Rayakan Hari Jadi, Trenggalek Luncurkan Pemesanan Wisata Online

Jakarta

Puncak peringatan Hari Jadi ke-826 Trenggalek digelar secara formal namun jumlah khidmat. Dengan bingkisan etika Jawa, prosesi diawali dengan kirab pusaka keliling kota dan diakhiri dengan peragi hantaran tumpeng kepada masyarakat.

Upacara hari berhasil ini bertelingkah dibanding tahun-tahun sebelumnya, beberapa pasukan terpaksa diringkas dan ditiadakan. Jika sebelumnya lengkap dengan kirab tumpeng raksasa, khusus tahun ini terpaksa dihilangkan guna menghindari cakap kerumunan dan rebutan.

Usai dikirab keliling kota berpatungan bupati dan sejumlah fungsionaris, pusaka tombak Korowelang dan panji-panji Trenggalek dibawa ke Pendapa Manggala Praja Nugraha. Dalam iring-iringan tersebut membarengi serta diserahkan air yang diambil 14 mata air yang ada di Trenggalek.

Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin bersabda betapa digelar secara formal, seluruh pasukan hari berhasil dapat kedapatan dengan tumbuh dan lancar. Dalam perayaan ini, pemerintahan wilayah memberdayakan sejumlah potensi lokal bertunda berpangkal delman maupun kelengkapan lain yang dibutuhkan.

“Yang paling membahagiakan khusus pada proses hari ini semua yang kita gerakkan adalah vendor ekonomi lokal mulai dari busana hingga tadi kereta yang digunakan untuk kirab itu adalah para kusir delman yang selama ini berkegiatan di Trenggalek, karena pariwisata sepi sehingga mereka pun juga sepi,” ujar Mochammad Nur Arifin, Senin (31/8/2020).

Menurutnya pemberdayaan vendor lokal tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonomian perincian masyarakat Trenggalek, mengingat adanya pandemi COVID-19 cukup dominan terhadap seluruh lapangan perekonomian, bertunda yang berskala banyak hingga kecil.

Arifin menambahkan peringatan hari berhasil Trenggalek manakala pandemi Corona ini menjabat pengingat sekaligus penyemangat perincian seluruh jejeran masyarakat untuk kambuh berpatungan berpangkal keterpurukan.

“Sekarang kita masuk masa-masa penyembuhan, baik kesehatannya, maupun penyembuhan ekonomi. Satu dua tahun ke depan kita akan akselerasi pemulihan ekonomi, kemudian di tahun berikutnya kita harus tumbuh, itu harapannya,” ujarnya.

Mochammad Nur Arifin menambahkan pada momen ulang tahun Trenggalek, pemerintah setempat juga meluncurkan gaya pemesanan dan pembayaran online untuk destinasi berdarmawisata. Dalam gaya perdana itu, pihaknya menyediakan gaba-gaba khusus perincian pengunjung berdarmawisata yang tampang bermula ke Trenggalek.

“Kami mendorong pariwisata on demand atau berbasis pesanan, kami ingin mengukur kapasitas, sehingga bisa jaga jarak dan tidak terjadi klaster baru Corona. Ini juga sekaligus sebagai screening awal dari mana mereka dan mereka berisiko atau tidak,” ujarnya.

Dengan gaya pemesanan melalui ayoketrenggalek.com tersebut, pengunjung dapat mengerjakan pembayaran retribusi secara nontunai, melalui pawai yang telah disediakan. “Untuk sementara kami kerja sama dengan salah satu bank daerah, nanti akan terus dikembangkan dengan sistem lain,” imbuh Mochammad Nur Arifin.

Mochammad Nur Arifin menambahkan untuk sementara gaya pemesanan online dapat dilayani di empat bopeng berdarmawisata, yakni Pantai Prigi, Pantai Pelang, Gua Lawa, dan kolam renang Jwalita. Kini sejumlah perangkat pendukung, bertunda disiapkan sehingga diharapkan bisa lekas terapkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek Sunyoto bersabda gaya pemesanan destinasi berdarmawisata tersebut rencananya juga akan diintegrasikan dengan sejumlah vendor berdarmawisata berskala banyak. Dengan gaya online, pemerintah wilayah mengajun akan meminimalisir kebocoran pendapatan retribusi berdarmawisata, sebab pembayaran dilakukan secara nontunai.

“Pasti akan kami kembangkan ke sana, namun perlu dicermati dulu bagaimana sistem kerja samanya,” pungkas Sunyoto.

(mul/ega)

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *