Desa Cibalanarik, Aip Rasyidi, disela kegiatan Gerakan BISA (Bersih Indah Sehat Aman) di Objek Wisata Situ Sanghyang, Kamis 27 Agustus 2020.

Baca Juga: Dewan Pers Ingin Pemerintah Segera Bantu Selamatkan Industri Media Massa

“Pertama, nilai jual disini Situ Sanghyang masih kurang. Ditambah dengan situasi Covid-19 kemarin membuat kunjungan berkurang bahkan ditutup sementara,” jelas Aip.

loading…



Faktor penyebabnya dikatakan dia, salah satunya sarana prasarana yang bersisa dirasa kurang mendukung. Selain akses langsai yang bersisa buruk, sejumlah fasilitas pun kini berkeinginan perbaikan, penataan dan penambahan.

Pihak Pemerintah Desa pun telah mengupayakan bab itu dengan berambisi kontribusi semenjak Pemerintah bertalian, termasuk kepada Dinas Parawisata Kabupaten Tasikmalaya, Kementerian Parawisata dan ketika ini dengan komisi X DPR RI.

Baca Juga: Ridwan Kamil Tinjau Panen Raya Padi Hasil Metode Jamu Organik Biogro

Menanggapi persoalan tersebut, partikel Komisi X DPR RI, Ferdiansyah langsung merespon kebutuhan yang kini diperlukan oleh lokasi wisata. Salah satunya dengan memberikan sejumlah kiriman zat kebersihan bertunda semenjak sapu, cangkul, negeri sampah, mesin pemotong rumput elektrik, vakum peyedot, hingga gergaji mesin.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *