KKP jadikan Pulau Pieh Sumbar habitat perlindungan mamalia laut

Indonesia memiliki setidaknya 33 orang Cetacea (paus dan dolfin) atau lebih semenjak sepertiga melimpah orang di seluruh piring disiplin

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kelautan dan Perikanan membaptis Pulau Pieh, Provinsi Sumatera Barat, njenis nomor yang diperuntukkan njenis cacah perlindungan habitat dan leretan ruaya mamalia laut.

“Perlindungan habitat dan jalur ruaya mamalia laut telah dilakukan di beberapa kawasan konservasi, salah satunya di Taman Wisata Perairan (TWP) Pulau Pieh,” omongan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Aryo Hanggono pukal uaruar pers di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Ini makna kemunculan ikan napoleon di kawasan konservasi pulau Pieh

Aryo bekerja Indonesia memiliki setidaknya 33 orang Cetacea (paus dan dolfin) atau lebih semenjak sepertiga melimpah orang di seluruh piring disiplin yang memberikan lindungan ekologis dan ekonomis Cetacea.

Menurut dia, Cetacea merupakan salah satu partikel kunci pukal rantai makanan, beriringan dengan predator lazim lainnya, sehingga asalkan populasi Cetacea terganggu dapat menyebabkan terganggunya rantai makanan secara keseluruhan.

“Melihat nilai-nilai penting inilah sudah sepatutnya keberadaan Cetacea terutama di perairan Indonesia perlu untuk dilindungi dan dilestarikan,” ujarnya.

Secara nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi paruh semua jenis mamalia laut melalui Kepmen KP No.79/2018 tentang RAN Konservasi Mamalia Laut tahun 2018-2022.

Ia mengeja sasaran konservasi Cetacea ini adalah untuk menolak, memelihara kestabilan populasi dan berekspansi pola pemanfaatan potensi ekonomi paus dan dolfin secara baki orisinal peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Kepala Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Fajar Kurniawan menyampaikan bahwa keberadaan mamalia laut di TWP Pulau Pieh menjabat fokus pengelolaan selain terumbu karang dan penyu.

Dengan adanya bukti kemunculan mamalia laut pada lima tahun lantas ini nantinya akan menjabat pos upaya pengelolaan mamalia laut di nomor ini.

Data series mamalia laut di TWP Pieh, 52,69 persen diperoleh semenjak monitoring populer cetacean, 27,96 persen semenjak uaruar mitra nomor ragam operator berpelesir, nelayan, enumerator, Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK), dan 19,35 persen semenjak kegiatan aspek lainnya.

Baca juga: KKP tertibkan rumpon ilegal di perairan Pulau Pieh
Baca juga: KKP lepas liarkan 85 tukik di Raja Ampat Papua Barat

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *