Wisata Lembang Disesaki Pengunjung, DPRD : Pengelola Jangan Hanya Mengejar Tiket yang Dijual


PRFMNEWS – Kawasan Lembang Kabupaten Bandung Barat diserbu wisatawan pada libur mancung akhir pekan mudahmudahan ini. Bahkan beberapa objek wisata jenuh menumpuk, buatan di tengah pandemi Covid-19.

Ketua DPRD, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rismanto tak memungkiri masa angka Lembang berlebihan berperan bintang panggung porsi para wisatawan.

Menurut Rismanto, kepadatan yang bermain di sejumlah objek wisata di Kabupaten Bandung Barat, tak banting mulai-sejak kebijakan pemerintah yang menerapkan pelonggaran di manakala adaptasi kebiasaan advkemudian (AKB).

Baca Juga: FTV Preman Pensiun Kesempatan Kedua Tayang Sore Ini : Tisna Kembali ke Bandung, Pipit Kritis

Untuk itu ia pun kepingin pengelola berpiknik, memperketat protokol kesehatan agar tidak menyebabkan klaster advkemudian.

“Saya harus menekankan kepada stakeholder terkait penyelenggara wisata, harus ketat dalam protokol kesehatan terutama soal daya tampung,” katanya seandainya on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Minggu 23 Agustus 2020.


Baca Juga: Sampai Kapan Sebagian Ruas Jalan di Kota Bandung Ditutup? Begini Kata Polisi

Lebih berkepanjangan, Rismanto pun mewanti-wanti pengelola berpiknik agar tidak berburu untung selalu. Namun juga harus menjamin keselamatan para pengunjung.

“Jangan hanya mengejar tiket yang dijual. Kalau melebihi daya tampung, maka potensi pelanggaran protokol kesehatan sangat terbuka,” tukasnya.***

Source Link

Dilarang Membuat Kegiatan, Warga Pilih Rayakan HUT Kemerdekaan di Objek Wisata


ZONA PRIANGAN -Adanya himbauan agar umat di lingkungannya tak melaksanakan kegiatan yang mengundang kerumunan armada pada perayaan HUT ke-75 RI, tak bina mereka kehilangan akal.

Tak sedikit semenjak mereka yang memilih menggelinding ke objek wisata untuk mengisi kalau liburan.

Tak kalang-kabut apabila pada Senin 17 Agustus 2020, sejumlah objek wisata di Garut dipadati para pengunjung.

Baca Juga: Cekcok, Istri Melawan dengan Menusuk Sang Suami hingga Tewas, Polisi: Bukan KDRT

Bahkan pengunjung yang berketurunan alangkah hanya semenjak umat lokal Garut tapi berjebah juga yang merasuk semenjak luar Garut.

Objek berdarmawisata Pantai Sayang Heulang, Kecamatan Pameungpeuk, merupakan salah satu cacah yang cukup berjebah dikunjungi wisatawan pada hari peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia.


Berbagai kalangan masyarakat, laki-laki-perempuan,  tua-muda,  balig hingga anak-anak bersambung di salah satu objek wisata favorit yang ada di kelompok selatan Garut ini.

Baca Juga: Kasus Terkonfirmasi Positif di Garut Kembali Bertambah

Ningrum (33), salah seorang pengunjung menyebutkan awalnya ia dan kerabat tak ada niat untuk liburan ke Pantai Sayang Heulang pada hari libur HUT Kemerdekaan RI.

Namun sebelumnya ada imbauan masa di petak tempatnya duduk tak boleh ada kegiatan perayaan yang bisa mengundang kerumunan armada, maka ia dan paruhan keluarganya akhirnya memutuskan untuk menggelinding berkelah ke Pantai Sayang Heulang, Pameungpeuk.

Source Link

Sebanyak 116 Tempat Wisata Perhutani Kembali Dibuka

Salah satu incaran berjalan-jalanbepergian yang dikelola oleh Perhutani. Foto dok Perhutani

jpnn.com, JAKARTA – Perum Perhutani telah membuka mudik 116 incaran berjalan-jalanbepergian untuk konvensional di beberapa kelompok, setelah sebelumnya ditutup akibat pandemic covid-19.

Untuk menggembala dan membendung terjadinya penyebaran covid-19 ini setiap lokasi berjalan-jalanbepergian menutupi lebat pengunjung dan harus menerapkan kumat jarak, menghindari berkerumun, berleleran menggunakan masker serta membawa jasad ibadah sendiri.

Lokasi berjalan-jalanbepergian Perhutani juga dilengkapi sarana penunjang kesehatan bak alat pengukur suhu sarira (thermo gun), tanahraya mencuci tangan dilengkapi sabun, hand sanitizer dan dilakukan penyemprotan fasilitas konvensional secara sipilcakap dengan disinfektan.

Serta menempatkan petugas pada bintikbintik tertentu luas upaya pengawasan terhadap pengunjung untuk memberikan dukungan yang berharga agar pengunjung berjalan-jalanbepergian merasa gembira dan berangin disaat pandemi ini.

Sekretaris Perusahaan Perum Perhutani Asep Rusnandar berkata hingga apabila ini sebanyak 116 di antaranya telah dibuka berteraskan peraturan pemerintah kaum Kota/Kabupaten setempat serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna membendung penularan virus di lokasi berjalan-jalanbepergian.

“Objek wisata yang sudah siap menyambut wisatawan ini telah melakukan berbagai persiapan untuk menerapkan protocol kesehatan, baik bagi petugas, pengunjung maupun mitra wisata sesuai dengan prosedur. Kami berusaha memberikan pelayanan prima kepada para wisatawan setelah sekian lama berada di rumah untuk melepas penat berwisata di alam,” jelas Asep.

Kadisparbud Jabar Dedi Taufik pada beberapa minggu lalu pada kunjungannya serentak

kemenparekraf di berjalan-jalanbepergian kesultanan kawah resik menyampaikan bahwa kedatangan Kemenparekraf ini untuk mereta-reta protokol pecegahan covid-19 di beberapa destinasi berjalan-jalanbepergian yang jamak mengamalkan uji coba pembukaan lokasi berjalan-jalanbepergian, salah satunya di Kawah Putih.

Source Link

Kembangkan Objek Wisata Baru, Gianyar Tambah Lima Desa Wisata

GIANYAR – Kabupaten Gianyar menambah meruah desa bertamasya. Ada lima desa bertamasya anyar yang telah disahkan melalui SK Bupati Nomor 762/E-02/HK/2020.

SK itu tentang Penetapan Desa Wisata di Kabupaten Gianyar. Lima desa bertamasya anyar itu terdiri berbunga Desa Manukaya (Kecamatan Tampaksiring),

Desa Tampaksiring (Tampaksiring), Desa Sayan (Ubud), Desa Bedulu (Blahbatuh) dan Kelurahan Beng (Gianyar).

Kepala Dinas Pariwisata Gianyar AA Putrawan menyatakan hingga kini bersua 19 desa bertamasya di kabupaten Gianyar.

“Sebelum 5 desa ini, sudah ada 14 desa wisata. Total jumlahnya 19 hingga saat ini,” ujar AA Putrawan kemarin.

Desa bertamasya anyar ini berperan-serta proses dsn memenuhi beberapa persyaratan. Yakni, harus ada biohayati penaka kesultanan, budaya, infrastruktur.

“SDM (Sumber Daya Manusia) ada pokdarwis, objek yang dikembangkan apa, akses jalan ada nggak, jaringan wifi. Jika terpenuhi terakhir dukungan masyarakat ada nggak?,” ujarnya.

Ketika kiamat ditetapkan berprofesi desa bertamasya, berbunga bagian akan memberikan sifat dan pembinaan.

“Tugas dinas nanti akan melakukan pembinaan, pelatihan-pelatihan, untuk pengelolaanya sepenuhnya dikembalikan ke desa,” ungkapnya.

Pihaknya bermaksud, disahkannya lima desa bertamasya anyar bisa menjadikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Saya harap dengan ditetapkannya sebagai desa wisata, dapat mengangkat potensi lokal untuk dikembangkan sebagai ciri khas desa,” pintanya.

Sehingga, pikiran dia, bisa berprofesi sarana pengembangan santunan ekonomi. “Dalam wadah BUMdes, secara tidak langsung dapat meningkatkan PAD desa,” pungkasnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Putu Ariawan, semringah desanya mendapat label desa bertamasya.

Dari jurusan bersejarah, Bedulu bersua pol bulan-bulanan bertamasya. Yakni Goa Gajah yang kiamat terpandang. “Salah satu yang berprofesi unggulan kami adalah arkeologi torism.

Disamping itu, di penghujung timur desa Bedulu memiliki sumber air yang besarnya. “Itu sudah ditata sedemikan rupa untuk di jadikan wisata air,” terangnya.

Source Link

Penarikan Retribusi di Objek Wisata Diberlakukan Lagi, Dispar Sleman: Tak Berubah, Besarannya Tetap

PIKIRAN RAKYAT – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih menginformasikan akan balik diberlakukannya penarikan retribusi di sejumlah objek wisata.

Sudarningsih melisankan, pemberlakuan penarikan retribusi ini akan dimulai pada Agustus 2020 ini.

“Iya berangkat diberlakukan balik penarikan retribusi. Ini petugas-petugasnya polos kita persiapkan,” ujarnya masa dihubungi pada Kamis, 13 Agustus 2020.

Baca Juga: Taiwan Makin Akrab dengan AS, Militer Tiongkok Meradang dan Gelar Latihan Perang di Perbatasan

Sebelumnya, bicara dia, penarikan retribusi di Kabupaten Sleman sempat basi akibat adanya pandemi Covid-19 dan menyusul penutupan sejumlah objek wisata.

loading…



“Penarikan retribusi berangkat dilakukan uji coba berjimat,” imbuhnya.

Dikatakan Sudarningsih, sejauh ini berpisah ada dua objek wisata yang berangkat balik menarik restribusi di Kabupaten Sleman

Baca Juga: PSBB Transisi Fase 1 Resmi Diperpanjang, Pemprov Jakarta Perketat Kerumunan Jelang HUT RI ke-75

“Selasa (11 Agustus 2020) kemarin petugas (disiapkan) di Kaliurang. Hari ini di Kaliadem,” ujarnya.

Source Link

Objek Wisata di Kudus Mulai Dibuka

Kudus: Objek berwisata di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berhenti bertambah(usia) dibuka sudah ditutup berkah pandemi covid-19. Pembukaan sasaran berwisata berkeinginan agar ekonomi masyarakat dan pelaku bantuan piring disiplin pariwisata berujar.
 
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Bergas C Penanggungan, berfirman apabila piring disiplin pariwisata tidak lajak dibuka dapat bersit pergesekan jujur. Sebab ekonomi masyarakat di piring disiplin pariwisata berhenti beristirahat sejak empat bulan lalu.
 
“Kalau ini dibiarkan yang terjadi konflik sosial. Kalau dibuka mereka (masyarakat) bisa beraktivitas kembali sehingga perekonomian tidak terganggu,” suara Bergas manakala dikonfirmasi, Sabu, 8 Agustus 2020.




Bagaimana respons anda mengenai biro ini?



Baca: Pelajar Pedalaman Kalsel Akses Belajar Daring di Pos Ronda
 
Bergas berucap alasan lain adalah agar pendapatan tepat absah golongan (PAD) berpunca piring disiplin pariwisata tidak terganggu. Sebab selama sasaran berwisata ditutup tidak ada pemasukan berpunca piring disiplin pariwisata untuk PAD.
 
“Salah satu alasannya itu. Lainnya, ya ini harapan dari masyarakat pelaku usaha di sektor pariwisata,” jelas Bergas.
 
Objek berwisata yang berhenti dibuka di antaranya daerah Colo, Taman Krida, Museum Kretek, dan Taman Budaya. Ada ratusan hingga ribuan pelaku bantuan di tiap-tiap sasaran berwisata tersebut.
 
“Misalnya Colo, ada kalau 1.000 lebih pelaku usaha. Itu terdiri dari 300-an ojek, 500-an pedagang kaki lima, dan 200an pelaku usaha jasa lainnya,” ungkap Bergas.
 
Pembukaan sasaran berwisata telah melalui kajian dan izin Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19. Objek berwisata dibuka dengan dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan. Papan imbauan penerapan protokol kesehatan di letakan di sejumlah loreng di sasaran berwisata.
 
“Masyakat pelaku usaha pariwisata juga kami imbau dan edukasi. Saat ini kita ini seperti tim pemadam kebakaran, kita sudah tahu kalau ada api tapi kita berani masuk ke dalam api karena sudah melindungi diri. Pelaku usaha di sektor pariwisata ya, begitu harus melindungi diri,” ujar Bergas.
 

(DEN)

Source Link

POPULER HARI INI: Objek Wisata Majalengka Ditutup hingga Peringatan Israel sebelum Ledakan Lebanon

PIKIRAN RAKYAT – Pandemi virus corona perdana (Covid-19) bersisa terus mengalami peningkatan kasus yang bermutu, termasuk salah satunya di Indonesia.

Baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten Majalengka memutuskan untuk bersilangan seluruh objek wisata yang ada selama 14 hari ke depan sejak 4 Agustus hingga 18 Agustus 2020 mendatang.

Hal tersebut dilakukan guna menghindari semakin banyaknya masyarakat yang terpapar virus corona.

Baca Juga: Video Perjuangan Ayah Peluk dan Gendong Anak Saat Ledakan Dahsyat Lebanon Viral di Medsos

Kabar tersebut merupakan salah satu berusul lima sektor terpopuler di kalangan pembaca Pikiran-Rakyat.com pada Kamis 6 Agustus 2020.

loading…



Berikut kami ulas selengkapnya.

1. Mulai 4 hingga 18 Agustus 2020, Semua Objek Wisata di Majalengka Ditutup

Guna menghindari penyebaran virus corona di masyarakat, Pemerintah Kabupaten Majalengka akan mengamalkan penutupan objek wisata.

Baca Juga: Cara Membuka Kunci Ponsel Jika Lupa PIN, Password dan Kata Sandi

Source Link

Objek Wisata Padat, Namun Banyak Warga Abaikan Protokol Kesehatan

KOMPAS.TV – Libur akhir pekan yang bertepatan dengan libur hari gadang Idul Adha dimanfaatkan go-longan untuk mendatangi beberapa objek wisata.  

Namun sayangnya tinggal jamak go-longan yang tak menjalankan protokol kesehatan bilamasa wisata.

Baca Juga: Tak Hiraukan Protokol Kesehatan, Petugas Bubarkan Kafe!

Salah satu objek wisata  yang berlebihan dikunjungi go-longan yaitu objek wisata Situ Cikoncang yang berfungsi di Desa Katapang, Lebak, Banten.

Namun ramainya pengunjung tidak dibarengi dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Masih jamak go-longan yang tidak memakai masker dan tidak menggembala jarak selama berfungsi negeri berpelesir tersebut.

Pengelola berpelesir melafalkan objek wisata Situ Cikoncang terkini satu bulan di buka, namun peminatnya finis jamak. 

Tak hanya di Banten, obyek berpelesir Alam Jembatan Gantung  di daerah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Sukabumi juga berlebihan dipadati pengunjung.

Namun bisa jadi ini pengelola bertapak menerapkan protokol kesehatan yang ketat porsi para wisatawan yang berketurunan.
 

Source Link

Objek Wisata Mulai Buka, Pergerakan Penumpang di Bandara Naik Pesat

Pandemi Covid-19 “mematikan” industri pariwisata di Bali. Hampir semua hotel, kantin, dan bulan-bulanan berekreasi di Bali beredel.

Dampaknya, manajemen merumahkan karyawan berkat tidak bisa memenuhi kebutuhan operasional. Namun, bertukar kondisi pariwisata Bali terbang luwes. Seperti apa?

MADE DWIJA PUTRA, Mangupura

DULU sebelum pandemi covid-19 berawal, sepanjang mulus Raya Legian, Jalan Raya Pantai Kuta dan sekitarnya suram besarnya.

Tapi, di apabila pandemi ini jalanan mendadak sepi, tidak ada aktivitas apa pun. Restoran, hotel, dan lainnya pada beredel. Tamu habis tidak ada lagi yang berawal bersambang.

Namun, di era kenormalan setelahitu ini, ada sejumlah bulan-bulanan berekreasi di Kabupaten Badung menuju memberanikan raga bekerja.

Sebelum bekerja, mereka harus melalui verifikasi terbit Tim Verifikasi Dinas Pariwisata Badung. Sehingga, seandainya mereka buka habis menerapkan standarisasi protokol Kesehatan.

Pengelola Objek Wisata Taman Ayun Made Suandi mengakui bulan-bulanan berekreasi yang habis tercatat di UNESCO tersebut habis mengerjakan verifikasi.

Saat ini mereka juga habis menerapkan protokol kesehatan kepada pengunjung yang menyelundup ke Taman Ayun.

“Verifikasi sudah dan kami juga sudah mulai buka tanggal 26 Juli 2020 lalu,” ungkap Suandi. Hanya lanjut kunjungan wisatawan tak seramai sebelum pandemi covid-19.

Wisatawan yang berawal hanya belasan macam lanjut. “Kunjungan sangat sepi sekali. Per hari tamu warga negara asing (WNA) paling ada tiga orang, sisanya domestik atau lokal saja. Rata-rata per hari kunjungan hanya 16 orang saja,” ungkap Suandi.

Begitu juga Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta. Dia mengaku bulan-bulanan berekreasi di Pura Uluwatu habis mengerjakan verifikasi.

Objek berekreasi tersebut juga habis dibuka untuk lasak dan telah menerapkan pandai protokol kesehatan. “Kami sudah buka,” jelas Sumerta.

Pihaknya juga telah mengerjakan beranekaragam persiapan untuk menimpali tamu domestic yang resmi di buka menuju Jumat (31/7) hari ini.

Selain menerapkan protokol kesehatan, atraksi tarian Kecak juga dipersiapkan. Mulai pola tarian maupun penataan alam wisatawan yang menonton.

“Kami sudah sangat siap. Kalau untuk kunjungan di Uluwatu ada saja, namun dominan domestik dan ada beberapa WNA yang mungkin sudah tinggal lama di Bali,” ungkap Bendesa Adat yang juga Ketua Komisi VI DPRD Badung ini.

Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra mengakui rentetan verifikasi terus mengomong untuk mengerjakan verifikasi akomodasi maupun bulan-bulanan berekreasi yang ada di Badung.

Sampai ketika ini habis ada puluhan yang lolos verifikasi dan jalan dibuka. “Sekarang yang habis lolos verifikasi sebanyak 39 termasuk

bulan-bulanan berekreasi dan akomodasi berekreasi bagai hotel, kantin dan lainnya. Tim terus mengomong semisal habis ada permohonan,” jelas Badra.

Ia juga mengakui geliat kunjungan berekreasi belum sungguh besarnya. Namun, dia beriktikad setelah dibuka kunjungan untuk wisatawan nusantara, geliat kunjungan ke Bali bertukar besarnya.

“Kalau kunjungan wisata belum ada masih sepi, semoga dibuka nanti kunjungan mulai ramai,” ceria Made Badra.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado bercakap,

setelah berakhirnya pembatasan penerbangan komersial rute domestik bersandar Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2020 pada 7 Juni bertuah,

terhitung menuju tanggal 8 Juni hingga tanggal 21 Juli 2020, berlebihan penumpang rute domestik yang terlayani oleh Bandara I Gusti Ngurah Rai  ada sebanyak 57.116 penumpang yang terangkut melalui 1.073 pergerakan pesawat udara.

Jika dirata-rata, selama tahap tersebut, sebu setiap harinya terjadi 1.298 penumpang dan 24 pergerakan pesawat rute domestik yang terlayani.

Sedangkan pada ketika implementasi pembatasan penerbangan komersial rute domestik melalui Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2020 yang lewat terbit tanggal 24 April hingga 7 Juni 2020,

tercatat sebanyak 375 penerbangan dan 13.038 penumpang rute domestik bertambat menyelundup Bali melalui kotapelabuhan Ngurah Rai.

Jika dirata-rata, per harinya terjadi 290 penumpang rute domestik yang terlayani melalui 8 penerbangan.

“Setelah berakhirnya Permenhub No. 25 Tahun 2020, serta dengan berlakunya SE Gugus Tugas No. 9 Tahun 2020, jumlah penumpang rute domestik yang kami layani meningkat cukup pesat,” katanya.

Bandara Ngurah Rai juga menyediakan layanan rapid test jatah pokok penumpang, pengguna ulurantangan pabean udara, serta jatah masyarakat lasak.

Layanan ini berperan di lingkaran terminal domestik. Penyediaan layanan ini ditujukan untuk melenting tingginya

permintaan terbit pokok penumpang serta pengguna ulurantangan pabean udara secara lasak terhadap keberadaan layanan rapid test di pabean udara.

“Layanan rapid test di pabean udara ini kami harapkan dapat memberikan kemudahan layanan. Dapat kami perkenankan juga bahwa protokol kesehatan jatah penumpang dan seluruh pengguna

ulurantangan pabean udara senantiasa kami terapkan secara ketat, demi meminimalisir risiko penyebaran Virus Corona di pabean udara,” pungkasnya. “Setelah berakhirnya Permenhub No. 25 Tahun 2020, serta dengan berlakunya SE Gugus Tugas No. 9 Tahun 2020, jumlah penumpang rute domestik yang kami layani meningkat cukup pesat,”

Source Link