Sumbar bentuk 30 objek wisata adaptif COVID-19

Objek wisata ini menerapkan protokol kesehatan secara tegas dan ketat

Padang, (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) telah membangun 30 objek wisata adaptif COVID-19 yang menerapkan protokol kesehatan secara tegas dan ketat bermakna upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Objek wisata ini menerapkan protokol kesehatan secara tegas dan ketat, dan telah disepakati bersama oleh pemerintah daerah atau dinas pariwisata terkait,” pikiran Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial, di Padang, Minggu.

Ia memaparkan 30 objek wisata adaptif COVID-19 bersinggasana di 18 kabupaten atau kota di provinsi setempat.

Dengan rincian yaitu Kebun Binatang dan Panorama (Bukittinggi), Pantai Air Manis (Padang), Pantai Gandoriah, Pantai Kata, Angso Duo (Pariaman), PDIKM (Padangpanjang), Museum Goedang Ransoem, Taman Satwa Kandi (Sawahlunto), Pulau belibis, Agro Wisata Sawah Solok, Agro Wisata Payo (Solok), Ngalau Indah (Payakumbuh).

Baca juga: Sumbar jaga optimisme wisata di tengah pandemi corona

Baca juga: Bappenas sebut COVID-19 dorong pariwisata berbasis kualitas

Baca juga: Jabar perketat pengawasan penerapan protokol kesehatan di objek wisata

Kemudian Kawasan Mandeh, Pantai Carocok (Pesisir Selatan), Istano Basa Pagaruyung (Tanah Datar), Lembah Harau, Kapalo banda (Limapuluh Kota), Alahan Panjang Resort, Desa Wisata Tabek, Kampung Jawi-jawi, Pemandian Aia Angek Bukit Kili (Kabupaten Solok), Linggai Park (Agam), kolam renang, geopark informatio center (Sijunjung).

Lalu Desa Wisata Pantai Mapadegat (Mentawai), golongan kebun teh liki (Solok Selatan), Pantai Sasak (Pasaman Barat), Bukit Burung Surga (Dharmasraya), LA Rafting (Padangpariaman).

Ia berkisah puluhan bumi wisata tersebut merupakan bumi wisata yang dikelola oleh Perusda atau pihak ketiga.

“Para pengunjung yang tidak mengikuti protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker, tidak bisa masuk. Jarak antar pengunjung di dalam objek wisata pun diatur,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, operasional objek wisata tersebut disesuaikan dengan masa kerja layanan kesehatan.

Pemprov Sumbar juga mengklaim pariwisata di wilayah setempat terus menggeliat sejak berlakunya waktu mahir perdana (new mahir) hingga akhir Agustus manakala ini.

“Pariwisata di Sumbar terus menggeliat, mulai dari kunjungan destinasi wisata, tingkat hunian hotel, dan beroperasinya rumah makan dan tempat hiburan,” pikiran Novrial.

Ia bermoncong berpunca piring disiplin kunjungan destinasi wisata, sejumlah objek wisata andalan di Sumbar bergerak padat dikunjungi bak Pantai Padang, Pantai Air Manis, Harau di Kabupaten Limapuluh Kota, Bukittinggi, Pariaman, dan lainnya.

Pihaknya seiring pemerintah kabupaten atau kota lain terus merekaberbisnis mendongkrak mudik vak pariwisata di wilayah setempat, dengan catatan tegak menjawab pandemi COVID-19 yang konvensional beraksi.

Beberapa batas yang  dilakukan Dinas Pariwisata Sumbar adalah menggencarkan promosi berbasis virtual mangkat media santun bermakna upaya mengenalkan sekaligus memelihara citra destinasi wisata agar tegak diingat masyarakat.

Baca juga: Dibuka lagi, objek wisata Benteng Marlborough dan rumah Bung Karno

Baca juga: Asita DIY gencar promosi destinasi wisata ruang terbuka

Baca juga: Cegah COVID-19, objek wisata di Mataram-NTB dipasok tandon air

 

Pewarta: Laila Syafarud
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *