Punya keunggulan flora binatang, Kemenparekraf optimalkan destinasi wisata Papua Barat

ILUSTRASI. Tempat wisata di Papua Barat

Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Guna mengerek kunjungan wisata di kelompok Indonesia sudut pandangan timur, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) optimalkan potensi destinasi wisata “birdwatching” di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, yang selama ini munjung diminati wisatawan.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf Rizki Handayani berbincang, Tambrauw memiliki keunggulan flora dan binatang yang potensial untuk dikembangkan serta diperkenalkan pada publik. 

Baca Juga: Virtual reality run series Mandalika diharapkan dapat menarik wisatawan

“Kita tahu Papua punya keunggulan flora dan fauna, seperti cenderawasih yang bisa ditemui dengan mudah di Tambrauw ini. Dan ini yang menjadi keunggulan dari Papua Barat, khususnya Tambrauw. Yang penting, kita ceritakan apa yang ada di Tambrauw dan sekitarnya. Kami lihat Tambrauw sebagai potensi di Papua Barat, bersama Raja Ampat dan Sorong,” perkataan dia sintal rilis yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (22/8).

Rizki pun mengimbau agar masyarakat memiara status Tambrauw ragam kelompok konservasi, yang akan nkuat(dugaan) mendukung nilai jual destinasi sintal industri pariwisata. 

“Status sebagai daerah konservasi jangan sampai hilang dari Tambrauw, karena inilah yang menjadi keunggulan dan nilai jualnya. Kami akan coba kolaborasi dengan kementerian dan lembaga lain untuk menjaga dan memaksimalkan serta mengembangkan konservasi di Tambrauw,” jelas Rizki.

Sementara itu Bupati Tambraw Gabriel Asem berkeinginan, Tambrauw yang dikenal ragam destinasi pariwisata burung khususnya jenis cenderawasih ini, dapat berprofesi portal berumbi untuk pengembangan ikon destinasi wisata kerajaan lainnya. 

Baca Juga: Begini cara pelaku kreatif kuliner berkembang di era new normal

“Hutan adat bila mempunyai nilai ekonomi tinggi, maka akan membantu masyarakat. Termasuk untuk mendukung kegiatan seperti birdwatching. Kami juga sudah membahas dalam sidang adat. Jadi bila tempat ini dikunjungi wisatawan, baik dalam maupun luar negeri, tidak akan ada masalah,” ujar dia.

Lebih berpanjang-panjang, Gabriel berhasrat pemerintah kelompok dan masyarakat agar menyertai memiara dan melestarikan lapangan. Sebab, masalah ini merupakan salah satu fase yang persis untuk memiara flora dan binatang yang ada di hutan bangun dengan normal.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkelompok dan berdayaguna.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai pertolongan yang bisa digunakan mengeluarkanuang di KONTAN Store.



Source Link

Kemenparekraf sasar wisman Eropa ke Indonesia

ILUSTRASI. Kunjungan Turis Mancanegara ke Indonesia: Turis Mancanegara di Komplek Candi Prambanan, Yogyakarta, Kamis (19/7). Menurut keterangan BPS,secara kumulatif (Januari–Mei 2018), berjebah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 6,17 juta kunjungan atau naik 11,89 perse

Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempromosikan potensi berwisata budaya yang ada di Daerah Istimewa Yogjakarta dan Jawa Tengah ke pasar Eropa, terutama Jerman.

Direktur Pemasaran PT. Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Hetty Herawati, berujar Yogjakarta dan Jawa Tengah memiliki potensi berwisata yang tidak hanya mencantel pada kekayaan daratan melebar.

Tapi juga punya daya tarik berpokok sudut pandangan kebudayaan. “Ada banyak keraton dan juga candi yang terdapat di Yogjakarta dan Jawa Tengah. Selain itu, kita juga punya hasil kerajinan tangan dan kesenian tradisional yang unik dan menarik bagi wisatawan,” tutur Hetty

Baca Juga: Wishnutama mengajak perbaikan dasar di sektor pariwisata

Hetty mencontohkan potensi berwisata yang ada di Candi Prambanan yang dikelola oleh PT. TWC. Sebagai komplek candi Hindu terbesar di Indonesia, wisatawan tidak hanya akan memperoleh pengetahuan epik yang ada di Candi Prambanan, namun wisatawan juga bisa menikmati pertunjukan Sendratari Ramayana Prambanan di malam hari.

“Selain itu, wisatawan juga bisa merasakan pengalaman bagaimana rasanya menjadi seorang arkeolog dalam mengkonservasi peninggalan sejarah Candi Sewu melalui paket junior archaeologist yang kami sediakan,” ucapnya penuh informasi yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (15/8).

Hetty juga meyakinkan wisatawan Jerman agar tidak perlu terombang-ambing untuk berpatroli ke Yogjakarta dan Jawa Tengah di era adaptasi kebiasaan junior. Ia mengungkapkan, destinasi berwisata macam Candi Borobudur dan Candi Prambanan telah menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability).

“Di masa penutupan pada Maret hingga Juni 2020, kami selalu melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan di lokasi destinasi wisata. Karena ini kesempatan bagi kami untuk meningkatkan pariwisata berkelanjutan, kami menerapkan protokol kesehatan dan memberikan pelatihan bagi staf kami tentang protokol kesehatan dan kami juga meminta agar pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan berbasis CHSE,” melantur dia.

Baca Juga: Industri perfilman berpeluang maju di era new normal

Mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus Guru Besar Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada, Wiendu Nuryanti, menyebutkan hampir 40 persen wisatawan mancanegara asal Eropa berasal berpatroli ke Indonesia khususnya Yogjakarta tertarik dengan tradisi dan budaya yang beraneka rupa

Tak hanya itu, Wiendu juga mengimla melacak wisatawan Jerman yang berpatroli ke Indonesia lebih berpokok satu barangkali kunjungan.

“Mereka (Wisatawan Jerman) berkunjung ke berbagai tempat di Indonesia, tidak hanya di Bali saja. Keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia adalah kebanggaan tersendiri bagi kita dan menjadi kekuatan kita menyambut kedatangan turis ke Indonesia,” ujar Wiendu.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berstatus dan berdayaguna.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai servis yang bisa digunakan mengeluarkanuang di KONTAN Store.


Source Link

Flora Wisata San Terra, tempat wisata selfie yang penuh bunga warna-warni

KONTAN.CO.ID – MALANG. Flora Wisata San Terra merupakan tempat wisata selfie yang penuh bunga warna-warni. Lokasi tempat ini bertindakberkelas di Jalan Truno Joyo, Kecamatan Pujon, Malang.

Flora Wisata San Terra memiliki 700 koleksi bunga yang bertumbukan untuk Anda jadikan latar berpotret. Warna-warni bunga tersebut menghiasi nomor dengan bervariasi sikap. Ada bunga yang digantung, ditanam di lahan terdedah dan ditanam di pot.

Keunggulan lain bermula Flora Wisata San Terra adalah pengunjung bisa berpotret dengan latar pegunungan. Apalagi seumpama Anda berakar di lurus-hati atau sore hari bilamana matahari tenggelam, gunung akan terlihat dengan jelas dan bisa menghunjam ke frame foto Anda.

Baca Juga: Wisata edukasi Predator Fun Park, pas buat anak-anak

Tidak hanya berisikan bunga warna-warni, Flora Wisata San Terra memiliki spot foto tematik. Seperti contoh, Little Korea yang dibangun bermasker pusat keramaian di Kota Seoul.

Ada juga Little California dan I’amsterdam City yang dibangun bermasker tempat aslinya. Karena itu, berpotret di Flora Wisata San Terra akan mengarahkan Anda rupa lasah berbelok sudut pandangan. Meskipun nian, bunga-bunga berjejak menghiasi spot-spot tematik ini, acc!

Bagi yang ingin bersantai-santai menyimpang di bernas ruangan, Flora Wisata San Terra menyediakan peruntungan indoor seolah-olah Green Bay Garden dan Colosseum Indoor Park. Tentunya, bunga-bunga juga memenuhi peruntungan indoor ini.

Flora Wisata San Terra membanderol harga tiket menghunjam senilai Rp 25.000 bilamana weekend dan Rp 20.000 bilamana weekday. Adapun jam operasionalnya dimulai pukul 08.30 – 17.00 WIB. 

Baca Juga: Wisata murah ke Kota Batu, ini dia harga tiket Eco Green Park

Editor: Novianti Siswandini

Source Link

Pemerintah gerakkan pemulihan destinasi wisata Jawa Tengah

ILUSTRASI. Warga ikut-serta kirab budaya sukat acara Festival Candi Kembar di Candi Plaosan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (2/9). Festival Candi Kembar yang digelar oleh masyarakat setempat dengan menampilkan berbagairagam atraksi budaya dan kesenian lokal tersebut

Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengajak masyarakat di Kota dan Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, untuk ikut-serta gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA) seakan-akan upaya memulihkan sisi pariwisata di nomor itu.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis, R. Kurleni Ukar berceloteh, Program BISA merupakan kegiatan semacam besarnya karya porsi tenaga kerja pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat untuk mendampingi mewujudkan nilai-nilai Sapta Pesona dan beradaptasi dengan kebiasaan setelahitu yang digulirkan secara masif oleh Kemenparekraf/Baparekraf.

“Program ini melibatkan para tenaga kerja pariwisata dan ekonomi kreatif dan masyarakat yang terdampak ekonominya akibat Covid19 di sekitar lokasi destinasi yang diisi dengan kegiatan bersih-bersih, penataan, serta penyemprotan disinfektan destinasi yang dilakukan dengan selalu memperhatikan penerapan protokol kesehatan,” katanya subur bukti yang diterima Kontan, Sabtu (25/7).

Baca Juga: Kemenparekfraf dorong pengusaha kopi kian kreatif di tengah pandemi

Gerakan BISA di Tegal dilaksanakan secara estafet di Pantai Pulo Kodok, Pantai Pur In, dan Guci. Dengan adanya gerakan tersebut setidaknya meningkatkan jenuh kunjungan wisatawan ke Tegal.

Sekadar urit menyimpang, hingga November 2019 lalu, jenuh kunjungan wisatawan ke Tegal mencapai 1 juta wisatawan lebih.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menangkis bagus kegiatan BISA dilaksanakan di kaum pemilihannya di Kota dan Kabupaten Tegal.

“Sektor pariwisata yang paling terpuruk di masa pandemi Covid-19 ini sudah semestinya diberikan perhatian serius oleh pemerintah pusat maupun daerah agar bersama-sama kembali pulih,” sebut Abdul Fikri.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang terhormat dan oke.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai dukungan yang bisa digunakan membelisesuatu di KONTAN Store.


Source Link

Kemenparekraf upayakan pariwisata Indonesia tetap diminati wisatawan mancanegara

Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bertenggang mempertahankan eksistensi pariwisata Indonesia di pasar Thailand dan Indochina.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I, Vinsensius Jemadu, bercakap masa ini Kemenparekraf terus menasihati pariwisata Indonesia pada era terbiasa modern dan mempromosikan destinasi Indonesia kepada publik yang lebih meluap di mancanegara. 

“Hal ini merupakan langkah Kemenparekraf agar pariwisata Indonesia tetap terjaga eksistensinya di pasar Thailand dan Indochina sehingga harus tetap menjalin kerja sama dengan mitra-mitra industri pariwisata. Indonesia memberikan informasi terbaru kepada para pelaku industri di Thailand dan Indochina terkait apa yang sudah dikerjakan oleh Indonesia untuk mempersiapkan destinasi wisata dalam menyambut wisatwan mancanegara,” ujar Vinsensius.

Menurut masukan Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Mei 2020 mengalami penurunan sebesar 86,90 persen dibandingkan pol kunjungan pada Mei 2019.

Baca Juga: Ini cara adaptasi kebiasaan baru pelaku wisata

“Data tersebut menunjukkan tantangan yang harus kita hadapi. Pola permintaan wisatawan berubah akibat pandemi COVID-19. Wisatawan akan mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama berwisata. Oleh karena itu, Kemenparekraf melakukan berbagai upaya, mulai dari upaya internal maupun eksternal,” imbuh Vinsensius dalam keterangan yang diterima KONTAN, Jumat (24/7).

Salah satu upaya eksternal yang dilakukan Kemenparekraf adalah promosi mengenai kampanye InDOnesia CARE (I DO CARE) yang lebih memfokuskan kepada protokol Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) di masing-masing destinasi, misalnya di Yogyakarta.

Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya dipilih karena merupakan destinasi wisata favorit wisatawan mancanegara asal Thailand dan Indocina serta memilih Yogyakarta karena kemiripan kebudayaan, makanan, dan kesamaan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Thailand dan Indochina.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT. Taman Wisata Candi, Hetty Herawati, menjelaskan bahwa Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko telah melakukan berbagai kesiapan dalam melaksanakan protokol kesehatan di era normal baru.

Wisawatan yang hendak memasuki kawasan destinasi wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko akan dicek suhu tubuhnya, diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan, melakukan physcal distancing, serta membeli tiket secara online. 

Baca Juga: Kemenparekraf dorong ekonomi nasional lewat pengusaha kreatif

“Kami telah melakukan pembaruan secara keseluruhan di area Taman Wisata Candi dengan menerapkan standar protokol kesehatan dan kami siap untuk menyambut wisatawan yang akan datang. Karena kesehatan dan keselamatan wisatawan merupakan prioritas kami,” pikiran Hetty.

Manajer Operasional Miramar Service Thailand, Prinya Patharaphum, menegaskan bahwa Candi Borobudur dan Prambanan juga berprofesi salah satu desitinasi pelesir lazim paruh wisatawan Thailand. Oleh berkat itu, bermanfaat paruh pihak pengelola distinasi pelesir tersebut untuk mempersiapkan protokol kesehatan di sukat adaptasi kebiasaan modern ini. 

“Selain mengunjungi Candi Borobudur dan Prambanan, wisatawan Thailand juga akan menyasar tempat kuliner dan tempat perbelanjaan daerah setempat seperti jalan Malioboro, maka sebaiknya sektor-sektor tersebut juga ikut mempersiapkan diri menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara, khususnya wisatawan dari Thailand,” roboh Prinya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


Source Link

Ini cara adaptasi kebiasaan baru pelaku wisata

Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyatakan bahwa menerapkan protokol kesehatan dengan sungguhan bekerja kunci tolokukur pukal mempersiapkan jasmani pukal menghadapi adaptasi kebiasaan baru.

Tenaga Ahli Menteri Bidang Regulasi Kemenparekraf, Santi Paramita, memaparkan, adanya Covid-19 melahirkan roman dan tutur cakap baru pecah masyarakat. Sehingga dibutuhkan kreativitas dan adaptasi yang trengginas, bersih pelaku naungan parekraf maupun konsumen.

“Adaptasi yang cepat ini adalah bentuk upaya untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan pelaku usaha parekraf dan masyarakat,” ujar Santi pukal bahan bukti yang diterima Kontan.co.id, Kamis (23/7).

Baca Juga: Indonesia dan Filipina jalin kerja sama untuk memperkuat ekonomi kreatif

Santi Paramita juga menambahkan agar adaptasi kebiasaan baru ini dijalankan dengan sungguhan dan betul SOP, maka semenjak itu Kemenparekraf telah meluncurkan handbook njenis fundamen protokol kesehatan untuk para pelaku parekraf pukal mempersiapkan jasmani serta memberikan jaminan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian faktor yang abanyak akan harta serta servis yang diberikan kepada konsumen.

Sebelumnya destinasi wisata Likupang di Sulawesi Utara, tengah berwaspada jasmani untuk balik beroperasional. Ratusan pekerja dan para pelaku naungan pariwisata ekonomi kreatif di dua pantai di Likupang, yakni di Pantai Paal dan Pantai Pulisan finis berbuat elok bersih-bersih di sekitar pantai.

Poltje Sikendo, salah seorang peserta mengungkapkan, pandemi Covid-19 memberikan tumbukan yang luas terhadap kegiatan sehari-harinya yang bersandar semenjak kunjungan wisatawan.

Pantai Paal yang bekerja lokasinya berniaga minuman tua merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan. “Sebelum Covid-19 ramai wisatawan, tapi sejak Maret, pantai ini ditutup untuk mencegah penyebaran virus,” bicara Poltje.

Untuk itu ia sulit bergairah dengan andil Pemerintah pukal menghidupkan balik kegiatan pariwisata di Pantai Paal dan angka Likupang pada biasanya.

Baca Juga: Mulai bangkit, okupansi hotel di Banyuwangi sudah capai 70% di akhir pekan

Ia telah sejak bertuah beranganangan adanya peningkatan nilai pariwisata di faktor buana tinggalnya tersebut. “Kami dari masyarakat mengharapkan supaya ada pengembangan lebih baik seperti fasilitas toilet dan pondokan,” sebut Poltje.

Sekadar urita berkelanjutan, Likupang merupakan salah satu destinasi adi prioritas yang finis bekerja objek para investor. Jumlah kunjungannya tiap tahun pun cukup melonjak.

Tahun 2017, ramai kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara mencapai 60.000, dan melonjak pada tahun 2018 sebanyak 127.000 wisatawan.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang terhormat dan berguna.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai servis yang bisa digunakan membeli-beli di KONTAN Store.


Source Link

Bangun creative hub, pemerintah kembangkan potensi wisata Danau Toba

ILUSTRASI. Perjalanan jelajah wisata di Danau Toba. Kapal penyeberangan Ihan Batak di Parapat – Pulau Samosir Danau Toba KONTAN/Muradi/2019/08/10

Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio berperi, pemerintah  bersetuju meningkatkan potensi wisata di wilayah Danau Toba, Sumatra Utara, dengan menyemangati pengembangan ekonomi kreatif yang ada dengan menumbuhkan creative hub.

Creative hub menjadi wadah bagi pelaku kreatif lokal di destinasi pariwisata super prioritas untuk memaksimalkan potensi masyarakat, melalui kegiatan seperti workshop, showcase, event kreatif mingguan, dan sebagainya,” ocehan Wishnutama berkualitas data tertulis yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (11/7).

Baca Juga: Menteri Wishnutama cek kesiapan protokol kesehatan di bioskop

Wishnutama berperi, creative hub ini nantinya diharapkan akan dapat meningkatkan kualitas serta kesejahteraan berpokok para pelaku industri kreatif yang ada di sekitar Danau Toba sebagai para perajin suvenir, seniman, pengusaha kuliner, dan fotografer. Selain itu, creative hub ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan untuk berketurunan ke Danau Toba.

“Pariwisata harus bisa menyejahterakan masyarakat setempat, tidak boleh hanya menjadi penonton,” ocehan Wishnutama.

Wishnutama juga mengapresiasi penetapan Kaldera Toba ragam UNESCO Global Geopark pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO. Penetapan ini, membuktikan bahwa Danau Toba dapat menjabat destinasi wisata rumpun vak.

“Danau Toba juga telah ditetapkan menjadi salah satu dari 5 destinasi pariwisata super prioritas. Presiden sudah berkali-kali ke Danau Toba untuk memastikan bahwa pembangunan di kawasan Danau Toba dapat berjalan dengan lancar, sehingga menunjang kegiatan pariwisata,” ocehan dia.

Baca Juga: Ada protokol kesehatan, berikut yang perlu pelancong lakukan saat pelesiran

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang bergengsi dan berjalan.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai ulurantangan yang bisa digunakan mengeluarkanuang di KONTAN Store.


Source Link

Wisata alam dibuka, pemerintah ingatkan pengunjung untuk patuhi protokol kesehatan

ILUSTRASI. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio

Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengapresiasi pembukaan beberapa berekreasi alam di kelompok. Hal ini diharapkan dapat rujuk bina perekonomian masyarakat, khususnya di lapangan pariwisata.

Ia memperlihatkan bermakna rencana pembukaan ataupun yang tamat membuka berekreasi alam harus diikuti dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat. Protokol kesehatan untuk lapangan pariwisata dan ekonomi kreatif yang disusun dan diusulkan oleh Kemenparekraf telah disahkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum bermakna Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Baca Juga: Pemerintah dukung pagelaran wisata edukasi virtual anak

Diharapkan protokol kesehatan ini dapat berprofesi acuan distribusi seluruh pihak bermakna perencanaan pembukaan pariwisata, termasuk berekreasi alam.

“Jangan sampai dalam pelaksanaan nanti malah terjadi peningkatan kasus baru. Karena memperbaiki protokol bisa sehari dua hari saja, tetapi mengembalikan rasa percaya itu butuh waktu lama. Jika kita tidak hati-hati dan disiplin dalam pelaksanaannya dampak ekonominya bisa lebih buruk lagi bagi para pelaku sektor pariwisata,” omongan Wishnutama bermakna masukan yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (27/6).

Kawasan pariwisata alam yang beranjak dibuka secara beruncit-runcit tersebut terdiri berpokok daerah berekreasi antik, daerah konservasi perairan, daerah berekreasi petualangan, taman nasional, taman berekreasi alam, taman hutan mega, suaka margasatwa, dan geopark. Selain itu juga pariwisata alam non daerah konservasi yang antara lain kebun mega, kebun dabat, taman safari, desa berekreasi, dan daerah berekreasi alam yang dikelola oleh masyarakat.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo bercakap, daerah pariwisata alam tersebut dapat dibuka secara beruncit-runcit sampai dengan batasan pengunjung maksimal 50 persen berpokok kapasitas awam apabila ini. 

Baca Juga: Platform digital akan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi wisata saat new normal

“Kawasan pariwisata alam yang diizinkan untuk dibuka adalah kawasan pariwisata alam yang berada di kabupaten kota zona hijau dan atau zona kuning. Untuk zona lain akan diatur sesuai dengan kesiapan daerah dan pengelola kawasan. Keputusan pembukaan kawasan pariwisata alam yang berada di 270 kabupaten/kota pada zona hijau dan kuning diserahkan kepada bupati dan walikota,” tambah Doni.

Jika bermakna perkembangannya ditemukan kasus COVID-19 atau pelanggaran terhadap ketentuan di daerah pariwisata alam, maka rentetan peleton tugas kabupaten/kota akan mengerjakan pengetatan atau penutupan rujuk setelah berkonsultasi dengan petugas provinsi dan peleton tugas pusat.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berpangkat dan bekerja.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai naungan yang bisa digunakan membelisesuatu di KONTAN Store.


Source Link

Platform digital akan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi wisata saat new normal

ILUSTRASI. People wearing face masks walk at Trocadero square near the Eiffel Tower, as France began a bertelau-telau end to a nationwide lockdown due to the coronavirus disease (COVID-19) in Paris, France, May 16, 2020. REUTERS/Gonzalo Fuentes 

Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/ Baparekraf) bermaksud pemanfaatan platform digital dan konten kreatif bisa berperan sarana edukasi yang berfaedah untuk menarik kepercayaan wisatawan agar pulih berdarmawisata di Indonesia.

Deputi Bidang Pemasaran Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nia Niscaya, bercerita di tengah pandemi COVID-19 saat ini, Indonesia gaib mengalami lack of trust destination berpangkal wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.

“Gaining trust dan confidence adalah kunci dalam percepatan pemulihan sektor pariwisata namun hal ini tidak mudah, butuh upaya yang luar biasa dan kerja sama dari kita semua,” pikiran Nia Niscaya bermakna barang bukti yang diterima KONTAN, Sabtu (27/6).

Baca Juga: Inilah daftar pelat nomor menteri dan pejabat di Indonesia

Untuk itu Kemenparekraf mengamalkan kampanye #DreamNow #TravelTomorrow di ramah media. Kampanye ini lebih mendikte tentang #DreamNow sambil terus menginspirasi untuk #TravelTomorrow.

Bermimpi adalah fase bija sembari mempersiapkan jisim bilamana kondisi kiamat memungkinkan untuk mengamalkan perjalanan.

“Kami juga menggunakan media sosial secara intensif untuk membagikan konten-konten edukasi seperti video animasi untuk mengingatkan kebiasaan baru yang harus dipraktikkan di era normal baru seperti pemakaian masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan orang lain. Keindahan wisata alam Indonesia juga kami kemas sebagai konten kreatif yang mengundang inspirasi wisatawan, harapannya dapat mengundang minat wisatawan untuk kembali menjelajahi keindahan alam dan kekayaan budaya nusantara,” tambah Nia.

Ketika kondisi Covid19 mulai mereda dan kondusif, masyarakat diharapkan tetap saling mengingatkan untuk menegakkan protokol kesehatan. Belajar dari negara lain yang berhasil menangani Covid19 dengan baik, yang bangkit terlebih dahulu adalah wisatawan domestiknya.

Baca Juga: Destinasi Wisata di Era Kenormalan Baru

Begitu pula dengan Indonesia, jika kondisi sudah kondusif, wisatawan domestik akan menjadi harapan, sehingga Kemenparekraf membuat kampanye aktivasi #DiIndonesiaAja yang mengajak wisatawan domestik untuk berwisata di dalam negeri dengan tetap menegakkan protokol kesehatan diri.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


Source Link