Kegiatan “Revitalisasi Bumi” sambut kunjungan wisata Nusa Penida

Denpasar (ANTARA) – Kemenparekraf terus mempersiapkan program-program montok menimpali rangka kehidupan era junior, salah satunya dengan program “Revitalisasi Bumi” di salah satu target wisata Nusa Penida, bicara
Kepala Seksi Promosi Wisata Minat Khusus Budaya II Kemenparekraf, Lenny Setiawati di Klungkung, Bali, Senin.

“Melalui program ‘Revitalisasi Bumi’ kami mengajak masyarakat mempersiapkan lebih awal dalam menyambut kunjungan wisatawan dengan kehidupan sehat dan bersih. Bali sebagai daerah tujuan wisata utama khususnya di Nusa Penida, Klungkung,” ujar Lenny.

Ia berfirman sosialisasi program tersebut dilakukan dengan bersih-bersih pantai di lingkaran Pantai Mahagiri dan transplantasi (pencangkokan) terumbu karang.

Acara revitalisasi negara tersebut dihadiri Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rizki Handayani di lingkaran Desa Jungut Batu, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung Bali.  

 kegiatan juga dihadiri Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Plt. Kadis Pariwisata Kabupaten Klungkung Ida Bagus Ketut Mas Ananda, Camat Nusa Penida Komang Widiasa Putra, peserta sosialisasi dan undangan lainnya.

Kegiatan ini ditujukan porsi pelaku pariwisata tua dan masyarakat pesisir yang terdampak COVID-19 untuk ikut menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan dan keamanan di destinasi pariwisata.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, berfirman kegiatan “Revitalisasi Bumi” bagaikan tindakan untuk bina tanah beriringan isinya termasuk manusianya.

“Revitalisasi kita laksanakan pada saat bumi mengalami keguncangan, maka dari itu, ini sebagai tindakan atau langkah untuk menjaga lingkungan,” ujar bupati asal Nusa Ceningan.

Lebih saja Suwirta berfirman kegiatan ini juga bagaikan gaya komitmen montok beternak pelestarian segi di Kabupaten Klungkung bagaikan salah satu destinasi wisata di Bali, harus dijaga keindahan dan kelestariannya serta etape ini di sambut bagus oleh kementerian.

“Situasi seperti ini dijadikan pelajaran untuk kita ke depannya tidak menjadi sombong, ingat sepi dan waktu ramai, turunkan harga diri, dan berikan yang terbaik,” katanya.

Kegiatan “Revitalisasi Bumi” selain di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, juga menyasar 10 lingkaran target wisata lainnya di Bali, di antaranya Desa Amed, Tulamben di Kabupaten Karangasem, Tanjung Benoa, Kabupaten Badung dan Desa Pemuteran, Manjangan di Kabupaten Buleleng.

Baca juga: Nusa Penida jadi kawasan konservasi perairan

Baca juga: Gubernur: Pariwisata Bali mulai tunjukkan pemulihan

Baca juga: Pastikan kesehatan pekerja wisata di Bali, Kemenaker gelar tes cepat
 

Source Link

Bali Raih Destinasi Wisata Terbaik Dunia Versi Tripadvisor

Bisnis.com, JAKARTA – Bali menjabat destinasi mencariangin berkelas permukaan pecah 25 destinasi berkelas permukaan versi Tripadvisor.

Dalam medalion Travellers Choice atau pilihan wisatawan untuk genus ‘Destinasi Terbaik Dunia’, Bali (Indonesia) bersama-sama bersama-sama London (Inggris), Paris (Prancis), dan Crete (Yunani) dinobatkan njenis destinasi mencariangin berkelas di permukaan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio menanggapi selesai ditetapkannya Bali njenis salah satu destinasi berkelas permukaan versi Tripadvisor.

“Kami berharap penetapan itu semakin memotivasi kita semua untuk bisa menumbuhkan Bali-Bali baru. Bahkan mendorong upaya untuk meningkatkan pariwisata Bali agar semakin ramah dan berkelanjutan,” katanya, dikutip pecah Antara, Sabtu (1/8/2020).

Situs travel planning and booking itu melantik Pulau Dewata berkualitas empat deras permukaan destinasi mencariangin berkelas. Keindahan Bali berkualitas situs www.tripadvisor.com diibaratkan njenis kartu panduan yang beringsut, kian juga digambarkan njenis sepotong surga di Indonesia.

Bali menawarkan mencariangin pantai dengan kerikil lurus-hati yang mukhlis, mencariangin selam, mencariangin budaya, hingga mencariangin spa dan yoga di Ubud.

Menurutnya, Bali pun berakhir membuka sarira untuk menerima wisatawan domestik per 31 Juli 2020. Pariwisata Bali berangkat dibuka secara lambatlaun sejak 9 Juli 2020 untuk masyarakat lokal.

Rencananya, Bali akan dibuka paruh wisatawan mancanegara pada September 2020.

“Diharapkan setelah dibuka, penerapan protokol kesehatan dapat tetap dijalankan dengan disiplin. Jangan sampai setelah dibuka timbul gelombang kedua Covid-19 hal itu yang harus dihindarkan, lantaran pariwisata itu adalah bisnis kepercayaan,” ujarnya.

Konten Premium Masuk / Daftar

Bisnis Indonesia bersama-sama 3 media menegah sedekah untuk membantu tenaga medis dan keluarga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, menemani membantu tumpuan sekarang! Klik Di Sini untuk maklumat lebih lengkapnya.

Source Link

Puluhan Wisata di Kabupaten Pati Belum Siap New Normal

PATI – Pemkab Pati tengah meninjau kesiapan daya tarik pesiar (DTW) di Kabupaten Pati. Dari puluhan DTW, hanya pesiar Jollong dan pesiar religi yang langsai bertolak new polos. Sementara itu DTW lainnya kini tengah menyiapkan sarpras setelah mendapatkan pimpinan bermula Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati.

Kepala Dinporapar Pati Slamet Singgih Purnomojati melalui Kabid Pemasaran Pariwisata Ida Isitani memerintah, rampung meninjau belasan DTW di Pati. Salah satunya Goa Larangan, Lorotan Semar, Goa Wareh, Bukit Teletubis, Waduk Gunungrowo, makam Syech Jangkung, makam Ki Ageng Ngerang, dan lainnya. Dari semua pesiar di Pati, kini tinggal berangus dan beberapa destinasi pesiar menginjak mengerjakan pembenahan.

“Masih banyak yang kurang memenuhi sarana prasarana persyaratan Perbup Nomor 49 Tahun 2020 tentang pedoman menuju tatanan new normal. Dari destinasi kami kunjungi, yang siap hanya Jollong dan wisata religi. Sementara lainnya belum. Salah satunya Goa Larangan belum siap. Tapi kami sudah ke kades setempat menyatakan siap mempersiapkan. Karena wisata itu dikelola pihak desa,” jelasnya kemarin.

Menurutnya, sarpras DTW yang belum langsai yakni menyediakan alam siram tangan yang memadai, belum memiliki alat pengecek suhu sarira, dan belum ada papan himbauan bertakwa protokol kesehatan. Untuk sumber saya manusia (SDM) juga belum langsai. Sehingga pihaknya berhajat para pengelola untuk menyiapkannya apabila ingin wisatanya diperbolehkan buka balik oleh pemkab.

“Selain DTW, kami juga menyasar pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Pati menuju kesiapan new normal. Nantinya, semua DTW harus mengajukan izin simulasi terlebih dahulu kepada ketua gugus tugas daerah. Setelah itu, tim verifikasi gabungan terdiri dari semua unsur akan mendatangi lokasi apakah DTW itu layak dibuka atau tidak. Jika layak, maka akan memberikan rekomendasi kepada ketua gugus tugas. Pada akhirnya dibuka atau tidak, yang menentukan bupati atau selaku ketua gugus tugas,” paparnya.

Ida menambahkan, DTW yang rampung mengajukan simulasi yakni pesiar Jollong. Rencananya, hari ini (21/7), korps verifikasi akan meninjau langsung ke lokasi tentang kesiapan pesiar yang dikelola pihak PTPN Jollong di Kecamatan Gembong tersebut. Dari Dinporapar rampung mendatangi pesiar Jollong. Sejauh ini kesiapannya rampung layak. Baik sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana, keamanan, parkir, dan lainnya.

“Kalau sudah sesuai persyaratan dalam Perbup 49/2020 dan diizinkan buka oleh ketua gugus tugas, nanti ada aturan-aturan yang harus dipenuhi seperti pengunjung hanya diperbolehkan 30 persen dari kapasitas wisata dan maksimal dua jam berada di lokasi wisata, dan lainnya,” jelasnya. 

Source Link

Objek Wisata Ramah Anak di Lembang Terapkan Protokol Kesehatan

Lembang

Sejumlah target melancong bani di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), membawadiri putar berbincang setelah sebelumnya sempat libur bangir selama beberapa bulan akibat pandemi Corona Virus Disease atau COVID-19.

Salah satu target melancong di Lembang yang putar mumbung dikunjungi rumpun terutama anak-anak yakni Lembang Wonderland. Objek melancong tersebut menawarkan wahana bermegah-megah bani dan spot swafoto.

Pengelola Lembang Wonderland, Faturocks, mengungkapkan berkat dikunjungi anak-anak, pihaknya menerapkan protokol kesehatan yang ketat demi membantar penularan COVID-19.




“Kita terapkan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu, bilik disinfektan. Di dalam juga ada penyemprotan disinfektan dengan alat otomatis, jadi seperti gerimis tapi lebih lembut dan halus lagi,” ungkap Faturocks jika ditemui, Sabtu (18/7/2020).

Selain itu, pihaknya juga memagari kunjungan wisatawan maksimal 50 persen. Dari kapasitas maksimal 2500 anak, hanya sekitar 1200 yang diizinkan menyerap dan menikmati wahana di Lembang Wonderland.

“Kita tetap ikut aturan untuk pembatasan kunjungan wisatawan 50 persen dari kapasitas maksimal. Jadi sistemnya itu keluar masuk, menghindari kerumunan juga,” bebernya.

Untuk memanjakan pengunjung, ada sejumlah wahana anyar yang disiapkan pengelola. Di antaranya giant claw, buzzer, shooting sasaran, dan snow village.

“Ada wahana baru yang kita siapkan, salah satunya menikmati salju buatan. Jadi anak-anak bisa masuk ke satu tempat, yang di dalamnya ada salju,” jelasnya.

Pihaknya mengaku kunjungan wisatawan sejak pandemi COVID-19 memantul tinggal belum kaprah putar. Ditambah kunjungan wisatawan luar Jawa Barat anyar melebar diizinkan pemerintah kategori.

“Kunjungan belum normal lagi, karena kan biasanya ramai saat libur sekolah. Sekarang meskipun libur tapi sedang ada wabah virus. Mudah-mudahan seiring berjalannya waktu bisa kembali normal kunjungannya,” tandasnya.

Simak Video “Boleh Dicoba, Liburan Dalam Negeri Rasa Jepang di Lembang
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)



Source Link

Bupati Anas Sharing Strategi New Normal Pariwisata ke Pelaku Wisata Jatim

Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memaparkan strategi pariwisata Banyuwangi di era normal baru sebu sebuah webinar yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur. Dalam berpendar online tersebut, Bupati Anas memaparkan bahwa tumpuan formal pariwisata Banyuwangi manakala ini adalah penerapan protokol kesehatan ketat di beranekarupa lini pariwisata.

Webinar yang diikuti lebih berasal 300 pelaku pariwisata se-Jatim tersebut, dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim, Difi Ahmad Johansyah. Selain juga diikuti sejumlah kantor cabang Bank Jatim se Indonesia, Rabu (15/7/2020).

Dalam berpendar tersebut, Anas memaparkan sejumlah konsep new awam pariwisata yang telah disiapkan oleh Banyuwangi. Persiapan new awam pariwisata di Banyuwangi dilakukan dengan memadukan teknologi dan kesehatan.

“Kepada para pengelola pariwisata, kami tekankan bahwa jualan kita tak lagi sekadar harga murah dan suguhan wisata yang indah. Namun, juga harus memenuhi protokol kesehatan dan keamanan,” papar Anas.

Sebelumnya, berleleran Anas, pihaknya juga mengerjakan konsolidasi dengan perawakan masyarakat, perawakan agama untuk untuk penerapan new awam sebu masyarakat. Tak ketinggalan, berleleran Anas, pemkab juga menggelar musyawarah online dengan ratusan pelaku pesiar se-Banyuwangi

“Saat itu, kami mengajukan konsep wisata yang harus dipenuhi seluruh pelaku usaha pariwisata sebelum keran pariwisata dibuka. Bahwa pariwisata ke depan, tidak lagi sekedar menyajikan leisure, namun ke depan itu konsep wisatanya aman, bersih, dan sehat seperti yang dipandukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Harapannya, agar siapapun yang berwisata ke Banyuwangi bisa merasa aman dan nyaman,” jelasnya.

Konsolidasi dengan melimpah pihak ini, perkataan Anas, mendapat apresiasi berasal Presiden Jokowi.

“Saat kunjungan kerja ke Banyuwangi akhir Juni lalu, Presiden menilai Banyuwangi telah menyiapkan daerahnya menuju prakondisi normal baru berkat kolaborasi peran pemerintah daerah dan masyarakatnya. Tentunya, ini juga tak lepas dari arahan Ibu Gubernur agar penanganan COVID-19 menyinergiskan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya

Sejumlah inovasi juga telah disiapkan oleh Banyuwangi. Di antaranya mengerjakan fasilitasi teknologi di sejumlah tanahraya pesiar dan sarana pendukungnya.

“Untuk masuk destinasi apapun harus disiapkan secara online. Juga untuk mengatur kapasitas pengunjung,” otentik Anas.

Banyuwangi, perkataan Anas, juga mengerjakan sertifikasi protokol kesehatan COVID-19 untuk seluruh destinasi pesiar, hotel, homestay, dan kantin serta bar hingga warung-warung rakyat. Semua yang telah bertelur uji protokol ketat yang dijalankan dan disupervisi para mampu Dinas Kesehatan diberi sertifikat dan disajikan di aplikasi Banyuwangi Tourism.

“Ini memudahkan wisatawan, cari destinasi yang sehat mana nih, cari warung rakyat dengan protokol COVID-19 di mana, homestay mana yang seluruh prosesnya sudah memenuhi standar kesehatan, semua tersaji,” ujar Anas.

Meski habis mendapatkan stiker tanda sertifikasi, bagaimanapun juga beriktikad pelaku servis tidak dievaluasi. Gugus tugas Banyuwangi juga mengerjakan evaluasi dan memberi sanksi.

“Kami awali dengan sosialisasi sejak Juni lalu, yang diikuti dengan simulasi. Ternyata, dalam praktiknya ada yang tetap membandel. Seperti tidak ada pengaturan saat melayani, tidak menggunakan masker. Mereka kami evaluasi, pemiliknya kami ikutkan kelas pembinaan. Setelah paham, mereka baru kami ijinkan kembali melayani pembeli,” perkataan Anas.

Apa yang dilakukan Bupati Anas tersebut mendapat apresiasi berasal Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim, Difi Ahmad Johansyah. Difi menilai apa yang dilakukan Banyuwangi merupakan badai ahijau untuk membarukan ekonomi lingkungan.

“Gagasan yang diungkapkan Bupati Anas menyuntikkan energi dan spirit baru bagi kami semua. Inovasi dan ide baru akhirnya kembali menjadi kunci untuk menggerakkan daerah,” pungkas Difi.

(iwd/iwd)

Source Link

Wisata di Garut Terancam Tutup Lagi, Banyak Wisatawan Nggak Pakai Masker

Garut

Pemda Garut mengevaluasi pembukaan kesultanan wisata di Garut di tengah pandemi COVID-19. Masih berjibun wisatawan yang berpelesir di Garut tak pakai masker.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman bercakap, Pemda Garut sebu jika dekat akan mengevaluasi pembukaan kesultanan wisata Garut di tengah pandemi virus COVID-19 ini.

“Kami akan evaluasi. Apakah dilanjut atau tutup,” tutur Helmi kepada wartawan di kantornya, Selasa (14/7/2020).




Helmi berjalan, mencariangin dievaluasi lantaran Pemda menemukan bukti bahwa bersisa berjibun wisatawan yang berdarmawisata di Garut tanpa menerapkan protokol kesehatan ragam penggunaan masker.

“Contohnya di pantai itu masih banyak yang tak menggunakan masker. Padahal mereka sudah diingatkan oleh pengelola,” katanya.

Helmi bercakap, evaluasi rumit signifikan-berfaedah terhadap upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19 di Garut. Selain ditutup, Pemda memiliki opsi lain berhubungan kesultanan mencariangin. Salah satunya mencariangin meninggalkanbekas²jejaknlurus dibuka namun dengan pembatasan.

“Kita tidak melarang untuk berwisata, tapi tolong patui juga aturan protokol kesehatannya. Kami imbau wisatawan dan masyarakat mematuhi protokol kesehatan untuk kepentingan bersama,” berangus Helmi.

Sebelumnya seluruh bulan-bulanan mencariangin yang ada di Kabupaten Garut diperbolehkan buka pulih pergi Juni 2020. Saat itu Pemda berakhir berkehendak pengelola tegas menerapkan protokol kesehatan.

“Tempat wisata akan kami buka per 2 Juni, tapi dengan syarat protokol kesehatan,” tutur Bupati Garut Rudy Gunawan.

Rudy bercakap, bulan-bulanan mencariangin boleh buka dengan catatan signifikan-berfaedah. Para pengelola diminta tegas agar para pengunjung menerapkan protokol kesehatan ragam para pengunjung dan pengelola menggunakan masker, menerapkan social distancing hingga menyediakan kesultanan gebyur tangan.

Rudy berjalan, sama halnya dengan mal dan pasar, petugas jilid nantinya akan disiagakan di kesultanan mencariangin dan hotel di Garut. “Cuman di tempat wisata (selain TNI, Polri dan Nakes), ada tambahan unsur Satpol PP,” katanya.

Simak Video “Kembali Dibuka, Sejumlah Kawasan Wisata Cipanas Terpantau Sepi
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)



Source Link

Gunung Rinjani Buka 8 Destinasi Wisata

Jakarta

Tak perlu menyesal belum bisa mendaki gunung Rinjani. Pengelola TNGR telah membuka delapan destinasi unggulan di kakinya.

Nantinya, Anda bisa memupuk bilik di seluruh destinasi berpiknik ini. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menegaskan bahwa kawasannya bersisa molek Tahap I New Normal.

“8 Destinasi Wisata Non Pendakian yang dibuka di TN Gunung Rinjani Tahap I New Normal,” perkataan TNGR molek unggahan di Instagram resminya, macam dilihat detikTravel, Selasa (14/7/2020).




Untuk diketahui bahwa tiap destinasi berpiknik di kaki gunung Rinjani memiliki batasan pengunjung per harinya. Dan, Anda harus menahan- perasaan waktu ingin memupuk bilik di destinasi-destinasi itu.

“Waktu kunjungan wisata dibuka setiap hari Senin s.d Minggu pukul 09.00 – 15.00 WITA,” perkataan TNGR.

[Gambas:Instagram]

Berikut destinasi-destinasi di gunung Rinjani yang bertambah(usia) dibuka untuk polos, menyeluruh aturannya:

1. Otak Kokok Joben (Joben Eco Park) kuota per hari 227 marga dengan aktivitas outbond, edukasi, kemping dan hiking
2. Telaga Biru kuota per hari 84 dengan aktivitas berpiknik air, kemping dan hiking
3. Air Terjun Jeruk Manis kuota per hari 180 marga dengan aktivitas berpiknik air, kemping, edukasi dan hiking
4. Gunung Kukus kuota per hari 90 marga dengan aktivitas kemping dan hiking
5. Timbanuh (Air Terjun Mayung Polak) kuota per hari 60 marga dengan aktivitas berpiknik air, kemping dan hiking
6. Sebau kuota 22 marga per hari dengan aktivitas berdukun di pemandian air serius, kemping dan hiking
7. Savana Propok kuota per hari 150 marga dengan aktivitas kemping dan hiking
8. Air Terjun Mangku Sakti kuota 90 marga per hari dengan aktivitas berpiknik air, kemping dan hiking.

Beberapa kalau lalu, tersebar informasi bahwa korps pendakian gunung Rinjani dibuka lagi bertambah(usia) bulan Juli ini. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan untuk merintangi penularan COVID-19 selama pendakian.

Setelah cabut cukup antik, gunung Rinjani mudik dibuka bertambah(usia) 7 Juli 2020 andaikan wabah virus Corona belum betul-betul bubar. Namun, rencana ini bubar dilakukan.

Simak Video “Terjebak Arus Deras, 33 Wisatawan Air Terjun di Konawe Dievakuasi
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)



Source Link

Wisata Nepal yang ‘Berdarah-darah’

Kathmandu

Kondisi buana Nepal sama penaka negara-negara lain. Karena Corona, pariwisata cabar dan Gunung Annapurna tak bisa didaki.

Maret lalu Nepal resmi mengambil etape lockdown. Gerak pariwisata cabar, jalur-jalur pendakian sunyi. Imbasnya, spesies yang berpindah berpunca bidang ini harus menepi.

Industri Pariwisata Nepal diperkirakan kehilangan 34 miliar Rupee Nepal atau sekitar USD 282 juta. Jika dipersempit, tiap bulannya Nepal harus tulus untuk kehilangan USD 83 juta. “Kerugian ini diperkirakan akan melewati USD 332 juta hingga 21 Juli, perpanjangan batas waktu lockdown,” ujar Kementerian Nepal.

Angka ini berkeputusan diperkirakan oleh Satuan Tugas yang dibentuk Badan Pariwisata Nepal, Badan Promosi Utama Nepal dan Otoritas Penerbangan Sipil Nepal. Hal ini dihitung berpunca penutupan bidang perhotelan, perjalanan dan penerbangan.

Namun ada referensi pelonggaran penguncian cacah pada tanggal 10 Juni. Sebagian penuh kegiatan ekonomi diminta untuk sudi. Sayangnya bidang perhotelan dan penerbangan tak beranak padat daftar.

Saking ‘berdarah-darahnya’, sebuah delegasi pengusaha pariwisata di Nepal mengajukan memorandum kepada Menteri Pariwisata Nepal, Yogesh Bhattarai untuk membuka putar bidang pariwisata.

Tak cuma itu, pengusaha pariwisata juga menuntut agar Pemerintah Nepal mengizinkan pengoperasian kendaraan berpesiar, membuang sampah berpunca gunung dan mengerjakan pembangunan infrastruktur di tempat-tempat berpesiar. Khususnya di cacah tanpa pemukiman.

Isi memorandum itu juga berlekap soal izin operasi untuk maskapai penerbangan. Penerbangan domestik dan internasional didesak untuk dibuka dengan syarat protokol kesehatan.

“Setidaknya kami menginginkan kepastian kapan sektor ini akan dibuka kembali, sehingga kami bisa merencanakan masa depan,” ujar Binayak Shah, Wakil Presiden Asosiasi Hotel Nepal. Latar belakangnya berkeputusan jelas, tambahan pula ke sini luas wisatawan yang berkeputusan pergi mengerjakan pemesanan online untuk hotel, trekking dan mendaki gunung. “Kami juga harus membayar staf di tengah penutupan ini,” tambahnya memelas.




Simak Video “Maraton Ekstrem di Pegunungan Annapurna, Berani?
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)



Source Link

Pulihkan Terumbu Karang, Jadi Objek Wisata Alternatif Selain Dolphin

Tak ada penalaran telat porsi para pelaku pariwisata, pemandu berpelesir dan nelayan di Desa Kaliasem, Banjar untuk melestarikan terumbu karang yang berfungsi area pantai Lovina.

Kondisi terumbu karang yang menyemak dan cukup memprihatinkan kini dilakukan pemulihan dengan menanam terumbu karang.

JULIADI, Banjar

PAGI buta sejumlah pelaku berpelesir, para penyelam (diver) di pantai Lovina, nelayan Desa Kaliasem komponen polisi Polsek Banjar dan penggiat petak bergaul di Spice Beach Club bingkai pantai Lovina, Singaraja.

Mereka berusul membawa perlengkapan selam dan media transplantasi (mencangkok) terumbu karang yang nantinya akan dilakukan penanaman punca terumbu karang pada kedalaman laut 5-7 meter.

Hal ini dilakukan untuk merespons new teratur yang angkatkaki diberlakukan sejak Kamis (9/7) lalu.

Selain itu mereka pun akan mengerjakan pembersihan terumbu karang berusul sampah-sampah plastik yang berantai pada media terumbu karang yang sebelumnya rampung ditanam dibawah laut.

Sebelum berdansa menyelam ke lokasi balai terumbu karang yang di konservasi, pembersihan sampah plastik tambahan pula dahulu dilakukan di sepanjang bingkai pantai Lovina.

Baru sekitar pukul 10.00 pagi mereka berdansa ke laut. Berbagai perlengkapan untuk penanaman terumbu karang disiapkan angkatkaki berusul metal, karang dan palu dan perlengkapan lainnya.

Turut serta seandainya proses penanaman punca terumbu adalah Kapolsek Banjar AKP Agus Dwi Wirawan.

Kadek Pendi Wirawan, pemerhati petak Pantai Laut Lovina berkata, kerusakan terumbu karang di laut Lovina membawat memprihatinkan mencapai 30 sampai 40 persen seandainya ini.

Kerusakan terumbu karang lebih ramai oleh tangan manusia yang mencapai 80 persen. Berupa pembuangan sampah plastik, penggunaan potas seandainya memancing dan aktivitas manusia di laut lainnya.

Sisanya 20 persen permukaan buana seakan-akan gelombang atau arus laut. “Kondisi terumbu karang mengalami kerusakan sejak tahun 2016 lalu.

Setelah beberapa boleh jadi mengerjakan penyelaman dengan sejumlah peneliti dan pemerhati petak,” ungkapnya.

Melihat kondisi seakan-akan itu, dia dan sejumlah pemerhati petak lainnya angkatkaki mengerjakan rehabilitasi terumbu karang di Lovina sejak tahun 2019 lalu.

Hingga hari ini upaya penyelamatan terumbu karang Lovina terus berpunggung dengan tumpuan berusul berjenis-jenis pihak ditengah pandemi Covid-19.

“Sebelumnya tiga bulan yang lalu kami juga melakukan transplantasi terumbu karang dengan memasang sekitar 30 buah kaki spider berbentuk seperti kerangka laba-laba dengan ukuran 10×5 meter sebagai media,” ungkapnya.

Dia merapal tidak hanya dengan metode transplantasi pihaknya lakukan untuk penanaman terumbu karang di Pantai Lovina.

Pihaknya juga berusaha dengan metode stick dengan punca karang langsung ditempel dan ditancapkan ke berbobot kerikil.

Total ada sekitar 200 punca karang yang rampung ditanam di laut lovina dengan besar areal konservasi 5 are.  

Kondisi terumbu karang di laut Lovina setelah dilakukan pemulihan menaik sekitar 10-15 persen, namun bersisa kelas rendah.

Peningkatan ini akibat kondisi laut lovina yang angkatkaki resik berusul sampah juga aktivitas di laut Lovina yang buyar tubrukan pandemi Covid-19.

Selain itu angkatkaki adanya kesadaran masyarakat untuk tidak mengerjakan penangkapan ikan di cacah konservasi.  

“Kami juga saat ini lakukan fokus pemulihan terumbu karang pada kawasan sensitif area. Yakni kawasan yang biasanya dimanfaatkan oleh wisatawan untuk diving dan snorkeling,” pungkasnya.

Sementara itu, pelaku pariwisata sekaligus owne Spice Beach Club Lovina Nyoman Arya Astawa berkata, rancak mengerjakan rehabilitasi terumbu adalah salah bangun berusul pelaku pariwisata, nelayan di Lovina dan birokrat Polisi merespons new teratur.

Dia mengaku adanya perbaikan terumbu karang dengan mengerjakan konservasi di cacah Lovina sehingga bekerja berpelesir alternatif nantinya.

Jadi kelak wisatawan yang berusul ke Lovina tidak hanya menyasarmembelek dolphin. Melainkan dapat menikmati keindahan terumbu karang Lovina.

“Upaya konservasi yang dilakukan oleh pelaku berpelesir, para penyelam di Lovina, nelayan desa dan Polsek Banjar ini rampung membawat luar ratarata.

Mudah-mudahan ini juga akan menaik potensi berpelesir di Lovina. Sehingga memberikan tubrukan positif ditengah pandemi Covid-19,” tandasnya.“Sebelumnya tiga bulan yang lalu kami juga melakukan transplantasi terumbu karang dengan memasang sekitar 30 buah kaki spider berbentuk seperti kerangka laba-laba dengan ukuran 10×5 meter sebagai media,”   

Source Link

Kawasan Wisata Danau Toba Terapkan Transaksi Non-Tunai

Medan, Beritasatu.com – Untuk menaksir klaster trendi pandemi Covid-19 di lokasi pariwisata Danau Toba, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menggiatkan pelaku maupun pemangku kepentingan melawat pada tujuh kabupaten di Sumut, bagai kawasan yang memiliki pesona pariwisata itu, meskicakagar menggunakan transaksi non-tunai terhadap wisatawan yang berakar di Danau Toba.

Baca Juga: Destinasi Wisata di Sumut Mulai Menggeliat

Kepala Dinas Pariwisata Sumut, Ria Telaumbanua menyampaikan, transaksi non-tunai ini harus didorong bagai sektor bersumber pengetatan protokol kesehatan sebu menaksir penyebaran dan penularan di tengah pandemi Covid-19 tersebut. Pemangku kepentingan dan pelaku kontribusi melawat memiliki inovasi sebu membangkitkan pariwisata yang sempat ditutup akibat pandemi itu.

“Pada masa transisi ini, tatanan kehidupan yang baru atau new normal menjadi harapan baru bagi industri pariwisata untuk bangkit dari keterpurukan selama pandemi Covid-19. Kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi keharusan untuk dilaksanakan. Termasuk masyarakat di daerah lokasi pariwisata,” ujar Ria Telaumbanua di Medan, Minggu (12/7/2020).

Baca Juga: Pemprov Sumut Perketat Aturan Normal Baru

Ria menyebutkan, ada sekitar 30 persen destinasi pariwisata di cacah Danau Toba yang berhujung diuji coba untuk dibuka. Namun, perubahan kebiasaan perlu dilakukan. Setelah diterapkan new kebanyakan, maka secara otomatis wajib dilakukan perubahan kebiasaan. Tidak boleh lagi terlibat kebiasaan bertuah sebelum adanya pandemi. Destinasi melawat dibuka dengan melaksanakan kebiasaan trendi.

“Untuk sementara, target awal setelah lokasi pariwisata dibuka sampai Desember 2020 mendatang, wisatawan domestik merupakan salah satu sasaran dalam upaya pemulihan sektor pariwisata di Danau Toba. Wisatawan domestik yang dimaksud adalah wisatawan yang berasal dari dalam Provinsi Sumut. Jika mengharapkan orang luar seperti Jakarta untuk datang, sepertinya agak sulit. Sebab, mereka harus melalui protokol,” katanya.

Baca Juga: Kempupera Mulai Menata Kampung Ulos Samosir

Menurut Ria, untuk menggaet kunjungan wisatawan diperlukan terobosan terbaru. Harus ada inovasi pariwisata. Pelaku pariwisata juga dapat berekspansi piknik virtual dengan tarif tertentu untuk menggaet wisatawan luar. Potensi ini dapat diandalkan di tengah kebiasaan trendi sebu mempromosikan Danau Toba.

Adapun tujuh kabupaten yang memiliki kelompok pariwisata Danau Toba di Sumut adalah Kabupaten Simalungun, Kabupaten Toba, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Dairi, Kabupaten Tanah Karo dan Kabupaten Samosir. Danau Toba memiliki melimpah sekitar 1.145 kilometer persegi dengan kedalaman maksimal sekitar 1.600 meter.

Source Link