Program Diskon OTA: Potensi Kenaikan Wisatawan Tak Diimbangi Kesiapan Daerah Wisata

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Ashari menilai potensi peningkatan belacak wisatawan program diskon startup online travel agency (OTA) tidak diimbangi dengan kesiapan destinasi pesiar penuh menjalankan protokol yang berpupuh positif secara berteletele.

Menurutnya, kategori destinasi pesiar belum dilengkapi dengan penyesuaian-penyesuaian bersamaan dengan perubahan kondisi akibat pandemi Covid-19. Padahal, dia menyatakan paradigma industri pesiar berakibat bersinggungan semenjak mass tourism menjabat costumize tourism.

“Seperti misalnya kendaraan. Ini harus disesuaikan karena wisatawan tidak mau lagi menggunakan kendaraan yang besar. Tapi yang berukuran kecil untuk pemakaian yang lebih privat,” ujar Azril kepada Bisnis, Senin (31/8/2020).

Selain itu, pelaksanaan protokol di maskapai penerbangan berlebihan belum selesai. Azril bersuara posisi berpadu penumpang pesawat berlebihan bertetangga secara langsung sehingga berisiko cukup mumbung nalokasi penularan Covid-19.

Dengan demikian, sambungnya, upaya platform OTA dengan program diskonnya terhadap pemulihan pariwisata selit-belit nkuat(dugaan).

“Jadi, pemerintah harus mengevaluasi pelaksanaan protokol baik di maskapai maupun destinasi. Bukan hanya mengejar kuantitas wisatawan,” tegasnya.

Pelaksanaan protokol yang amoral tersebut, selalu Azril, esens memengaruhi minat wisatawan dan terlebih berpotensi menjabat kontraproduktif dengan upaya yang dilakukan pemerintah penuh pemulihan sekotor pariwisata di Tanah Air.

Lebih buruknya, di penuh kondisi ragam misalnya ini potensi kenaikan peruntungan wisatawan diperkirakan esens sepadan sosial dengan peruntungan kasus positif Covid-19.

Sebagai urita, pekan lalu dua platform OTA terbesar Tanah Air, yakni Traveloka dan Tiket.com, menjalankan program bangun harga untuk semua rute penerbangan domestik.

Adapun, kedua platform memberikan diskon dengan kisaran Rp150.000 – Rp250.000 untuk setiap penjualan tiket dengan nilai transaksi minimum Rp1 juta hingga Rp2,5 juta.

Konten Premium Masuk / Daftar

Bisnis Indonesia berpatungan 3 media mencegah jasa untuk membantu tenaga medis dan genus terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, mengiringi membantu pelayanan sekarang! Klik Di Sini untuk cerita lebih lengkapnya.

Source Link

Kegiatan “Revitalisasi Bumi” sambut kunjungan wisata Nusa Penida

Denpasar (ANTARA) – Kemenparekraf terus mempersiapkan program-program montok menimpali rangka kehidupan era junior, salah satunya dengan program “Revitalisasi Bumi” di salah satu target wisata Nusa Penida, bicara
Kepala Seksi Promosi Wisata Minat Khusus Budaya II Kemenparekraf, Lenny Setiawati di Klungkung, Bali, Senin.

“Melalui program ‘Revitalisasi Bumi’ kami mengajak masyarakat mempersiapkan lebih awal dalam menyambut kunjungan wisatawan dengan kehidupan sehat dan bersih. Bali sebagai daerah tujuan wisata utama khususnya di Nusa Penida, Klungkung,” ujar Lenny.

Ia berfirman sosialisasi program tersebut dilakukan dengan bersih-bersih pantai di lingkaran Pantai Mahagiri dan transplantasi (pencangkokan) terumbu karang.

Acara revitalisasi negara tersebut dihadiri Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rizki Handayani di lingkaran Desa Jungut Batu, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung Bali.  

 kegiatan juga dihadiri Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Plt. Kadis Pariwisata Kabupaten Klungkung Ida Bagus Ketut Mas Ananda, Camat Nusa Penida Komang Widiasa Putra, peserta sosialisasi dan undangan lainnya.

Kegiatan ini ditujukan porsi pelaku pariwisata tua dan masyarakat pesisir yang terdampak COVID-19 untuk ikut menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan dan keamanan di destinasi pariwisata.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, berfirman kegiatan “Revitalisasi Bumi” bagaikan tindakan untuk bina tanah beriringan isinya termasuk manusianya.

“Revitalisasi kita laksanakan pada saat bumi mengalami keguncangan, maka dari itu, ini sebagai tindakan atau langkah untuk menjaga lingkungan,” ujar bupati asal Nusa Ceningan.

Lebih saja Suwirta berfirman kegiatan ini juga bagaikan gaya komitmen montok beternak pelestarian segi di Kabupaten Klungkung bagaikan salah satu destinasi wisata di Bali, harus dijaga keindahan dan kelestariannya serta etape ini di sambut bagus oleh kementerian.

“Situasi seperti ini dijadikan pelajaran untuk kita ke depannya tidak menjadi sombong, ingat sepi dan waktu ramai, turunkan harga diri, dan berikan yang terbaik,” katanya.

Kegiatan “Revitalisasi Bumi” selain di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, juga menyasar 10 lingkaran target wisata lainnya di Bali, di antaranya Desa Amed, Tulamben di Kabupaten Karangasem, Tanjung Benoa, Kabupaten Badung dan Desa Pemuteran, Manjangan di Kabupaten Buleleng.

Baca juga: Nusa Penida jadi kawasan konservasi perairan

Baca juga: Gubernur: Pariwisata Bali mulai tunjukkan pemulihan

Baca juga: Pastikan kesehatan pekerja wisata di Bali, Kemenaker gelar tes cepat
 

Source Link

Kunjungan Wisata ke Jabar Meningkat, Dewan Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan



PRFMNEWS
– Komisi 2 Dewan Perwakilan Daerah Jawa Barat (DPRD Jabar) meyambut sentosa meningkatnya bilangan pengunjung tujuan wisata. Namun, kegembiraan tersebut juga dibarengi dengan sebuah kekhawatiran adanya klaster junior Covid-19 di tujuan wisata.

Anggota Komisi 2 DPRD Jabar Bidang Perekonomian berpokok Fraksi Gerindra), Tobias Ginanjar memerintah, meningkatnya bilangan wisatawan di lingkaran Jabar harus dibarengi dengan disiplin terhadap protokol kesehatan agar menekan risiko penularan Covid-19.

“Kita patut syukuri karena bagaimanapun ekonomi kembali bergerak. Berbagai sektor ekonomi banyak terbantu dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Namun muncul kekhawatiran baru, karena kita saat ini masih berada dalam situasi yang belum benar-benar selesai dengan pandemin Covid-19,” ujarnya asalkan On Air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Minggu 23 Agustus 2020 malam.

Baca Juga: Ada Pegawai Positif Covid-19, Kementan Terapkan Karantina Wilayah Kantor

Untuk itu, Tobias menyarankan agar Pemerintah Provinsi Jabar untuk menerapkan sebuah sanksi terhadap pengelola tujuan wisata waktu terbukti tidak disiplin terhadap protokol kesehatan.

Sanksi yang bisa diterapkan, ucapan Tobias, bisa bertabiat sanksi ringan berkarakter imbauan atau sanksi paling keras yakni pencabutan izin sumbangsih wisata.


“Seharusnya ada suatu pengawasan. Jika ada pengelola objek wisata yang tidak disiplin atau abai terhadap protokol kesehatan, maka harus diberikan sanksi ringga hingga berat,” tandasnya.***

Source Link

Wisata Papandayan Mulai Bergeliat Lagi, Berendam Air Panas Jadi Incaran

Graha merenjenglidah, sejak lantas jangan-jangan dibuka Juni lalu, lembaganya menerapkan aturan ketat paruh seluruh pengunjung yang bersumber untuk berpedoman prosedur protokoler kesehatan pencegahan Covid-19.

“Jadi sehat itu penting, kita imbau kepada teman pengunjung untuk bawa surat kesehatan, kalau nggak sehat, gak bawa surat kita pulangin,” ujarnya.

Selain membawa surat masukan salim, seluruh petugas bangkit di gerbang berumbi bilangan TWA mereta-reta suhu jasmani seluruh pengunjung yang bersumber.

“Termasuk untuk yang mau berendam juga ya semua itu kita cek, dia tidak terlepas dari namanya protokol kesehatan,” ujarnya.

Dengan upaya itu, lembaganya bermaksud seluruh pengunjung yang bersumber bisa menikmati liburan yang cemerlang dengan keadaan salim bak sedia kala, kalau putar ke rumahnya berlain-lainan.

“Pokonya tidak ada sakit apa pun yang di bawah dari kita setelah berliburan, pakai masker, cuci tangan, apa yang dianjurkan oleh protokol kesehatan ya (protokoler) kita lakukan,” ujarnya.

Sejak penutupan pas yang diintruksikan pemerintah dilaksanakan Maret lalu, ia mengakui tingkat kunjungan ke Papandayan belum putar sering.

“Kalau pun ada kenaikan paling sekitar kurang lebih 5 persen lah dari mulut awal buka sampai sekarang, kalau normal seperti dulu belum lah, masih ada perbedaan,” ujarnya.

Bahkan pada kalau momen kemerdekaan Republik Indonesia, ramai agenda jumlah yang akhirnya buyar.

“Mau bagaimana lagi, tapi ya kita bersykur masih ada saja pengunjung yang datang,” ujarnya.

Saat ini mayoritas pengunjung tinggal didominasi domestik, sementara wisatawan mancanegara belum terlihat putar menginjakan kakinya di bilangan berdarmawisata dengan ketinggian 2.665 meter diatas tempat lopak laut (mdpl) tersebut.

“Paling banyak masih dari Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Debok, Tangerang, Bekasi),” katanya.

Source Link

Terpukul Pandemi, Begini Kisah Getir Pedagang Oleh-oleh di Kawah Putih

RANCABALIAYOBANDUNG.COM — Sembari bertumpu menebar sapa, Deris, pedagang oleh-oleh di kategori berwisata Kawah Putih, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung tak pernah lelah menawarkan oleh-oleh khas Ciwidey kepada pengunjung.

Tempat dirinya berniaga memang berperan tanah perhentian para pengunjung andaikata berdansa mulai-sejak angkutan berwisata, ontang-anting.

Di tengah becak hujan itu, sayangnya hanya sedikit keturunan yang berpangkal untuk sekadar menawar dagangannya. Mereka menyibukan jisim untuk menyelamatkan selira dan bajunya agar tak terkena derasnya becak hujan kala itu.

“Teh, a, stoberi segarnya teh, Rp5.000 saja, mangga, teh, a, sambil berteduh,” ucap wanitaantjantan berumur 37 tahun itu seraya menawarkan, Sabtu (15/8/2020) pekan lalu.

Melihat tak ada satu pun pengunjung yang menghampiri kiosnya, Deris bertawakal. Perempuan berjangat kuning langsat itu memilih putar mengiringi sang gacoan yang tengah beraga di kaya kios kecilnya.

Virus Corona memang memberikan pukulan kritis jatah mereka yang mengejar nafkah. Bukan hanya pegawai swasta atau pekerja buruh, pekerja piring disiplin informal layaknya pedangan kecil yang menggantungkan hidupnya di piring disiplin pariwisata.

Malang tak dapat dibendung, andaikata bulan-bulanan berwisata tanah Deris mengais rezeki ditutup April lalu, roda perekonomiannya seakan dibuat lumpuh total. Dia dan suami yang berharap dengan mengandalkan pemasukan mulai-sejak menjajakan oleh-oleh harus menelan pil pahit sebab berbulan-bulan tak bisa berniaga.

“Untuk penghasilan jatuh, jelas pas tutup mah, karena ini jadi usaha utama, enggak ada sampingan. Contoh pas ada PSBB (pembatasan sosial berskala besar) tutup kemarin itu total tidur saja di rumah, total, enggak ada pemasukan,” bicara Deris andaikata bergebang dengan Ayobandung.com.

Ibu dua bani itu mengaku sejak pandemi Covid-19 ini, dia dan suami sangat kesulitan mengejar penghasilan sehari-hari. Pekerjaan berperan pekerja menyemak di kebun sayur keturunan pun tidak cukup untuk menghidupi upah beringsut go-longan.

“Kalau buat masak ya kita di pas-pasin dari kebun sedikit. Tapi kebanyakan tidur aja di rumah, karena suami juga ikut jualan di sini. Makanya dampaknya enggak main-main,” bicara Deris.

Setali tiga uang, sejak putar dibukanya bulan-bulanan berwisata Kawah Putih pada 13 Juni lalu, tak berjibun pemasukan yang bisa Deris dikantongi. Meski pemerintah cacah tidak memberlakukan lagi PSBB dan memasuki adaptasi kebiasaan terakhir (AKB) untuk piring disiplin pariwisata di Kabupaten Bandung. Namun jualannya bertekan melempem lantaran geliat kunjungan wisatawan Kawah Putih belum balik sepenuhnya.

“Bukan turun lagi, tapi terjun bebas, jauh, jauh banget. Sekarang omzet misalnya dari yang laku di masa normal bisa 100%, sekarang 50% juga enggak,” ucap Deris.

Perempuan yang bertempat di kemas Raya Batu Tunggul, Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung itu justru tak bisa melindungi kesedihannya andaikata membicarakan lesunya penjualan.

“Dari perhitungan jualan kalau 1 minggu, juga kadang sehari bisa ada yang beli, sehari bisa enggak ada sama sekali,” ucap Deris.

Untuk perabot jualannya, Deris dan sesama rekan penjualan oleh-oleh lain menawarkan perabot nyaris sama, terbang mulai-sejak stroberi junior, stroberi rutin, keripik, hingga dodol olahan stroberi. Namun alih-alih laris sopan di misalnya AKB, Deris harus menelan kegetiran lantaran tak berjibun untung yang bisa dia kantongi.

“Nyetok apabila hari teradat sebelum ada Covid-19, 50 perabot oleh-oleh sehari kadang bisa berakhir tapi apabila sekarang ada berakhir ada enggak. Makanya penginnya, Corona sebat rusak, yang naungan kendati stabil lagi, luwes lagi secara teradat apabila luwes lagi riang,” ujarnya.

Tak jauh mulai-sejak lokasi Deris berniaga, pemandangan macam terlihat mulai-sejak kios Yanti Effendi. Ibu satu bani itu sesekali termenung di meja plastik seraya bergairah ada berjibun pengunjung yang memborong perlengkapan dagangannya.  Perempuan berumur 30 tahun itu menjajakan kaos khas Bandung hingga souvenir yang lazimnya diburu wisatawan Kawah Putih.

“Selama 10 tahun jualan kondisi ini pertama kali, berat. Apalagi waktu tutup, enggak ada penghasilan sampingan,” bicara Yanti meluapkan isi hatinya.

Yanti juga mengakui, bagaimana AKB telah menggelinding, omzet penjualan kaos dan suvenirnya melempem serta jauh mulai-sejak bicara “marema”. Hal itu dikatakannya hantaman mulai-sejak situasi pandemi virus Corona andaikata ini.

Dia yang bernenek-moyang mulai-sejak Kampung Cibodas, Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali itu mengakui kondisi serupa ini bukanlah masalah yang diinginkannya.

Namun bagaimana tinggal sepi mulai-sejak para pembeli, Yanti mengaku akan bertekan berteguh hati untuk berniaga. Dia juga ingin usahanya putar berdiskusi semestinya sehingga mendapatkan pemasukan untuk menopang upah beringsut go-longan.

“Pernah juga sehari enggak ada yang berakhir, atau cuman bisa dapat Rp50.000, Rp100.000 sehari, itu pecah buat jajan bani. Sebelum Covid-19, 100 belah bisa berakhir sehari, apabila sekarang, paling 10, 20 belah. Paling berjibun 30 sari itu juga apabila libur akhir pekan,” ujarnya.

Source Link

Pastikan kesehatan pekerja wisata di Bali, Kemenaker gelar tes cepat

Badung (ANTARA) – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencipta tes cepat (rapid test) COVID-19 secara gratis kepada para tenaga kerja keahlian pariwisata di lingkungan Provinsi Bali guna memastikan kesehatan mereka.

“Ini salah satu prorgam dari Kementerian Ketenagakerjaan untuk memastikan kondisi kesehatan teman-teman pekerja, terutama sektor pariwisata yang terdampak COVID-19, yang akan memulai adaptasi kebiasaan baru. Saya kira harus dipastikan bahwa mereka sehat, salah satunya dengan cara melakukan rapid test ini,” bicara Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah di area Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu.

Melalui kegiatan tersebut, pihaknya juga ingin juga menyampaikan bahwa Bali rapi padat menggubris adaptasi kebiasaan aaktual (AKB) dengan umum protokol kesehatan yang cukup ketat.

“Mudah-mudahan teman-teman semua sehat dan produktif tapi aman dari COVID-19 dan pertumbuhan ekonomi pulih dan membaik,” katanya.

Kegiatan tes cepat COVID-19 secara gratis tersebut diikuti oleh sekitar 500 umat tenaga kerja yang bertutur di sejumlah industri padat keahlian pariwisata yang diselenggarakan selama dua hari.

Baca juga: Sebanyak 30 objek wisata di Buleleng-Bali tutup sementara

Baca juga: Bali Zoo tutup kunjungan wisata sementara antisipasi COVID-19

Baca juga: Pemandu wisata bahasa Mandarin di Bali terdampak penurunan wisatawan

Dalam kesempatan tersebut, Menaker meninjau langsung pelaksanaan tes cepat COVID-19 serta berapat dengan sejumlah tenaga kerja yang terdampak pandemi COVID-19.

Ia menambahkan, selain dilaksanakan di Bali, program tes cepat COVID-19 paruh tenaga kerja itu juga dilakukan di beberapa noktah lain, terutama di destinasi pariwisata andalan di Indonesia.

“Ini sebenarnya adalah program stimulus untuk mendorong teman-teman ketika mau melakukan kehidupan normal baru sehingga protokol kesehatannya juga harus dilakukan dan tentu saja memastikan mereka sehat,” katanya.

“Ini stimulus, tapi kami akan datang di berbagai provinsi, memang kalau dilihat dari jumlahnya tidak bisa mencukupi seluruh kebutuhan pekerja yang akan bekerja kembali, tapi ini benar-benar menjadi stimulus,” bicara Menaker Ida Fauziyah.

Sementara itu, salah satu tenaga kerja pariwisata yang bertutur di sebuah hotel di lingkungan Canggu, Badung, Kadek Sukarta bermoncong, menurutnya kegiatan tes cepat COVID-19 tersebut vcenderung berdayaguna, berkah merupakan salah satu upaya padat menyendat penyebaran COVID-19, khususnya di keahlian pariwisata.

“Sangat bagus untuk masyarakat khususnya kami pekerja. Karena ada salah satu persyaratan untuk kembali bekerja adalah menyertakan hasil non-reaktif rapid test dan dengan program rapid test gratis seperti ini sangat membantu kami,” katanya.

Baca juga: Menteri PPN: Pariwisata Bali tidak pulih, seluruh destinasi RI lumpuh

Baca juga: Pemprov Bali tunggu kajian komprehensif soal buka wisata untuk wisman

Baca juga: Menteri PPN katakan Bali aman dikunjungi wisatawan saat pandemi

Baca juga: Gubernur Koster minta Bali diprioritaskan dibuka buat wisman

 

Source Link

Objek Wisata Gunung Puntang Ditutup 2 Pekan

CIMAUNG, AYOBANDUNG.COM — Objek berjalan-jalanbepergian Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung ditutup sementara.

Penutupan dilakukan berlayar 18 agustus tepat absah dengan surat resmi berasal Perhutani Bandung Selatan. Dalam surat tersebut dikatakan bulan-bulanan berjalan-jalanbepergian ditutup selama dua pekan kedepan.

Dijelaskan juga penutupan bulan-bulanan berjalan-jalanbepergian gunung puntang dilakukan Cimaung berisi sebu zona merah covid-19.

“Iya ditutup. Sebagai langkah preventif,” ujar ADM Perhutani Bandung Selatan, Tedy Sumarto asalkan dihubungi, Rabu (19/8/2020).

Menurut Tedy, tidak ada pengelola bulan-bulanan berjalan-jalanbepergian gunung puntang yang terpapar covid-19.

“Selama AKB, kami menerapkan protokol kesehatan ketat. Penutupan dilakukan karena kami hati-hati, mengedepankan keselamatan bersama,” tutupnya.

Beberapa hari lalu, bangkit pesan bergala yang menyebutkan Kecamatan Cimaung berperan zona merah, ada 5 anak positif covid-19.

Source Link

Operator Bus Wisata Mati Suri Dihantam Covid-19

TEMPO.CO, Jakarta – Operator bus wisata sukat ini bermutu kondisi tertekan pandemi Covid-19 menyusul penutupan tempat-tempat berpiknik.

Ketua Perkumpulan Transportasi Wisata Indonesia (PTWI) Yuli Sayuti berfirman sekitar 90 persen pelaku industri bus berpiknik sukat ini berputih-tulang suri atau tidak berkisah.

“Sebanyak 1.200 pengusaha angkutan atau bus pariwisata dengan belasan ribu kendaraan, 90 persennya mati suri enggak bergerak,” ujarnya bermutu telaahan online serentak Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) pada Jumat lalu, 14 Agustus 2020.

Dia menerangkan pemutusan hubungan kerja (PHK) di keahlian pariwisata akan lajak menjabat bencana lebat. Hal itu lantaran akan berbuat penarikan bus berpiknik terkendala pembiayaan.

Maka PTWI pun berkeinginan kepada pemerintah untuk menyahut bagian ini dengan membuka bak pariwisata bermutu seumpama New Normal pandemi Covid-19.

Operator bus berpiknik juga berkehendak pemerintah memberikan tambahan jika relaksasi keringanan kredit. Yuli berfirman dirinya menduahati jika relaksasi keringanan kredit ini tidak berpunggung, sebanyak 50-75 pesen bantuan angkutan pariwisata akan ropak-rapik.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berlebihan mengamalkan kajian mengenai rencana perpanjangan kebijakan restrukturisasi kredit yang semula akan tertata pada Maret 2021 menjabat Maret 2022.

Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Anung Herlianto berfirman internal OJK terus mengamalkan stress test mengenai skenario kinerja restrukturisasi kredit.

Stress test itu meliputi presentase debitur yang akan compang-camping setelah restrukturisasi dan bukan yang berpengetahuan kembali.

Source Link

Ibas Promosikan Wisata Trenggalek Lewat Festival Layang-Layang

Merdeka.com – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono menggelar Festival Layang-Layang di Pantai Prigi, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Festival yang berjamang Hiasi Langit Indonesia, Dijadikan Daya Tarik Wisata ini digelar pada Sabtu 8 Agustus 2020.

Festival Layang-Layang yang digelar pria yang banal disapa Ibas ini mengundang komunitas layangan di Trenggalek. Ibas bertumbukan secara virtual dengan pegiat layangan dikarenakan situasi Pandemi Covid-19.

“Saya meminta maaf belum bisa bergabung secara langsung di Trenggalek, karena situasi Covid-19 yang tidak menentu dan banyak saudara-saudara kita yang terkena dampaknya,” ucapan Ibas, ragam molek bahan bukti tertulisnya, Kamis (13/8).

Ibas berembuk, festival ini untuk mempromosikan budaya serta bertamasya Trenggalek. Festival Layangan dikatakannya dapat bekerja kotak untuk mengasah seni dan tikas para pegiat layangan di Trenggalek.

Dalam festival tersebut, heterogen model layang-layang yang diterbangkan. Di antaranya layangan yang dibuat dengan bagan Ibas bergandengan Istri dan anak- anaknya.

Adapula layangan elok postur perwayangan, hingga Layangan yang dikreasikan secara khusus elok naga berjamang dua yang panjangnya mencapai 70 meter.

Mengenai masalah tersebut, Ibas menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pegiat layang-layang yang tidak hanya andal molek menjalin layang-layang, tetapi juga berpengetahuan menyalurkan tikas melukis ke molek media ragam layang-layang.

“Apresiasi saya setinggi-tingginya kepada para pengrajin seni layang-layang.” Ujarnya.

Menutup festival tersebut, Ibas menyatakan simpan ke Trenggalek bilamasa Pandemi Covid-19 tamat kemas. “Pasti saya akan segera ke Trenggalek main layang-layang bareng dengan kalian semua. Matur nuwun,” ucapan Ibas kepada peserta festival. [gil]

Source Link

4 Bulan Mati Suri, Travel Agent Berharap Cuan Wisata di Bali

Jakarta, CNBC Indonesia – Bisnis travel agent atau unit perjalanan nyaris tak bersikap sama amat selama 4 bulan terkini. Pandemi Covid-19 menegakkan mereka yang selama ini mengandalkan melawat, harus berputih-tulang suri.

Ketua Umum Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Nunung Rusmiati berencana belacak pada pembukaan melawat di Bali. Karena itu, dia mengaku melayani positif kebijakan tersebut.

“Karena Bali adalah parameter untuk wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Tapi saat ini kita fokus wisatawan Nusantara. Dan ini mendorong perekonomian berjalan. Karena bahkan hampir 100% untuk kegiatan travel ini biro perjalanan ini tidak ada kegiatan,” ujarnya pukal sebuah bertanay jawab beriringan CNBC Indonesia, pekan ini.


Dia menegaskan, pembukaan melawat di Bali bisa bersabung pada perputaran roda ekonomi. Bisnis travel agent yang sebelumnya mangkal pun bisa rujuk bersikap.

“Kita di sini mengharapkan dari wisatawan domestik. Tapi Alhamdulillah dari 31 Juli wisatawan domestik sudah mulai berkunjung ke Bali. Mudah-mudahan ini jadi parameter untuk provinsi-provinsi lainnya,” tandasnya.

ASITA yang membawahi sekitar 7.000 unit perjalanan mengaku beres dengan penerapan protokol kesehatan. Dia berceloteh tamat mengatur SOP (terbiasa operation procedure) yang telah dikoordinasikan dengan Kemenparekraf, Kemenko Marves, dan Kemenkes.

“Lebih dari 4 bulan tidak ada kegiatan, dengan tidak ada kegiatan itu kita mempersiapkan pasca Covid-19 gimana ketika dibuka kita betul-betul sudah siap,” urainya.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)


Source Link