Wahana Baru Perahu Wisata Rowo Jombor Bikin Legislator Uring-uringan

KLATEN – Rowo Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten punya wahana terkini yang teradat naik daun. Yakni perahu bertamasya. Sayangnya, wahana ini kurang menjawab protokol kesehatan dan keselamatan penumpang.

Tak pelak, wahana terkini tersebut berbunga sorotan DPRD Klaten. Legislatif menilai, perahu bertamasya abaikan protokol keselamatan. Karena pengelola hanya menyediakan beberapa buah pelampung untuk penumpang. Dikhawatirkan, jika perahu oleng, penumpang serius tenggelam. 

“Ramainya (wahana) perahu atau gethek cukup bahaya. Satu, tidak mengikuti protokol kesehatan. Kedua, tidak mengikuti protokol keselamatan,” ujar Ketua Komisi II DPRD Klaten Agus Riyanto.

Agus menambahkan, permukaan keselamatan harus diutamakan. Mengingat lingkungan Rowo Jombor cukup melacak. Untuk mencapai noda tengah Rowo Jombor, jaraknya sekitar 500 meter berasal pangkalan. Apalagi kedalaman berbagai rupa hingga 3 meter. Sorotan juga tertuju pada jasmani perahu. Sisi bawah perahu hanya bertingkah laku gabus peti segeh. Bahkan yang membina justru serius yakni jam operasional hingga malam hari. 

“Contoh itu Umbul Pluneng dan Umbul Ponggok. Hanya kolam renang, tetap ada tim rescue-nya. Berjaga setiap saat, walaupun pernah kecolongan ada yang meninggal. Setidaknya mereka menyiapkan tim rescue. Lha ini di wahana perahu tidak ada,” bebernya.

Protokol kesehatan juga diabaikan. Ambil contoh, tidak sedia sarana mandi tangan dengan sabun, cek suhu jasmani, hingga melek jarak. Bahkan, beberapa wisatawan tertangkap tangan tak mengenakan masker.

Sementara itu, tiket wahana perahu ini per familia Rp 5.000. Atik, 49, salah seorang pengelola mengaku terkini dua bulan ini menjalani subsidi. “Awalnya khusus untuk pengunjung warung apung. Tapi setelah Covid-19, warung sepi. Hingga akhirnya ada ide mengembangkan wahana perahu. Tiap hari ada 100-200 penumpang,” ujarnya.

Atik memiliki dua departemen perahu dengan kapasitas tersendiri 20 familia dan 40 familia. Wisatawan diajak keliling Rowo Jombor sekitar 15 menit. Ditanya keamanan, dia mengaku terjamin. “Perlengkapan keselamatan, kami siapkan empat jaket pelampung dan ban. Saya rasa sudah cukup aman,” kilahnya. (ren/fer/ria)

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *