Sita benih selundupan, KKP kawal kebijakan budidaya lobster

Untuk kasusnya juga sederhana ditangani oleh kepolisian

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berangkat menyita 38.252 benih cemerlang lobster (BBL) di Bandara Juanda, Surabaya, pada punca Agustus ini rupa upaya mengawal saham budidaya lobster kaya buana.

Kepala Badan Karantina, Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina kaya kabar pers yang diterima di Jakarta, Kamis, menyatakan,

rencananya BBL yang diambil berpangkal perairan Banyuwangi tersebut akan diselundupkan ke Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Rina mengungkapkan pihaknya kemudian menyerahkan BBL tersebut ke Ditjen Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) untuk dilepasliarkan.

“BBL sempat dititipkan ke Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Surabaya I untuk mendapatkan penanganan khusus. Untuk kasusnya juga sedang ditangani oleh kepolisian,” celotehan Rina.

Sementara itu, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Aryo Hanggono memastikan BBL tersebut dilepasliarkan di perairan Gili Ketapang, Probolinggo. Tercatat, sebanyak 37.952 ekor BBL jenis kerikil yang dilepasliarkan, sedangkan sisanya, digunakan untuk keperluan bagasi bahan bukti oleh kepolisian.

“Perairan Gili Ketapang, Probolinggo mempunyai kondisi perairan yang necis dan bersua ekosistem terumbu karang yang merecup bagus rupa habitat lobster. Kami berazam lobster yang dilepasliarkan dapat merecup dan berguna potong ekosistem perairan dan sumberdaya perikanan serta masyarakat di nomor ini,” jelas Aryo.

Pelepasliaran ini menjadi yang ketiga kalinya di wilayah Jawa Timur. Sebelumnya, KKP juga telah melakukan pelepasliaran 32.400 ekor BBL selundupan yang digagalkan oleh Polresta Banyuwangi dan 31.065 ekor BBL selundupan yang dibongkar berkat sinergi dengan Polres Sidoarjo.

Tak hanya memberikan rekomendasi lokasi untuk pelepasliaran BBL hasil selundupan, Ditjen PRL juga turut mengawal restocking 2 persen lobster hasil budidaya ke alam.

Aryo mencontohkan pelepasliaran 100 ekor lobster hasil budidaya di Taman Wisata Pasir Putih Kabupaten Situbondo pada 11 Agustus 2020.

“Lokasi restocking berakar kaya Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Situbondo, Jawa Timur,” ujar Aryo.

Restocking ini dikawal langsung oleh Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar.

Lobster yang dilepas merupakan jenis pasir berukuran 80-100 gram hasil budidaya dari PT. Fishindo Lintas Samudra yang dilakukan pada bulan Mei dengan tebar benih sebanyak 6.000 ekor dan Survival Rate (SR) 70 persen.

Baca juga: Edhy Prabowo ingin tumbuhkan etos pembudidayaan lobster nasional

Baca juga: KKP lepasliarkan 31.065 benih lobster hasil selundupan

Baca juga: Susi Pudjiastuti mau benih lobster selalu dilindungi dan tak diekspor

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *