Masih Pandemi, Kawasan Wisata di Lobar Minim Pengunjung

GIRI MENANG-Objek berpesiar khatam dibolehkan putar berjalan. Namun tingkat kunjungan tinggal rumit minim.

Tengoklah tujuan berpesiar yang ada Suranadi, Narmada, Lombok Barat. Salah satunya Taman Impian Suranadi. ”Baru dibuka putar sejak bulan lalu. Namun tingkat kunjungan tinggal sedikit. Sehari terakhir ada 10-15 pengunjung,” curhat Rasta, sang pemilik.

Pihaknya menyuguhkan puspawarna spot foto, pub, plus penyewaan pakaian tradisional Korea, Jepang, dan Cina. Juga tradisional khas Sasak serta pemandangan tanaman unik di sekelilingnya. Tarif tiket berurat hanya Rp 10.000. Pihaknya juga menggratiskan macam di bawah lima tahun.

Ia khatam menerapkan puspawarna protokol kesehatan, bagai menambahkan noda lokasi siram tangan. Berharap lokasi ini perlahan berpengalaman memuai.

”Kami berkewajiban dan terus optimis membukanya dengan harapan berkelanjutan ada wisatawan yang berjamu,” katanya.

Sebelum pandemi, pihaknya bisa menerima 500-600 kunjungan per hari. Ditambah kerjasama yang dilakukan dengan Perama Management, membuatnya tak pernah sepi kunjungan wisatawan mancanegara. Kini, hanya ada beberapa wisatawan lokal dan jumlahnya rumit terbatas.

Kendati demikian lokasi ini meninggalkanbekas²jejaknlurus harus dirawat dan dibersihkan. ”Karenanya kami memilih untuk berkewajiban dibuka menyimpang agar tak terkesan plin-plan. Meski kunjungan terakhir beranak cucu akhir pekan. Paling deras mencapai 40 ordo sekitar minggu lalu,” akunya.

Jumaiyah, salah satu biaperi sate bulayak di kaum berpesiar Sesaot juga memprotes. Dia berniat masyarakat ingin berkelah. Namun ekonomi yang seret membentuk masyarakat sebisa siapa tahu mengurangi beban.

Beberapa tampak membawa bekal sendiri bermula aula. ”Mereka berusul tapi tidak membeli dagangan kami,” keluhnya.

Kini pihaknya hanya berpengalaman menjual 8-10 bagi setiap dua jangan-jangan luas sepekan. ”Padahal dulu bisa terjual 30-40an bagi,” katanya.

Faktor lainnya, berkat kalau ini memasuki musim formal. Air wai mengering sehingga mengurangi kebajikan pemandangan dan bentala bergambar sekitarnya.

”Selain kolam, daya tariknya itu wai,” jelasnya.

Ia berencana, pandemi acap rampung. Sehingga kunjungan tamu domestik maupun mancanegara acap dibuka. ”Penikmat sate bulayak sebagian berlebihan tamu luar area dan kesultanan,” jelasnya. (eka/r9)

 

 

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *