Wisata ke Sungai Batu Jalur, Remaja Hilang Terseret Arus

Merdeka.com – Petaka bertindak-berfungsi di lokasi melawat Sungai Batu Jalur, Desa Perbahingan, Kotarih, Kabupaten Sedang Bedagai (Sergai), Sumut. Seorang dewasa laki-laki yang berkeliling(kota) di sana roboh terseret arus melacak.

Remaja yang roboh berlogo Muhammad Faiz Azmi (15), umat Dusun II Desa Pematang Kasih, Pantai Cermin, Sergai. Dia dilaporkan melayang pada Minggu (30/8) sore sekitar pukul 16.00 Wib.

Menurut warta yang diterima petugas siaga Radio dan Komunikasi Kantor SAR Medan, korban bertepatan 7 temannya bermula ke lokasi untuk pesiar. Faiz bertepatan seorang temannya melompat ke bengawan yang waktu itu cukup melacak.

Faiz dan temannya diduga kurang polos berenang. Mereka terbawa arus bengawan. Warga yang menenok keduanya langsung merakit menolong. Teman Faiz atas nama Ardiansyah (14) berlaku diselamatkan umat. Namun korban melayang terbawa arus bengawan dan roboh.

Warga dan pihak bagian setempat kiamat merakit mengejar, namun korban korban belum ditemukan. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada Kantor SAR Medan. “Personel siaga sudah menerima info sekitar pukul 22.25 Wib. Tim langsung melakukan persiapan selanjutnya berangkat menuju lokasi. Kita menurunkan 7 orang yang dipimpin Danru Rory Ginting dengan membawa alat peralatan air,” ucapan Kepala Kantor SAR Medan, Toto Mulyono, Senin (31/8).

Pencarian berlebihan dilakukan. Namun Faiz belum ditemukan.

1 berpangkal 1 meraksimpin

Operasi pencarian Korban di Danau Toba Dihentikan

Sementara pencarian terhadap Imran Butar-butar (19), korban tenggelam di perairan Danau Toba, tepatnya di Desa Tongging, Merek, Karo, Minggu (23/8) dihentikan pada Sabtu (29/8). Penghentian operasi dilakukan berkah pencarian selama 7 hari yang dilakukan korps bundel berpangkal Basarnas Medan, Direktorat Samapta Polda Sumut, TNI, BPBD dan instansi bertalian lainnya, tidak membuahkan hasil.

“Hingga pencarian hari ketujuh, berdasarkan hasil evaluasi tim di lapangan dengan keluarga korban, maka disepakati operasi SAR pencarian korban dihentikan dan keluarga korban telah mengikhlaskan,” jelas Humas Kantor SAR Medan, Sariman Sitorus.

Selama proses pencarian, korps SAR bundel telah menyisir perairan Danau Toba, bertambah(usia) berpangkal lokasi Imran tenggelam hingga berkiblat ke Timur, yaitu Desa Sibolangit, dan arah Barat, yaitu Desa Tongging. Basarnas Medan juga menurunkan 3 penyelam. Penyelaman dilakukan sehari tiga agaknya .

“Namun banyaknya palung atau lobang di dalam danau dan kedalaman Danau Toba sulit diprediksi menjadi kendala yang menghambat tim di lapangan. Penyelaman dilakukan hingga kedalaman 26 meter dan dibantu menggunakan kamera bawah air (vibrascope) milik Dit Samapta Polda Sumut, namun korban tidak ditemukan,” jelas Sariman.

Seperti diberitakan, Imran roboh di perairan Danau Toba, kaum Tongging, Minggu (23/8) sekitar pukul 17.15 Wib. Dia diduga kehabisan tenaga waktu lomba renang dengan temannya, lalu tenggelam di danau itu.

[eko]

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *