Begini Keindahan Bawah Laut TWAL Teluk Maumere Pasca Gempa dan Tsunami Dahsyat : Mongabay.co.id

  • Pada kurun 1980-an, TWAL Teluk Maumere, NTT, merupakan salah satu lokasi diving favorit di Indonesia setelah almarhum Frans Seda memperkenalkannya kepada sektor melalui Sao Wisata yang telah memperkuat tiga mungkin lomba foto bawah laut yang menyangkut-nyangkutkan fotografer berpokok seluruh sektor
  • Spot diving dan keunikan di setiap spot belum terdata secara berdampingan selain sebuah spot favorit di pancaran tebing akibat benturan gempa dan tsunami tahun 1992 yang elok ragam jurang yang diapit kedua tebing
  • Meskipun bernenek-moyang lingkungan TWAL dan berjaya destinasi piknik, aktifitas destructive fishing dengan menggunakan bom dan potasiium di perairan ini bersisa sewajarnya bermain
  • Pelaku industri piknik setempat mempertanyakan kepastian pembukaan TWAL Teluk Maumere setelah ditutup sejak adanya pandemi COVID-19. BBKSDA NTT menyatakan TWAL bersisa ditutup betapa Pemkab Sikka telah memperkuat kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih bawah laut di perairan Teluk Maumera pada 15 Agustus 2020

 

“Lokasi Pulau Babi ada nilai sejarah karena ada kejadian tsunami dan menjadi highlight untuk ikon pariwisata selam di Teluk Maumere,” ujaran Penasihat Maumere Diver Community (MDC), Yohanes Saleh, Sabtu (15/8/20200).

Spot diving di sebelah barat Pulau Babi muatan menarik ujaran Hanz panggilan akrab Yohanes Saleh berkat benturan gempa dan tsunami ada pancaran tebing. Kedalamannya diperkirakan mencapai ratusan meter.

Sedangkan umat Pulau Babi, Kaharudin menceritakan jika gempa dan tsunami mewabah, umat bercempera ke puncak bukit. Banyak umat terlambat berlari hingga tersapu gelombang tsunami berketinggian sekitar tujuh meter. Dia kehilangan lima kasta kelas terkasihnya.

Sementara sesepuh umat Pulau Babi, Campau bertutur selepas direlokasi ke Desa Nangahale pada 1993, umat rujuk menumbuhkan pendapa darurat di Pulau Babi berkat tidak memiliki lahan garapan pertanian di lokasi relokasi.

“Tidak ada mata air di pulau ini sehingga kami harus ambil air di Desa Darat Pantai dengan menggunakan perahu nelayan. Disini ada sebuah lubang besar dan dalam sekali setelah terjadi gempa dan tsunami yang airnya selalu ada namun tidak ada yang berani mengambil airnya,” tuturnya.

baca : Mongabay Travel: Menikmati Surga Bawah Laut Teluk Maumere

 

Pulau Babi, Teluk Maumere, NTT, yang merupakan salah satu pulau yang paling terdampat akibat gempa dan tsunami yang mewabah Pulau Flores tahun 1992. Foto : Ebed de Rosary/Mongabay Indonesia

 

Mayoritas Terjaga

Hanz mengibaratkan TWAL Teluk Maumere emas muda, semakin usang akan semakin mahal. Dulu sebelum tsunami 1992 Teluk maumere berjaya lokasi favorit penyelaman selain Bunaken.

Setelah tsunami, ada beberapa loreng spot rembas tetapi bersisa bilangan keunikan dan keunggulan di sintal lautnya yang belum diidentifikasi dan bergairah agar dijaga.

“MDC sendiri menemukan ada  30 spot penyelaman, tapi kalau di internet ada sekitar 24 sampai 28 spot. Kalau spot yang kami miliki diberitahukan kepada umum agar bisa dinikmati dan bila ada dana, kami akan survey spot penyelaman baru,” tuturnya.

Hanz menerima deklarasi berpokok teman penyelam bahwa ada dua mungkin aktivitas pengeboman ikan oleh nelayan pada 2019. Nelayan menggunakan bom berkat ingin mencerna ikan dengan akas dan mudah.

Mayoritas spot penyelaman bersisa bangkit, katanya, namun ada beberapa spot yang sedikit kusut berkat aktifitas pencari gurita. Mereka membalikan karang namun tidak memuaskan karang ke posisi semula padahal karang beralih.

baca juga : Aktifitas Destructive Fishing Semakin Marak, Nelayan Flores Kian Merana. Apa Jalan Keluarnya?

 

Wisatawan mengamalkan snorkling di atas spot pancaran tebing akibat gempa dan tsunami di perairan Pulau Babi, TWAL Teluk Maumere, Kabupaten Sikka, NTT. Foto : Ebed de Rosary/Mongabay Indonesia

 

Banyak ikan-ikan terangnya, ditemukan di Teluk Maumere selain di Raja Ampat dan Bunaken. Selain itu ada 5 loreng kedapatan Rose Coral. MDC ingin mengamalkan survey spot aaktual kalau usaha komunitas memadai.

“Perlu kepedulian semua pihak untuk menjaga Teluk Maumere dan pemerintah harus lebih banyak berbuat bukan sekedar perencanaan. Perlu ada pembinaan dan sosialisasi dengan mengajak komunitas dan kami siap bantu data,” ucapnya.

Sekretaris Panitia Pengibaran Bendera Bawah Laut, Adrianus Ratu menilai perairan Teluk Maumere bersisa terbayar namun kendalanya jika diving ada beberapa kapal nelayan yang modar dan kasta sewajarnya memancing.

Adrianus bertutur konvensional pelaku destructive fishing menggunakan bom dan potasium. Dampaknya ikan-ikan ragam hiu akan menjauh jika didekati penyelam.

menarik dibaca : Pengibaran Bendera Merah Putih di Lokasi Patahan Tsunami Teluk Maumere. Bagaimana Pelaksanaannya?

 

Berbagai terumbu karang di lereng kakibukit talenta pancaran akibat gempa dan tsunami di perairan barat Pulau Babi, TWAL Teluk Maumere, Sikka, NTT. Foto : Maumere Diver Community (MDC)

 

Belum Didata

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, Petrus Poling Wairmahing kepada Mongabay Indonesia menyebutkan Pulau Babi merupakan salah satu berpokok 10 pulau yang ada di sintal destinasi TWAL Teluk Maumere.

Perairan Teluk Maumere yang dijadikan TWAL melalui surat keputuasn Menteri Kehutanan pada 1987 ini diharapkan ke depannya bekerja destinasi unggulan Kabupaten Sikka.

“Berbagai kegiatan di TWAL saat peringatan 17 Agustus 2020, bisa memotivasi generasi muda untuk mencintai laut dan alam bawah laut. Terlebih dengan adanya kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih bawah laut tanggal 15 Agustus 2020,” ungkapnya.

Petrus bergerak TWAL Teluk Maumere khatam dibuka untuk wisatawan dengan menaati protokol kesehatan. Dia mengajak pelaku piknik dan komunitas untuk seiring mengeksplorasi Teluk Maumere.

Teluk Maumere merupakan angka open access. Ada bilangan gerbang bernenek-moyang dan semua kasta bisa bernenek-moyang berpokok beberapa gerbang sehingga harus menyangkut-nyangkutkan bilangan pihak untuk mengendalikan itu.

“Dalam satu dua tahun kedepan kita akan fokus lagi ke Teluk Maumere dengan melakukan transplantasi karang bersama komunitas. Di darat kami akan kembangkan wisata di Desa Darat Pantai karena aksesnya ke Teluk Maumere lebih dekat,” ungkapnya.

baca juga : Menjaga Terumbu Karang dari Aktivitas Penangkapan Ikan yang Merusak

 

Pemandangan terumbu karang di sekitar lokasi pancaran tebing akibat gempat dan tsunami Flores di spot penyelaman sebelah barat Pulau Babi, TWAL Teluk Maumere, Sikka, NTT. Foto : Foto : Maumere Diver Community (MDC)

 

Ada ratusan spot diving di Teluk Maumere dan setiap pelaku piknik juga mempunyai spot sendiri. Petrus akui pihaknya belum mengamalkan pendataan agar bisa didapat kelompok pasti meski spot dan keunikannya.

Beberapa bumi piknik di pantai utara Kabupaten Sikka, juga memiliki fasilitas selam sendiri. Selain itu, RS TC Hillers juga telah memiliki hiperbaric chamber  untuk kesehatan penyelam sehingga diving di Sikka lega.

“Selain fasilitas tersebut, kami memiliki dive master dan tenaga rescue yang baik karena ada kantor SAR Maumere,” ungkapnya.

Terkait destructive fishing, Petrus akui ada ada aktifitas pengeboman ikan dan penggunaan sianida untuk meracuni ikan. Hal ini bisa terlihat berpokok benturan yang ada pada karang di beberapa lokasi Teluk Maumere.

 

Karang jenis Euphyllia ancora yang kedapatan di spot diving di talenta pancaran akibat gempa dan tsunami di perairan Pulau Babi, TWAL Teluk Maumere, Kabupaten Sikka, NTT. Foto : Maumere Diver Community (MDC).

 

Sudahkah Dibuka?

Keindahan Teluk Maumere bertambah(usia) terekspos ke sektor karena sokongan almarhum Frans Seda. Putra Lio yang pernah menjadi kuda sejak roman usang ini mendidrikan Sao Wisata (Rumah Wisata) tahun 1985. Sao Wisata telah memperkuat tiga mungkin lomba foto bawah laut yang menyangkut-nyangkutkan fotografer sektor pasca tsunami.

TWAL Teluk Maumere mempunyai keindahan bawah laut yang luar natural, antara lain terumbu karang, bermacam rupa tumbuhan laut, bineka jenis lengit ragam lengit mutiara (Pinctada margaritifera), udang jarak (Panulirus polyphagus), kima raksasa/kima benteng (Tridacna gigas), tiram kerikil (Spondylus ducalis), dan bineka jenis ikan.

Pengelolaan TWAL Teluk Maumere berjaya pertanyaan pelaku industry piknik yang saja membawa wisatawan mengamalkan diving dan snorkling di lingkungan ini. Pasalnya sejak pandemi corona menjelejeh aktifitas piknik dihentikan. Sudahkah dibuka untuk aktifitas piknik?

Surat BBKSDA NTT tanggal 9 Juni 2020 menyebutkan acara pembukaan TWAL didahului dengan pengguntingan bando oleh camat setempat tanggal 15 Juni 2020.

Pelayanan pengunjung dengan berjejak membalas aturan lugu aaktual dilaksanakan sejak tanggal 16 Juni dan bersama-sama. Evaluasi berkala dilakukan terhadap pengunjung dengan menerapkan protokol kesehatan.

 

Karang jenis Live Red Coral Brand yang bersemi di lereng tebing talenta pancaran akibat gempa dan tsunami di Pulau Babi, TWAL Teluk Maumere, Sikka, NTT. Foto : Maumere Diver Community (MDC)

 

Meski demikian BBKSDA NTT sintal suratnya kepada Maumere Diver Community (MDC) menyebutkan TWAL Gugus Pulau Teluk Maumere merupakan salah satu lingkungan TWA yang belum ada reaktivasi berpokok pemerintah pusat yang ditutup sejak adanya pandemi COVID-19.

BBKSDA NTT belum dapat menimpali permohonan kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut di TWAL Teluk Maumere. Kenyataannya pengibaran bendera berjejak dilaksanakan oleh para penyelam dihadiri masyarakat serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka tanggal 15 Agustus 2020.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Maumere Pieter RE Didok yang ditemui Mongabay Indonesia, Jumat (21/8/2020)  mengambang bergerak  tentang TWAL Teluk Maumere dan menyerahkan kepada staf BBKSDA NTT Imanuel Ndun. Staf tersebut bertutur bersisa berkoordinasi dengan Kepala BBKSDA NTT. Setelah dua hari ditunggu, serangan pun tak bangat bungkas.

Sedangkan Kepala BBKSDA NTT Timbul Batubara yang  dihubungi Mongabay Indonesia pada Sabtu (22/8/2020) pun tidak membaptis telepon.

 

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *