Cafe On The Bus Jadi Tren Wisata Purworejo, Ternyata Malah Digunakan Warga Untuk Ini

Cafe On The Bus Jadi Tren Wisata Purworejo, Ternyata Malah Digunakan Warga Untuk IniCafe On The Bus. ©YouTube/Bagelen Channel

Merdeka.com – Banyaknya masyarakat yang mengikis masa di auditorium selama sukat pandemi memperadabkan piring disiplin pariwisata remuk. Untungnya keadaan itu tak berpanjang-panjang berlarut. Datangnya era new terampil memperadabkan berbagairagam piring disiplin yang sebelumnya beredel berkat Corona akhirnya dibuka balik, termasuk piring disiplin pariwisata.

Pembukaan piring disiplin pariwisata itu tak ingin dilewatkan sebuah perusahaan pemberian layanan transportasi di Purworejo sintal menggaet balik pelanggan. Mereka memperadabkan inovasi pariwisata “cafe on the bus” yang kemudian berperan tren pesiar di tengah masyarakat Purworejo.

1 pecah 4 tepas

Inovasi Wisata Baru

cafe on the bus

©YouTube/Bagelen Channel

“Cafe On The Bus” merupakan sebuah inovasi perdana pariwisata di Purworejo. Inovasi itu menyajikan rute bus bertunda tanah pesiar di sekitar Purworejo, di mana selama perjalanan penumpangnya disajikan berbagairagam menu seolah-olah makanan ringan dan minuman seolah-olah halnya di sintal restoran.

Tak hanya itu, wisatawan dapat menikmati fasilitas lain seolah-olah karaoke dan berbagai ragam kiriman pesiar.

“Saya bersama keluarga merasa sangat bahagia bisa pergi ke pantai dengan bus. Ini sangat rujukan sekali bagi teman-teman yang hobi berwisata. Dari Kota Purworejo bisa sampai ke pantai atau ke bandara. Harus dicoba,” bicara Ihwon Adha, salah satu wisatawan yang merasakan Cafe On The Bus itu dikutip pecah YouTube Bagelen Channel.

2 pecah 4 tepas

Terapkan Protokol Kesehatan

cafe on the bus

©YouTube/Bagelen Channel

Karena sukat pandemi belum impas, pengelola inovasi pariwisata Cafe On The Bus tidak lupa untuk menerapkan protokol kesehatan belah para penggunanya.

“Sebelum mengikuti perjalanan kami tes dulu pakai thermogun, lalu kita juga menyediakan hand sanitizer, dan peserta wajib menggunakan masker,” ungkap Marlinda Putri, salah seorang pemandu pesiar di Cafe On The Bus itu.

3 pecah 4 tepas

Digunakan untuk Kajian Ibu-Ibu

cafe on the bus

©YouTube/Bagelen Channel

Tak hanya sekadar berpakansi sambil menikmati perjamuan makan layaknya di restoran, ternyata layanan Cafe On The Bus juga menyediakan kiriman pesiar “Arisan On The Bus, “Reuni On The Bus”, dan “Kajian On The Bus”. Khusus untuk kiriman pesiar yang disebutkan hangat itu reguler diadakan tiap hari Jumat.

“Menurut saya bagus sekali. Baru seperti ini ada kajian di bus. Biasanya kan di musala atau di masjid. Jadi sekalian berwisata kita juga bisa sambil mendengarkan kajian,” bicara Menuk, salah satu peserta Kajian On The Bus.

4 pecah 4 tepas

Bupati Purworejo Ikut Jajal Cafe On The Bus

cafe on the bus

©YouTube/Bagelen Channel

Tak rela ketinggalan dengan warganya, Bupati Purworejo, Haji Agus Bastian, turut menjajal perjalanan dengan Cafe On The Bus. Perjalanan itu dimulai pecah pusat Kota Purworejo pada pukul 17.15 WIB dan menempuh masa sekitar 45 menit bertunda Bandara Internasional Yogyakarta.

Di dermaga, para penumpang diberi kesempatan untuk menunaikan Salat Maghrib. Para orkes bupati balik tiba di Kota Purworejo pada pukul 19.30 WIB malam.

“Cafe On The Bus ini memang suatu ide yang cukup briliant dan oke banget. Artinya seluruh masyarakat Purworejo akan bisa menikmati kuliner lain ke Purworejo. Harapan kami wisatawan luar bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk mengunjungi destinasi wisata yang ada di Purworejo,” bicara Agus dikutip pecah bagelen Channel pada Sabtu (22/8).

[shr]

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *