Pelaku Wisata Desak BKSDA NTT Buka Destinasi Teluk Maumere – Cendana News

MAUMERE — Para pelaku melancong di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mempertanyakan pembukaan destinasi melancong Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Gugus Pulau Teluk Maumere yang hingga kini belum jelas statusnya.

Pelaku melancong Kabupaten Sikka,NTT, Sonya da Gama bila ditemui di Floresa Tour and Travel, Minggu (30/8/2020). Foto : Ebed de Rosary

Hal ini mengingat destinasi melancong ini angkatkaki lebat dikunjungi wisatawan lokal walaupun Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT pukal suratnya belum secara jelas menyampaikan status destinasi melancong ini, apakah bercerai dibuka atau belum.

“Taman Nasional Komodo saja sudah dibuka untuk wisatawan tetapi kenapa TWAL Teluk Maumere statusnya belum jelas. Kami harapkan agar segera dibuka untuk umum,” pinta Sonya da Gama, pelaku melancong berasal Floresa Tour and travel, Kabupaten Sikka, NTT, Minggu (30/8/2020).

Sonya menyebutkan, pelaku melancong nanar dengan status TWAL Teluk Maumere berkah walaupun pengelolaannya berlaku di bawah BBKSDA NTT namun pihaknya tidak menuju ada petugas berasal gudang yang mengerjakan pengawasan.

Dia mengharapkan petugas BBKSDA NTT lugu mengerjakan pengawasan terhadap aktifitas di TWAL Teluk Maumere terutama menahan agar tidak berjalan aktifitas pengeboman ikan yang merusak terumbu karang.

“Harusnya petugas BBKSDA NTT rutin melakukan patroli dan membuat aturan soal aktifitas pariwisata di kawasan ini. Kami juga bingung karena ada yang tanya apakah Teluk Maumere sudah dibuka atau belum,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Yohanes Saleh pemandu diving sekaligus pembina Maumere Diver Community (MDC) yang mencipta pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut di wilayah TWAL Teluk Maumere.

Hanz sapaannya mengakui, pihaknya tidak mendapatkan izin berasal BBKSDA NTT untuk mencipta kegiatan yang menyeret-nyeret 22 penyelam pada tanggal 15 Agustus 2020 lalu namun kegiatan berjejak berunding dan bermaslahat.

“Kegiatan tetap laksanakan kegiatan karena masyarakat, para pelaku wisata, pihak sponsor mendukung. Termasuk juga Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga mendukung dan turut hadir saat kegiatan,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, Petrus Poling Wairmahing mengapresiasi kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih yang dilaksanakan para penyelam berkah turut mempromosikan destinasi melancong Teluk Maumere.

Petrus menegaskan, wilayah TWAL Teluk Maumere telah dibuka untuk wisatawan namun berjejak menerapkan protokol kesehatan sehingga ia mengajak segenap komunitas dan pelaku melancong untuk mengekspolari Teluk Maumere.

“Teluk Maumere merupakan salah satu destinasi wisata unggulan dimana keindahan bawah lautnya membuat wisatawan selalu datang menyelam di kawasan ini sejak sebelum gempa dan tsunami tahun 1992,” ungkapnya.

Kepala BBKSDA NTT Timbul Batubara pukal suratnya menyebutkan bahwa servis pengunjung dengan berjejak menerapkan protokol New Normal dan Tangguh sejak tanggal 16 Juni 2020 dan beserta.

Selain itu, Timbul pukal suratnya berniat agar mengerjakan evaluasi berkala terhadap servis pengunjung dengan penerapan protokol New Normal.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *