Menyiapkan Warga Desa jadi Pengelola Wisata Bahari yang Handal

Kastara.ID, Mataram – Wisata ampuh lebih-lebih berleleran bekerja derma untuk meningkatkan ekonomi, namun juga sekaligus bekerja upaya pelestarian kesultanan dan menggembala keberlanjutan ekosistem. Selaras dengan pengembangan program Desa Wisata Bahari (Dewi Bahari), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) melaksanakan program peningkatan kapasitas kerabat desa untuk bekerja pengelola kategori yang handal.

Sebanyak 35 kerabat desa yang menyerap mulai-sejak beberapa kabupaten di Provinsi NTB yaitu di Lombok, Bima, dan Sumbawa disiapkan untuk bekerja pengelola berpesiar ampuh yang kapabel melalui kegiatan tutorial teknis pengelolaan berpesiar ampuh (24/8).

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) Aryo Hanggono menegaskan juz ini perlu dilakukan mengingat pengelolaan berpesiar ampuh yang bersih dapat memberikan nilai tambah ekonomi mulai-sejak adanya jasa-jasa tempat lopak ekosistem atau budaya pesisir yang ada, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Program pengembangan Desa Wisata Bahari merupakan kebijakan KKP dalam mengembangkan wisata bahari berbasis keberlanjutan ekosistem dan masyarakat lokal, dengan memberikan peluang bagi desa untuk mengembangan desa dengan potensi wisata yang dimilikinya,” ujar Aryo di Jakarta (27/8).

Sementara Direktur Jasa Kelautan Mitahul Huda menyampaikan bahwa melalui kegiatan tutorial teknis pengelola Dewi Bahari KKP lebih menitik-beratkan pada pengelolaan kategori berpesiar, penguatan kelembagaan dan digital promotion untuk ekoeduwisata ampuh. Wisata ampuh lebih-lebih berleleran penaka derma untuk meningkatkan ekonomi, namun juga sekaligus penaka pelestarian kesultanan guna menggembala keberlanjutan ekosistem.

”Kegiatan ini akan bekerja bekal pecah pengelola berpesiar ampuh ke arah yang lebih bersih dengan meninggalkanbekas²jejaknlurus menitik- beratkan pada keberlanjutan ekosistem,” pikiran Huda di Lombok (24/8).

Huda menekankan kepada para pengelola berpesiar ampuh untuk dapat menuju langsung kondisi ekosistem yang mengalami degradasi mulai-sejak tahun ke tahun agar mengangkat semangat para pengelola berpesiar untuk semakin peduli, mensosialisasikan pada wisatawan agar bekerja wisatawan yang berkewajiban.

“Pemberian materi bukan saja dilaksanakan dalam kelas, tetapi peserta diajak melihat langsung kondisi ekosistem kelautan di perairan Lombok Timur yang dilakukan guna pendataan ekosistem terumbu karang” ujar Huda.

“Dengan ekosistem yang terus berkelanjutan dan lestari, secara otomatis akan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, melalui pengembangan potensi lokal dari masing-masing desa wisata bahari yang dimiliki,” pungkasnya.

Hadir padat tutorial teknis ini adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB yang menyampaikan apresiasi dan dukungannya demi sinergi program padat pengembangan desa berpesiar ampuh. Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 22-24 Agustus 2020 ini merupakan kerja sama antara WCS, Santiri Foundation dan Komunitas Penyelam (Kapela) NTB. (wepe)

– Advertisement –

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *