Berpegang pada Sertifikat CHSE, Rinjani Lombok Menjadi Destinasi Wisata Dipercaya Dunia

Lombok Utara, Talikanews.com – Rinjani merupakan Destinasi yang pegang sertifikat Clean, Health, Safety, Environment (CHSE). Hal itu bina Destinasi ini berprofesi destinasi mencariangin yang dipercaya oleh bidang di tengah pandemic Covid 19.

Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan, Global Geopark Gunung Rinjani sungguh menyimpang destinasi mencariangin yang runyam cemerlang, tapi dikagumi bidang. Bahkan merupakan surga ransum wisatawan.

Selain itu, Rinjani ini berprofesi jurusan bermula sumber kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Barat. Dimana, ribuan bangsa menggantungkan hidupnya bermula daerah taman nasional ini.

Hal itu bina Rohmi terus membilangi kepada masyarakat biar terus melestarikan taman nasional Gunung Rinjani. Ketika itu lihai di hidup maka, tidak hanya akan menghasilkan dunia cemerlang, melainkan akan memberikan hasil ransum pelaku pariwisata sendiri, sekaligus melestarikan sumber pencaharian secara selalu.

“Jaga dan lestarikan destinasi ini. Karena, merupakan sumber kehidupan masyarakat dan mampu menarik wisatawan,” ungkap Rohmi Djalilah pada waktu meninjau gaba-gaba pendakian jajaran Senaru di Dusun Jebak Gawah, Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara dan bersilaturrahmi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan kantor agen Asosiasi Jasa Pendamping Wisata, Sabtu kemarin.

Rohmi menegaskan, Rinjani harus berprofesi bentala yang suka cita ransum wisatawan dengan membudayakan sedang pendakian yang apik. Menerapkan sedang protokol kesehatan dengan berjumbai kepada sertifikat CHSE (Clean, Health, Safety, Environment) agar berprofesi destinasi mencariangin yang dipercaya oleh bidang di tengah pandemi Covid-19.

Bagi Rohmi, menjaga daerah Rinjani berprofesi tanggungjawab semua macam dengan bergotong royong bermakna satu visi untuk menggembala sumber mata air, hutan dan kekayaan bentala serta warisan budaya di lingkar Rinjani.

“Produktif di masa pandemi adalah dengan tetap memelihara lingkungan aset wisata dan harus secara disiplin dengan menerapkan perilaku hidup dalam tatanan baru yang menuntut kebersihan dan kesehatan serta selain keamanan juga kelestarian lingkungan,” celotehan dia.

Tidak lupa Rohmi membilangi kepada masyarakat biar berjejak disiplin menggunakan masker, mencuci tangan dan menggembala jarak pada waktu ini berprofesi sedang kenyamanan wisatawan yang tak bisa ditawa.

“Kedepan, tidak ada tempat wisata yang boleh beroperasi tanpa mengantongi sertifikat CHSE. Menurunnya wisatawan saat ini momentum menata kembali destinasi wisata untuk menjadi lebih siap dan lebih baik menyambut kehadiran wisatawan kedepannya,” ujar Rohmi.

Wagub menambahkan, sekiranya pandem merupakan kesempatan berongga untuk berjaga-jaga bentala mencariangin. Oleh sebab itu, berlokasi, tapi perbaiki dan lengkapi kekurangannya untuk meyakinkan wisatawan bersedia bertandang-berlanglang lagi.

Koordinator Assosiasi Pekerja Pariwasata Lombok Utara, Lalu Ahmad Yani menyampaikan, benturan wabah virus corona cukup dirasakan oleh bidang pariwisata. Terbukti, kaum kunjungan yang mendaki ke Rinjani gengsot bernas.

“Ini berdampak terhadap pendapatan kami yang bergerak disektor jasa guide, porter atau pendamping pengunjung pendakian Gunung Rinjani,” cetusnya.

Kendati demikian, sejak berangkat dibukanya jajaran pendakian ke Rinjani, pelaku pariwisat optimisme dan semangat lagi.

Dia berharap kepada Pemprov NTB dan Pemkab KLU untuk berikan panduan teknis kepada Pokdarwis maupun pelaku pekerja pariwisata agar memiliki pemahaman tentang pariwisata di era Nurut Tatanan Baru.

Ahmad Yani mengeja empat jajaran pendakian Rinjani yaitu Senaru, Sembalun, Timbanuh dan Aikberik. Jalur ini terus dibenahi setelah memasuki era new biasa, Nurut Tatanan Baru (NTB) dan menerapkan protokol Covid-19.

Tidak lupa menaruh harapan agar Pemerintah terus mempromosikan bahwa destinasi ini telah dibuka.

Kepala Desa Senaru, Raden Akria Buana, mendukung besarnya pembukaan semua gaba-gaba jajaran pendakian ke Rinjani. “Konsen pariwisata dengan Clean, Heal and Safety yang diluncurkan pemerintah harus lihai diterapkan dilokasi mencariangin, ungkapnya.

Salah seorang konstituen Assosiasi Tracking Organizer Senaru, Hajar mengaku, selain dirinya berprofesi usaha pendamping pendaki, ia juga mencipta dan memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar untuk menggembala daerah hutan Senaru. “Kami bersinergi dengan Pokdarwis dan masyarakat menjaga hutan,” tuturnya.

Untuk diketahui, Destinasi mencariangin Taman Nasional Gunung Rinjani memiliki sebanyak 2000 pelaku pemberian dan 180 tour operator di empat gaba-gaba merasuk. (TN-kominfo)

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *