Rayakan Hari Jadi, Trenggalek Luncurkan Pemesanan Wisata Online

Jakarta

Puncak peringatan Hari Jadi ke-826 Trenggalek digelar secara formal namun jumlah khidmat. Dengan bingkisan etika Jawa, prosesi diawali dengan kirab pusaka keliling kota dan diakhiri dengan peragi hantaran tumpeng kepada masyarakat.

Upacara hari berhasil ini bertelingkah dibanding tahun-tahun sebelumnya, beberapa pasukan terpaksa diringkas dan ditiadakan. Jika sebelumnya lengkap dengan kirab tumpeng raksasa, khusus tahun ini terpaksa dihilangkan guna menghindari cakap kerumunan dan rebutan.

Usai dikirab keliling kota berpatungan bupati dan sejumlah fungsionaris, pusaka tombak Korowelang dan panji-panji Trenggalek dibawa ke Pendapa Manggala Praja Nugraha. Dalam iring-iringan tersebut membarengi serta diserahkan air yang diambil 14 mata air yang ada di Trenggalek.

Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin bersabda betapa digelar secara formal, seluruh pasukan hari berhasil dapat kedapatan dengan tumbuh dan lancar. Dalam perayaan ini, pemerintahan wilayah memberdayakan sejumlah potensi lokal bertunda berpangkal delman maupun kelengkapan lain yang dibutuhkan.

“Yang paling membahagiakan khusus pada proses hari ini semua yang kita gerakkan adalah vendor ekonomi lokal mulai dari busana hingga tadi kereta yang digunakan untuk kirab itu adalah para kusir delman yang selama ini berkegiatan di Trenggalek, karena pariwisata sepi sehingga mereka pun juga sepi,” ujar Mochammad Nur Arifin, Senin (31/8/2020).

Menurutnya pemberdayaan vendor lokal tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonomian perincian masyarakat Trenggalek, mengingat adanya pandemi COVID-19 cukup dominan terhadap seluruh lapangan perekonomian, bertunda yang berskala banyak hingga kecil.

Arifin menambahkan peringatan hari berhasil Trenggalek manakala pandemi Corona ini menjabat pengingat sekaligus penyemangat perincian seluruh jejeran masyarakat untuk kambuh berpatungan berpangkal keterpurukan.

“Sekarang kita masuk masa-masa penyembuhan, baik kesehatannya, maupun penyembuhan ekonomi. Satu dua tahun ke depan kita akan akselerasi pemulihan ekonomi, kemudian di tahun berikutnya kita harus tumbuh, itu harapannya,” ujarnya.

Mochammad Nur Arifin menambahkan pada momen ulang tahun Trenggalek, pemerintah setempat juga meluncurkan gaya pemesanan dan pembayaran online untuk destinasi berdarmawisata. Dalam gaya perdana itu, pihaknya menyediakan gaba-gaba khusus perincian pengunjung berdarmawisata yang tampang bermula ke Trenggalek.

“Kami mendorong pariwisata on demand atau berbasis pesanan, kami ingin mengukur kapasitas, sehingga bisa jaga jarak dan tidak terjadi klaster baru Corona. Ini juga sekaligus sebagai screening awal dari mana mereka dan mereka berisiko atau tidak,” ujarnya.

Dengan gaya pemesanan melalui ayoketrenggalek.com tersebut, pengunjung dapat mengerjakan pembayaran retribusi secara nontunai, melalui pawai yang telah disediakan. “Untuk sementara kami kerja sama dengan salah satu bank daerah, nanti akan terus dikembangkan dengan sistem lain,” imbuh Mochammad Nur Arifin.

Mochammad Nur Arifin menambahkan untuk sementara gaya pemesanan online dapat dilayani di empat bopeng berdarmawisata, yakni Pantai Prigi, Pantai Pelang, Gua Lawa, dan kolam renang Jwalita. Kini sejumlah perangkat pendukung, bertunda disiapkan sehingga diharapkan bisa lekas terapkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek Sunyoto bersabda gaya pemesanan destinasi berdarmawisata tersebut rencananya juga akan diintegrasikan dengan sejumlah vendor berdarmawisata berskala banyak. Dengan gaya online, pemerintah wilayah mengajun akan meminimalisir kebocoran pendapatan retribusi berdarmawisata, sebab pembayaran dilakukan secara nontunai.

“Pasti akan kami kembangkan ke sana, namun perlu dicermati dulu bagaimana sistem kerja samanya,” pungkas Sunyoto.

(mul/ega)

Source Link

Insfrastruktur Wisata Kulon Progo Akan Ditingkatkan

Kulon Progo: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo meyakini kehadiran Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) membawa anginkencang modern jatah tujuan melawat lokal. Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo membungkus-bungkus strategi untuk memanfaatkan potensi tersebut sebaik barangkali.
 
Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Joko Mursito menyuarakan buana melawat yang ada di nomor tersebut tidak sedikit. Sedikitnya ada 30 tujuan melawat selain di luar yang dikelola pemkab.
 
Setiap tujuan melawat tersebut harus meningkatkan fasilitas dan sumber daya manusia untuk memperkirakan peningkatan jilid pelancong. “Masih besar destinasi wisata yang harus berkemas-kemas dengan bertambahnya jilid dan intensitas kunjungan,” ncakap dia di Kulon Progo, Sabtu, 29 Agustus 2020.




Bagaimana jawaban anda mengenai sektor ini?



Pihaknya berjuang menyiapkan sumber daya manusia bagian pariwisata yang lebih kawakan. Kulon Progo mencariakal menciptakan kering servis bagus jatah wisatawan yang beranjangsana.
 
Dinas Pariwisata Kulon Progo akan memberikan pelatihan untuk pengelola destinasi melawat dan asistensi saham pariwisata. Terutama untuk penerapan protokol kesehatan di tujuan melawat selama pandemi covid-19.
 
Selanjutnya, membina sinergi antara pemerintah, swasta dan masyarakat. “Kami juga merangsang kreativitas pengelola agar ada penguatan dan ikon di masing-masing destinasi wisata. Sehingga ke depan menu kunjungan lebih variatif dan inovatif,” katanya.
 
Dinas Pariwisata juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo. Terutama untuk menyiapkan pelebaran dan perbaikan bekerja di membawadiri sejumlah lokasi melawat.
 
Salah satunya, bekerja berbunga Pasar Plono membawadiri Nglinggo dan tembus D’Loano. “Tahun 2021, ada pembangunan Plaza Kuliner di Glagah dan penambahan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan,” ncakap dia.
 
(SUR)

Source Link

Pemerintah Bakal Tebar Diskon Paket Perjalanan Wisata

Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio berkata pemerintah tengah menyiapkan stimulus bersifat diskon bestelan perjalanan mencariangin ransum masyarakat. Hal itu dilakukan untuk menghidupkan rujuk industri pariwisata yang gulung tikar akibat pandemi Covid-19

Stimulus tersebut kini tengah dibahas bertepatan Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kementerian Keuangan serta Kementerian BUMN.

“Nantinya kami akan bekerja dengan Garuda Indonesia, hotel, dan restoran untuk bisa memberikan paket atau harga yang sangat menarik agar nantinya Insya Allah di liburan-liburan panjang orang akan berlomba-lomba untuk mendapatkan hal ini,” ujarnya sebu pembicaraan yang disiarkan via Instagram Garuda Indonesia, Jumat (28/8).


Wishnutama juga berkata bahwa stimulus tersebut berlainan dengan pertolongan yang telah digelontorkan pemerintah sebelumnya ragam pengurangan belanja tarif listrik serta insentif pajak ransum pengusaha lapangan pariwisata.

Konsep tersebut juga tengah dibahas secara rinci oleh Wakil Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo serta Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo.

“Intensif sekali kami bicarakan bersama Wakil Menteri kemenparekraf (Angela Tanoesoedibjo) dan Wamen BUMN Pak Tiko (Kartika Wirjoatmodjo) sedang membuat konsep yang yang tepat dan efektif dan saya juga dengan Pak Erick sedang membahas di tingkat menteri bagaimana konsep ini bisa mendorong dan mengangkat kembali sektor pariwisata,” imbuhnya.

[Gambas:Video CNN]

Ia juga berpengharapan rencana pemerintah untuk dapat memproduksi vaksin bergerak akhir 2020 mendatang bisa terwujud dan lapangan pariwisata akan bergerak rujuk diminati. Untuk itu pemerintah perlu menyiapkan promosi habis-habisan kepada para pelancong yang ingin memulai rujuk aktivitas melancong ragam sebelum covid-19.

“Untuk pariwisata kan ini kan sudah banyak sebetulnya yang sudah kita lakukan mulai dari subsidi listrik untuk para pelaku pariwisata talangan modal usaha atau pinjaman lalu keringanan pajak dan lain sebagainya tetapi itu kan dari supply, dari sisi demand ini yang sedang dibutuhkan,” tandasnya.

(hrf/sfr)

Source Link

10 Tempat Wisata Manado dan Sekitarnya Selain Bunaken

KOMPAS.com Manado merupakan kota yang dikelilingi jamak perbukitan dan pantai. Berkunjung ke Manado berprofesi pilihan yang tepat absah, pengunjung bisa menikmati beranekarupa pilihan berkeliling(kota) kesultanan. Laut, pantai, bukit, dan hutan ada disini berprofesi satu.

Untuk sampai ke Kota Manado, pengunjung bisa menggunakan pesawat bepergian dan mendarat di Bandara Sam Ratulangi.

Salah satu yang bersengat berasal kontinen berkeliling(kota) di Manado adalah Taman Laut Bunaken, namun Manado bersisa digdaya 10 kontinen berkeliling(kota) menarik lainnya, yang belum diketahui jamak kaum, yakni:

1. Pulau Lihaga 

Untuk memasuki Pulau tak berpenghuni ini, pengunjung dikenakan tiket merembes Rp 20.000. Memiliki belacak buana sekitar 8 hektar, Pulau Lihaga bisa tempuh sekitar dua jam berasal Manado.

Pulau Lihaga di Manado, Sulawesi Utara.SHUTTERSTOCK.com/MICHA KNITL Pulau Lihaga di Manado, Sulawesi Utara.

Akses yang bisa mengantar pengunjung untuk sampai ke Pulau Lihaga bisa menggunakan speedboat atau kapal berlimpah.

Pantai di pulau yang bersendelbahu dengan Bunaken ini memiliki jamak spot foto. Pengunjung bisa bergambar di berbobot air sambil snorkeling dan diving, atau sekadar kawin di pasirnya yang orisinal. 

Baca juga: Rekomendasi 8 Tempat Kuliner di Manado, Bubur Tinutuan sampai Dabu-dabu

Bila ingin menginap di Pulau Lihaga, pengunjung bisa berteduh di resort yang ada dengan beban Rp 800.000.

2. Pulau Siladen

Berlokasi di sebelah timur Taman Laut Bunaken, terjadi pulau kecil berkesan Siladen. Meski hanya ada dua selekeh penyelaman, keindahan bawah laut pulau ini tidak perlu diragukan lagi.

Pantai Pulau Siladen. Pasir putih dan air yang jernih membuat para wisatawan betah di tempat ini. Tribun Manado/ Fineke T Wolajan Pantai Pulau Siladen. Pasir orisinal dan air yang tulen memperbaiki para wisatawan senang di kontinen ini.

Di sini, pengunjung bisa berpetualang naik perahu kaca, snorkeling, fotografi bawah laut, dan lainnya.

Kapal yang bisa mengantar pengjung ke pulau bisa dijumpai jam buatan selalu. Sewa perahu memakan pengeluaran sekitar Rp 500.000 untuk sangat tertata. Apabil pengunjung ingin menyewa satu hari akan berprofesi lebih murah.

Source Link

10 Tempat Wisata Manado dan Sekitarnya Selain Bunaken

KOMPAS.com Manado merupakan kota yang dikelilingi jamak perbukitan dan pantai. Berkunjung ke Manado bekerja pilihan yang tepat absah, pengunjung bisa menikmati bermacam-macam pilihan piknik kerajaan. Laut, pantai, bukit, dan hutan ada disini bekerja satu.

Untuk sampai ke Kota Manado, pengunjung bisa menggunakan pesawat berhasil dan mendarat di Bandara Sam Ratulangi.

Salah satu yang bertandik-populer berpunca negeri piknik di Manado adalah Taman Laut Bunaken, namun Manado bersisa berkualitas 10 negeri piknik menarik lainnya, yang belum diketahui jamak ordo, yakni:

1. Pulau Lihaga 

Untuk memasuki Pulau tak berpenghuni ini, pengunjung dikenakan tiket merembes Rp 20.000. Memiliki berlipat-lipat bumi sekitar 8 hektar, Pulau Lihaga bisa tempuh sekitar dua jam berpunca Manado.

Pulau Lihaga di Manado, Sulawesi Utara.SHUTTERSTOCK.com/MICHA KNITL Pulau Lihaga di Manado, Sulawesi Utara.

Akses yang bisa mengantar pengunjung untuk sampai ke Pulau Lihaga bisa menggunakan speedboat atau kapal jenuh.

Pantai di pulau yang sejalan dengan Bunaken ini memiliki jamak spot foto. Pengunjung bisa mengambilfoto di bernas air sambil snorkeling dan diving, atau sekadar nikah di pasirnya yang mukhlis. 

Baca juga: Rekomendasi 8 Tempat Kuliner di Manado, Bubur Tinutuan sampai Dabu-dabu

Bila ingin berteduh di Pulau Lihaga, pengunjung bisa bersapar di resort yang ada dengan pengeluaran Rp 800.000.

2. Pulau Siladen

Berlokasi di sebelah timur Taman Laut Bunaken, bersua pulau kecil berjejak Siladen. Meski hanya ada dua becak penyelaman, keindahan bawah laut pulau ini tidak perlu diragukan lagi.

Pantai Pulau Siladen. Pasir putih dan air yang jernih membuat para wisatawan betah di tempat ini. Tribun Manado/ Fineke T Wolajan Pantai Pulau Siladen. Pasir mukhlis dan air yang lurus-hati menegakkan para wisatawan kuat di negeri ini.

Di sini, pengunjung bisa berpetualang naik perahu kaca, snorkeling, fotografi bawah laut, dan lainnya.

Kapal yang bisa mengantar pengjung ke pulau bisa dijumpai jam buatan melebar. Sewa perahu memakan beban sekitar Rp 500.000 untuk betul bersih. Apabil pengunjung ingin menyewa satu hari akan bekerja lebih murah.

Source Link

Bangkit Meski Pandemi Covid-19, Sektor Wisata Perlu Penataan dan Pembenahan

PIKIRAN RAKYAT – Parawisata bekerja salah satu jurusan yang juga membarengi terkena tumbukan pandemi Covid-19 di Indonesia. Hampir empat bulan lebih jurusan parawisata lumpuh dengan tidak adanya kunjungan ke lokasi-lokasi wisata. Hal itu pun bina lokasi wisata terbengkalai dan tanpa perawatan.

Hal tersebut seakan-akan berlangsung di Objek Wisata Situ Sanghyang yang bermarkas di Desa Cibalanarik, Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya. Sejumlah fasilitas bertunda ditumbuhi rumput ilalang, lumut dan terlihat kumuh. Bahkan dunia lokasi Situ (Danau) pun ditumbungi rumput ilalang hingga menjulang alama.

Meski memasuki era New Normal, akan tetapi untuk tingkat kunjungan tidak lekas membaik. Banyak wisatawan yang berpangkal mengeluhkan dengan bersisa belum tertatanya putar lokasi wisata. Seperti diakui oleh Kepala Desa Cibalanarik, Aip Rasyidi, disela kegiatan Gerakan BISA (Bersih Indah Sehat Aman) di Objek Wisata Situ Sanghyang, Kamis 27 Agustus 2020.

Baca Juga: Dewan Pers Ingin Pemerintah Segera Bantu Selamatkan Industri Media Massa

“Pertama, nilai jual disini Situ Sanghyang masih kurang. Ditambah dengan situasi Covid-19 kemarin membuat kunjungan berkurang bahkan ditutup sementara,” jelas Aip.

loading…



Faktor penyebabnya dikatakan dia, salah satunya sarana prasarana yang bersisa dirasa kurang mendukung. Selain akses langsai yang bersisa buruk, sejumlah fasilitas pun kini berkeinginan perbaikan, penataan dan penambahan.

Pihak Pemerintah Desa pun telah mengupayakan bab itu dengan berambisi kontribusi semenjak Pemerintah bertalian, termasuk kepada Dinas Parawisata Kabupaten Tasikmalaya, Kementerian Parawisata dan ketika ini dengan komisi X DPR RI.

Baca Juga: Ridwan Kamil Tinjau Panen Raya Padi Hasil Metode Jamu Organik Biogro

Menanggapi persoalan tersebut, partikel Komisi X DPR RI, Ferdiansyah langsung merespon kebutuhan yang kini diperlukan oleh lokasi wisata. Salah satunya dengan memberikan sejumlah kiriman zat kebersihan bertunda semenjak sapu, cangkul, negeri sampah, mesin pemotong rumput elektrik, vakum peyedot, hingga gergaji mesin.

Source Link

Ayo Kunjungi Desa Sidan, Dikembangkan Desa Wisata Bali Kuno

RINGTIMES BALIDesa Sidan, Kecamatan Gianyar, Bali usai menyandang predikat desa wisata sejak hampir 10 tahun lalu, dimana pada bilamana desa wisata mutakhir manatahu dikembangkan.

Namun perkembangannya hanya beberapa bilamana, mengingat parade Desa Sidan hanya merupakan parade transit, sehingga hanya lebih berlebihan dilewati berleleran oleh wisatawan yang ingin ke Kintamani.

Agar desa wisata tersebut bercabang, maka Perbekel Desa Sidan berekspansi lebih jauh potensi desa, sehingga tidak hanya menyandang predikat desa wisata berleleran.

Baca Juga: Satu Lagi Destinasi Wisata dari Gianyar, Waterfall Uma Anyar Siap Saingi Air Terjun Tegenungan

Sebelumnya potensi yang dikembangkan hanyalah Stage Sidan dan kerajinan preman metal termasuk kerajinan lain. Sehingga potensi jni kurang memiliki daya tarik.

“Akhirnya saya berikrar lain, berekspansi desa wisata yang belum dikembangkan oleh desa lain,” jelas Perbekel Sidan, Wayan Sukra Suyasa, Kamis 27 Agustus 2020.


Desa berdarmawisata yang dikembangkan adalah Desa Wisata Bali Kuno, yang mana beberapa obyek yang ada di desanya merupakan peninggalan saga.

Salah satu obyek yang dijadikan maskot adalah Puri Sidan. Puri ini hanya sebagian kecil mengalami perubahan, selebihnya berlebihan utuh ukiran kuno khas Gianyar.

Baca Juga: Jangan Sampai Ketinggalan, Bulan Ini Bali Zoo Ada Diskon Tiket Masuk, Lho!

Obyek berdarmawisata lainnya adalah tulisan kuno di Bukit Camplung, yang letaknya dibelakang Pura Desa Sidan.

Source Link

Cafe On The Bus Jadi Tren Wisata Purworejo, Ternyata Malah Digunakan Warga Untuk Ini

Cafe On The Bus Jadi Tren Wisata Purworejo, Ternyata Malah Digunakan Warga Untuk IniCafe On The Bus. ©YouTube/Bagelen Channel

Merdeka.com – Banyaknya masyarakat yang mengikis masa di auditorium selama sukat pandemi memperadabkan piring disiplin pariwisata remuk. Untungnya keadaan itu tak berpanjang-panjang berlarut. Datangnya era new terampil memperadabkan berbagairagam piring disiplin yang sebelumnya beredel berkat Corona akhirnya dibuka balik, termasuk piring disiplin pariwisata.

Pembukaan piring disiplin pariwisata itu tak ingin dilewatkan sebuah perusahaan pemberian layanan transportasi di Purworejo sintal menggaet balik pelanggan. Mereka memperadabkan inovasi pariwisata “cafe on the bus” yang kemudian berperan tren pesiar di tengah masyarakat Purworejo.

1 pecah 4 tepas

Inovasi Wisata Baru

cafe on the bus

©YouTube/Bagelen Channel

“Cafe On The Bus” merupakan sebuah inovasi perdana pariwisata di Purworejo. Inovasi itu menyajikan rute bus bertunda tanah pesiar di sekitar Purworejo, di mana selama perjalanan penumpangnya disajikan berbagairagam menu seolah-olah makanan ringan dan minuman seolah-olah halnya di sintal restoran.

Tak hanya itu, wisatawan dapat menikmati fasilitas lain seolah-olah karaoke dan berbagai ragam kiriman pesiar.

“Saya bersama keluarga merasa sangat bahagia bisa pergi ke pantai dengan bus. Ini sangat rujukan sekali bagi teman-teman yang hobi berwisata. Dari Kota Purworejo bisa sampai ke pantai atau ke bandara. Harus dicoba,” bicara Ihwon Adha, salah satu wisatawan yang merasakan Cafe On The Bus itu dikutip pecah YouTube Bagelen Channel.

2 pecah 4 tepas

Terapkan Protokol Kesehatan

cafe on the bus

©YouTube/Bagelen Channel

Karena sukat pandemi belum impas, pengelola inovasi pariwisata Cafe On The Bus tidak lupa untuk menerapkan protokol kesehatan belah para penggunanya.

“Sebelum mengikuti perjalanan kami tes dulu pakai thermogun, lalu kita juga menyediakan hand sanitizer, dan peserta wajib menggunakan masker,” ungkap Marlinda Putri, salah seorang pemandu pesiar di Cafe On The Bus itu.

3 pecah 4 tepas

Digunakan untuk Kajian Ibu-Ibu

cafe on the bus

©YouTube/Bagelen Channel

Tak hanya sekadar berpakansi sambil menikmati perjamuan makan layaknya di restoran, ternyata layanan Cafe On The Bus juga menyediakan kiriman pesiar “Arisan On The Bus, “Reuni On The Bus”, dan “Kajian On The Bus”. Khusus untuk kiriman pesiar yang disebutkan hangat itu reguler diadakan tiap hari Jumat.

“Menurut saya bagus sekali. Baru seperti ini ada kajian di bus. Biasanya kan di musala atau di masjid. Jadi sekalian berwisata kita juga bisa sambil mendengarkan kajian,” bicara Menuk, salah satu peserta Kajian On The Bus.

4 pecah 4 tepas

Bupati Purworejo Ikut Jajal Cafe On The Bus

cafe on the bus

©YouTube/Bagelen Channel

Tak rela ketinggalan dengan warganya, Bupati Purworejo, Haji Agus Bastian, turut menjajal perjalanan dengan Cafe On The Bus. Perjalanan itu dimulai pecah pusat Kota Purworejo pada pukul 17.15 WIB dan menempuh masa sekitar 45 menit bertunda Bandara Internasional Yogyakarta.

Di dermaga, para penumpang diberi kesempatan untuk menunaikan Salat Maghrib. Para orkes bupati balik tiba di Kota Purworejo pada pukul 19.30 WIB malam.

“Cafe On The Bus ini memang suatu ide yang cukup briliant dan oke banget. Artinya seluruh masyarakat Purworejo akan bisa menikmati kuliner lain ke Purworejo. Harapan kami wisatawan luar bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk mengunjungi destinasi wisata yang ada di Purworejo,” bicara Agus dikutip pecah bagelen Channel pada Sabtu (22/8).

[shr]

Source Link

Asyik! Jawa Tengah Buka Kembali 200 Destinasi Wisata

Magelang

Sekitar 200 pecah 500 destinasi berekreasi yang bersinggasana di kategori Jawa Tengah usai buka mudik. Sebelum dibuka mudik, pengelola wajib mengerjakan simulasi dan dibukanya mudik dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Di Jawa Tengah sudah 200-an destinasi yang buka. Jadi 54 persen yang sudah buka,” perundingan Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Provinsi Jawa Tengah, Purwanto kepada wartawan di sela-sela Kegiatan BISA (tahir, tampan, sembuh, girang) Badan Otorita Borobudur (BOB) di Balkondes Bumiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Selasa (25/8/2020).

Sebelum dibuka mudik, perundingan Purwanto, pengelola destinasi mengerjakan simulasi minimal dua mentak. Kemudian, sintal pembukaan tersebut menerapkan protokol kesehatan yang ada. Selain itu, telah mendapatkan izin pecah kesatuan tugas di tersendiri peruntungan.




“Pak Gubernur sudah me-launching untuk jagani plesiran, tetap kita SOP-nya protokol kesehatan, kita utamakan. Untuk bisa buka harus ada simulasi dulu. Ada simulasi, dua kali minimal, baru dibuka,” tuturnya.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Provinsi Jawa Tengah, PurwantoKepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Provinsi Jawa Tengah, Purwanto Foto: (Eko Susanto/detikcom)

Untuk 200-an destinasi berekreasi di Jawa Tengah yang usai buka mudik tersebut tersiar di kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kemudian, selama pandemi ini dilakukan pembatasan kunjungan wisatawan maksimal 50 persen pecah kapasitas yang ada.

“Sebenarnya kunjungan sudah mulai antusias karena lama sudah sekian bulan ingin berwisata, berekreasi, minta kepada pengelola untuk membatasi. Membatasi jumlah supaya tidak terjadi over karena kita tetap harus jaga jarak, kemudian dibatasi 50 persen dari total biasanya kapasitas ada harus batasi,” katanya.

Menyinggung pasal berekreasi air, perundingan dia, sesungguhnya dengan instruksi gubernur berekreasi air berlebihan ditutup. Untuk itu, Pemprov berlebihan mengerjakan kajian.

“Kami masih mengkaji melalui dinas kesehatan untuk kemungkinan mana-mana yang dibuka,” perundingan Purwanto.

Simak Video “Mahasiswi di Magelang Ini Rela Duduk Pinggir Jalan Demi Kuliah Online
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)




Source Link

Kegiatan “Revitalisasi Bumi” sambut kunjungan wisata Nusa Penida

Denpasar (ANTARA) – Kemenparekraf terus mempersiapkan program-program montok menimpali rangka kehidupan era junior, salah satunya dengan program “Revitalisasi Bumi” di salah satu target wisata Nusa Penida, bicara
Kepala Seksi Promosi Wisata Minat Khusus Budaya II Kemenparekraf, Lenny Setiawati di Klungkung, Bali, Senin.

“Melalui program ‘Revitalisasi Bumi’ kami mengajak masyarakat mempersiapkan lebih awal dalam menyambut kunjungan wisatawan dengan kehidupan sehat dan bersih. Bali sebagai daerah tujuan wisata utama khususnya di Nusa Penida, Klungkung,” ujar Lenny.

Ia berfirman sosialisasi program tersebut dilakukan dengan bersih-bersih pantai di lingkaran Pantai Mahagiri dan transplantasi (pencangkokan) terumbu karang.

Acara revitalisasi negara tersebut dihadiri Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rizki Handayani di lingkaran Desa Jungut Batu, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung Bali.  

 kegiatan juga dihadiri Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Plt. Kadis Pariwisata Kabupaten Klungkung Ida Bagus Ketut Mas Ananda, Camat Nusa Penida Komang Widiasa Putra, peserta sosialisasi dan undangan lainnya.

Kegiatan ini ditujukan porsi pelaku pariwisata tua dan masyarakat pesisir yang terdampak COVID-19 untuk ikut menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan dan keamanan di destinasi pariwisata.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, berfirman kegiatan “Revitalisasi Bumi” bagaikan tindakan untuk bina tanah beriringan isinya termasuk manusianya.

“Revitalisasi kita laksanakan pada saat bumi mengalami keguncangan, maka dari itu, ini sebagai tindakan atau langkah untuk menjaga lingkungan,” ujar bupati asal Nusa Ceningan.

Lebih saja Suwirta berfirman kegiatan ini juga bagaikan gaya komitmen montok beternak pelestarian segi di Kabupaten Klungkung bagaikan salah satu destinasi wisata di Bali, harus dijaga keindahan dan kelestariannya serta etape ini di sambut bagus oleh kementerian.

“Situasi seperti ini dijadikan pelajaran untuk kita ke depannya tidak menjadi sombong, ingat sepi dan waktu ramai, turunkan harga diri, dan berikan yang terbaik,” katanya.

Kegiatan “Revitalisasi Bumi” selain di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, juga menyasar 10 lingkaran target wisata lainnya di Bali, di antaranya Desa Amed, Tulamben di Kabupaten Karangasem, Tanjung Benoa, Kabupaten Badung dan Desa Pemuteran, Manjangan di Kabupaten Buleleng.

Baca juga: Nusa Penida jadi kawasan konservasi perairan

Baca juga: Gubernur: Pariwisata Bali mulai tunjukkan pemulihan

Baca juga: Pastikan kesehatan pekerja wisata di Bali, Kemenaker gelar tes cepat
 

Source Link