Masih Lesu, Pelaku Wisata Dirgantara dan Bahari Pilih Pangkas Tarif

DENPASAR – Bagaimana rela mendapatkan tamu masa kunjungan wisatawan ke Bali bersisa sedikit? Mungkin kata-kata ini yang ada bermutu celotehan beberapa pelaku santunan berpesiar yang ada di Bali khususnya di lingkungan Kuta Selatan.

Wisata njenis berpesiar dirgantara kuat berkedudukan di Kuta Selatan. Pun demikian dengan berpesiar dahulukala yang lebih meruah berkedudukan di lingkungan Tanjung Benoa dan sekitarnya.

Beberapa tahun buang-buangair, berpesiar ini muatan digandrungi, terutama wisatawan asal Tiongkok.

Sekarang, rela tidak rela harus mengandalkan wisatawan domestik dan berkeinginan semenjak WNA yang bersisa tinggal-melanda di Bali akibat pandemi Covid-19.

Inilah yang dirasakan oleh empat operator paralayang yang ada di lingkungan Desa Kutuh hingga Pecatu. Dalam satu bulan, bisa tidak ada pemasukan sama betul-betul berkah tidak ada kunjungan berpesiar.

Padahal masa tidak ada pandemi, rata-rata wisatawan yang bertenggang menaikkan adrenalin di paralayang bisa lebih semenjak 50 penumpang.

Dewanto Basuhendro, salah seorang pilot paralayang di Nyangnyang Paragliding mengungkapkan, dimasa pandemi njenis manakala ini, maksimal hanya dua wisatawan yang dilayani.

Itupun masa dirata-ratakan selama satu bulan baru. Dalam satu bulan baru, berakhir pergi menggeliat segi berpesiar dirgantara.

Dominan tentu WNA yang memilih bertempat di Bali selama pandemi dan ekspatriat yang berakhir baheula menepat di Bali.

“Kalau dirata-ratakan, dua penumpang setiap hari. Untuk wisatawan domestik jarang, tapi WNA yang banyak seperti dari Amerika Serikat dan Rusia. Tapi ya itu, mereka memang tinggal di Bali,” ucapnya.

Promosi dan strategi bisnis pun dilakukan Nyangnyang Paragliding. Salah satu corak yang cukup manjur adalah menurunkan tarif untuk betul-betul aktif.

Jika diwaktu formal tarifnya diatas Rp 1 juta, sekarang dipangkas hampir 50 persen. “Kami pasang tarif sekarang Rp 750 ribu. Kami juga tidak ada istilah merumahkan karyawan atau sebagainya. Semua tetap bekerja seperti biasa,” ucapnya.

Lain berpesiar dirgantara, lain pula berpesiar dahulukala. Tercatat ada sekitar 30 operator berpesiar dahulukala yang ada di Tanjung Benoa berfungsi yang berakhir memiliki izin dan tidak.

Ketika bersambang ke Tanjung Benoa, muatan jelas terlihat kesunyian yang kebanyakan berlebihan dengan wisatawan terutama wisatawan asal Tiongkok.

Tidak ada operator yang beredel, tapi lebih meruah merumahkan karyawan mereka. Keputusan tersebut berperan berfungsi yang ditempuh operator untuk bisa menetap.

“Dari yang awalnya 70 orang karyawan, yang bertahan hanya 30 orang sekarang. Kami rumahkan karyawan tapi saat situasi normal kembali, mereka bisa kembali bekerja. Itupun kalau mereka mau,” nirmala Owner Basuka Watersport Putu Agus Sanjaya.

Biaya operasional yang berperan lini yang paling meruah merogoh kocek. Apalagi ditambah dengan pemasukan yang hampir 100 persen tidak ada.

Jika dirata-ratakan hanya empat wisatawan yang berawal setiap hari, tentu tidak akan bisa memagari belanja operasional yang alama.

Sanjaya melisankan, berpesiar dahulukala pergi mengalami penurunan sejak bulan Desember. Ketika itu Wuhan yang berperan episentrum Covid-19 dan virus tersebut lugu ganas-ganasnya.

“Mulai Desember agak menurun. Pertengahan Maret sudah melakukan penutupan sampai akhirnya dibuka lagi bulan lalu,” terangnya.

Dibuka balik pun tidak sembarangan. Hanya enam operator berkelanjutan yang mutakhir mendapat sertifikasi semenjak Dinas Pariwisata Kabupaten Badung dan DPD Gabungan Pengusaha Wisata Bahari (Gahawisri).

“Lima bulan ini mati suri. Tidak ada pemasukan sama sekali. Kemarin tanggal 9 Juli mulai persiapan dan kami sudah diverifikasi,” ucapnya.

Protokol kesehatan pun diterapkan. Semua harus persis populer yang berakhir ditetapkan. Yang terpenting, lebih-lebih caranya pengusaha berpesiar dahulukala menyelenggarakan strategy untuk mengoptimalkan wisatawan domestik yang berawal ke Bali.

Hampir sama dengan paralayang, berpesiar dahulukala menerapkan pemotongan tarif kurang lebih 50 persen.

“Kami juga buat promo main tiga wahana, gartis satu. Ada diskon juga yang kami terapkan. Misalnya parasailing adventure dari yang biasanya 60 USD, sekarang hanya 40 USD. Sama rata besaran diskonnya untuk masing-masing permainan,” tutupnya. 

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *