Punya keunggulan flora binatang, Kemenparekraf optimalkan destinasi wisata Papua Barat

ILUSTRASI. Tempat wisata di Papua Barat

Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Guna mengerek kunjungan wisata di kelompok Indonesia sudut pandangan timur, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) optimalkan potensi destinasi wisata “birdwatching” di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, yang selama ini munjung diminati wisatawan.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf Rizki Handayani berbincang, Tambrauw memiliki keunggulan flora dan binatang yang potensial untuk dikembangkan serta diperkenalkan pada publik. 

Baca Juga: Virtual reality run series Mandalika diharapkan dapat menarik wisatawan

“Kita tahu Papua punya keunggulan flora dan fauna, seperti cenderawasih yang bisa ditemui dengan mudah di Tambrauw ini. Dan ini yang menjadi keunggulan dari Papua Barat, khususnya Tambrauw. Yang penting, kita ceritakan apa yang ada di Tambrauw dan sekitarnya. Kami lihat Tambrauw sebagai potensi di Papua Barat, bersama Raja Ampat dan Sorong,” perkataan dia sintal rilis yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (22/8).

Rizki pun mengimbau agar masyarakat memiara status Tambrauw ragam kelompok konservasi, yang akan nkuat(dugaan) mendukung nilai jual destinasi sintal industri pariwisata. 

“Status sebagai daerah konservasi jangan sampai hilang dari Tambrauw, karena inilah yang menjadi keunggulan dan nilai jualnya. Kami akan coba kolaborasi dengan kementerian dan lembaga lain untuk menjaga dan memaksimalkan serta mengembangkan konservasi di Tambrauw,” jelas Rizki.

Sementara itu Bupati Tambraw Gabriel Asem berkeinginan, Tambrauw yang dikenal ragam destinasi pariwisata burung khususnya jenis cenderawasih ini, dapat berprofesi portal berumbi untuk pengembangan ikon destinasi wisata kerajaan lainnya. 

Baca Juga: Begini cara pelaku kreatif kuliner berkembang di era new normal

“Hutan adat bila mempunyai nilai ekonomi tinggi, maka akan membantu masyarakat. Termasuk untuk mendukung kegiatan seperti birdwatching. Kami juga sudah membahas dalam sidang adat. Jadi bila tempat ini dikunjungi wisatawan, baik dalam maupun luar negeri, tidak akan ada masalah,” ujar dia.

Lebih berpanjang-panjang, Gabriel berhasrat pemerintah kelompok dan masyarakat agar menyertai memiara dan melestarikan lapangan. Sebab, masalah ini merupakan salah satu fase yang persis untuk memiara flora dan binatang yang ada di hutan bangun dengan normal.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkelompok dan berdayaguna.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai pertolongan yang bisa digunakan mengeluarkanuang di KONTAN Store.



Source Link

Libur Panjang, Destinasi Wisata Ramai Dikunjungi di Tengah Pandemi

Merdeka.com – Destinasi pesiar di Jawa Barat pada libur bangir pekan ini dipenuhi wisatawan. Hal tersebut berbalah pada okupansi hotel yang berserang, terutama bersumber adaptasi kebiasaan gres (AKB) menjabat kebijakan yang dipilih pemerintah untuk membangkitkan lingkungan pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Dedi Taufik bertutur kepadatan wisatawan terdengar di beberapa bintik pada libur bangir pekan ini. Di antaranya, bilangan Bandung Raya termasuk Kabupaten Bandung Barat (KBB), kemudian Bogor, Pangandaran, daerah Pantai Selatan dan Cirebon.

Ia memastikan koordinasi dengan pemerintah golongan, khususnya departemen pariwisata setempat terus bermusyawarah. Terlebih, para pelaku industri pesiar, termasuk hotel dan kafetaria serta pelayanan sejenis mayoritas tuntas menerapkan protokol kesehatan.

“Untuk jumlah wisatawan yang datang ke Jawa Barat masih dalam pendataan. Namun, memang terjadi kepadatan terutama sekitar objek wisata karena long weekend,” wicara dia kapan dihubungi, Sabtu (22/8.2020) malam.

Fungsi pengawasan yang dilakukan pemerintah melihat pada Surat Edaran Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Nomor 440/1222-Pemas Tahun 2020 tentang Panduan Strategi: Adaptasi Kebiasaan Baru Bidang Parbudekraf dengan berlandaskan Peraturan Gubernur Nomor 46 Tahun 2020 dan Peraturan Gubernur Nomor 60 Tahun 2020.

Ia mengakui bahwa tidak ada pemeriksaan khusus di ruas tol yang bilangan, khususnya kendaraan berasal bilangan luar Jawa Barat. Namun, di setiap keberangkatan angkutan kebanyakan ada pemeriksaan, angkatkaki berasal kapasitas angkutan kebanyakan hanya 75 persen hingga pengecekan suhu oleh thermo gun.

Fokus Pemerintah Provinsi Jawa Barat, ia sebut bersisa bertekun pada wisatawan domestik untuk membangkitkan putar industri pesiar. Sejak dibuka putar hotel di kapan AKB, wisatawan yang meronda ke jawa barat keseluruhan merupakan wisatawan nusantara.

“Target penyesuaian di masa pandemi Covid-19 sebanyak 19 juta orang. sejauh ini, okupansi hotel di Jawa Barat ada di angka rata-rata 40 persen sampai 50 persen. yang perlu digarisbawahi adalah semua hotel harus mengikuti aturan protokol kesehatan dan pengurangan dari total kapasitas,” jelas Dedi.

“Meski belum maksimal, tapi sejauh ini sektor pariwisata sudah mulai menggeliat, ditandai dengan meningkatnya okupansi hotel, namun demikian kita harus tetap waspada dan mengutamakan protokol kesehatan agar tidak terjadi klaster baru penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

1 berasal 1 peron

Source Link

Kemenparekraf percepat pemulihan destinasi wisata Wakatobi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/ Baparekraf) menerapkan program cleanliness, health, safety, and environmental sustainability (CHSE) di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, seakan-akan upaya percepatan pemulihan destinasi wisata tersebut ditengah pandemi Covid-19.

Melalui program Wakatobi Rebound, Kemenparekaf ingin membudayakan rujuk kepercayaan masyarakat untuk meladeni wisatawan di pada waktu adaptasi kebiasaan advkemudian.

Hal itu dinilai bermakna mengingat Wakatobi merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Prioritas dengan daya tarik pangkal keindahan taman bawah laut yang berkesudahan mendunia.

Baca Juga: Pemulihan ekonomi di sektor pariwisata jadi program besar pemerintah

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari, berkata, efek program Wakatobi Rebound ini diharapkan memberikan hantaman positif berjemaah.

“Sinergi berbagai elemen pariwisata sangat mendukung berjalannya program ini. Kami pun memberikan dukungan berupa penyempurnaan fasilitas destinasi di Pantai Wambuliga.” kata Hari dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (15/8).

Sekadar informasi saja, Pantai Wambuliga dipilih karena destinasi tersebut merupakan salah satu ikon pariwisata Wakatobi favorit dikunjungi oleh wisatawan.

Kemenparekraf memberikan pendampingan program mulai dari persiapan hingga pembukaan kembali destinasi wisata di Wakatobi. Untuk menguatkan program Sapta Pesona dan revitalisasi amenitas, Kemenparekraf memberikan berbagai fasilitas diantaranya alat pendukung kebersihan, kesehatan, dan keamanan berupa wastafel, sapu pantai, tempat sampah, thermogun, disinfektan, pemasangan signage atau rambu Sapta Pesona, papan selamat datang, dan papan informasi.

Hari juga mengatakan program bersih-bersih destinasi menjadi hal yang sangat penting terlebih saat ini sudah memasuki era adaptasi kebiasaan baru di mana semua protokol kesehatan wajib terpenuhi.

Baca Juga: Kemenparekraf sasar wisman Eropa ke Indonesia

“Seluruh elemen harus bersatu dalam memberikan jaminan kenyamanan menyeluruh. Unsur kebersihan, kesehatan, dan keamanan harus terpenuhi di destinasi” ujarnya.

Selain itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi Nadar, mengapresiasi dukungan penuh dari Kemenparekraf. Menurutnya, dukungan infrastruktur sesuai standar protokol kesehatan sangatlah penting di era normal baru seperti ini.

“Wakatobi siap menerima kembali wisatawan. Kami berharap berdampak positif untuk ekonomi masyarakat dari sektor pariwisata bisa segera dirasakan,” imbuhnya.

Source Link

Kemenparekraf sasar wisman Eropa ke Indonesia

ILUSTRASI. Kunjungan Turis Mancanegara ke Indonesia: Turis Mancanegara di Komplek Candi Prambanan, Yogyakarta, Kamis (19/7). Menurut keterangan BPS,secara kumulatif (Januari–Mei 2018), berjebah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 6,17 juta kunjungan atau naik 11,89 perse

Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempromosikan potensi berwisata budaya yang ada di Daerah Istimewa Yogjakarta dan Jawa Tengah ke pasar Eropa, terutama Jerman.

Direktur Pemasaran PT. Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Hetty Herawati, berujar Yogjakarta dan Jawa Tengah memiliki potensi berwisata yang tidak hanya mencantel pada kekayaan daratan melebar.

Tapi juga punya daya tarik berpokok sudut pandangan kebudayaan. “Ada banyak keraton dan juga candi yang terdapat di Yogjakarta dan Jawa Tengah. Selain itu, kita juga punya hasil kerajinan tangan dan kesenian tradisional yang unik dan menarik bagi wisatawan,” tutur Hetty

Baca Juga: Wishnutama mengajak perbaikan dasar di sektor pariwisata

Hetty mencontohkan potensi berwisata yang ada di Candi Prambanan yang dikelola oleh PT. TWC. Sebagai komplek candi Hindu terbesar di Indonesia, wisatawan tidak hanya akan memperoleh pengetahuan epik yang ada di Candi Prambanan, namun wisatawan juga bisa menikmati pertunjukan Sendratari Ramayana Prambanan di malam hari.

“Selain itu, wisatawan juga bisa merasakan pengalaman bagaimana rasanya menjadi seorang arkeolog dalam mengkonservasi peninggalan sejarah Candi Sewu melalui paket junior archaeologist yang kami sediakan,” ucapnya penuh informasi yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (15/8).

Hetty juga meyakinkan wisatawan Jerman agar tidak perlu terombang-ambing untuk berpatroli ke Yogjakarta dan Jawa Tengah di era adaptasi kebiasaan junior. Ia mengungkapkan, destinasi berwisata macam Candi Borobudur dan Candi Prambanan telah menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability).

“Di masa penutupan pada Maret hingga Juni 2020, kami selalu melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan di lokasi destinasi wisata. Karena ini kesempatan bagi kami untuk meningkatkan pariwisata berkelanjutan, kami menerapkan protokol kesehatan dan memberikan pelatihan bagi staf kami tentang protokol kesehatan dan kami juga meminta agar pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan berbasis CHSE,” melantur dia.

Baca Juga: Industri perfilman berpeluang maju di era new normal

Mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus Guru Besar Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada, Wiendu Nuryanti, menyebutkan hampir 40 persen wisatawan mancanegara asal Eropa berasal berpatroli ke Indonesia khususnya Yogjakarta tertarik dengan tradisi dan budaya yang beraneka rupa

Tak hanya itu, Wiendu juga mengimla melacak wisatawan Jerman yang berpatroli ke Indonesia lebih berpokok satu barangkali kunjungan.

“Mereka (Wisatawan Jerman) berkunjung ke berbagai tempat di Indonesia, tidak hanya di Bali saja. Keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia adalah kebanggaan tersendiri bagi kita dan menjadi kekuatan kita menyambut kedatangan turis ke Indonesia,” ujar Wiendu.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berstatus dan berdayaguna.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai servis yang bisa digunakan mengeluarkanuang di KONTAN Store.


Source Link

Flora Wisata San Terra, tempat wisata selfie yang penuh bunga warna-warni

KONTAN.CO.ID – MALANG. Flora Wisata San Terra merupakan tempat wisata selfie yang penuh bunga warna-warni. Lokasi tempat ini bertindakberkelas di Jalan Truno Joyo, Kecamatan Pujon, Malang.

Flora Wisata San Terra memiliki 700 koleksi bunga yang bertumbukan untuk Anda jadikan latar berpotret. Warna-warni bunga tersebut menghiasi nomor dengan bervariasi sikap. Ada bunga yang digantung, ditanam di lahan terdedah dan ditanam di pot.

Keunggulan lain bermula Flora Wisata San Terra adalah pengunjung bisa berpotret dengan latar pegunungan. Apalagi seumpama Anda berakar di lurus-hati atau sore hari bilamana matahari tenggelam, gunung akan terlihat dengan jelas dan bisa menghunjam ke frame foto Anda.

Baca Juga: Wisata edukasi Predator Fun Park, pas buat anak-anak

Tidak hanya berisikan bunga warna-warni, Flora Wisata San Terra memiliki spot foto tematik. Seperti contoh, Little Korea yang dibangun bermasker pusat keramaian di Kota Seoul.

Ada juga Little California dan I’amsterdam City yang dibangun bermasker tempat aslinya. Karena itu, berpotret di Flora Wisata San Terra akan mengarahkan Anda rupa lasah berbelok sudut pandangan. Meskipun nian, bunga-bunga berjejak menghiasi spot-spot tematik ini, acc!

Bagi yang ingin bersantai-santai menyimpang di bernas ruangan, Flora Wisata San Terra menyediakan peruntungan indoor seolah-olah Green Bay Garden dan Colosseum Indoor Park. Tentunya, bunga-bunga juga memenuhi peruntungan indoor ini.

Flora Wisata San Terra membanderol harga tiket menghunjam senilai Rp 25.000 bilamana weekend dan Rp 20.000 bilamana weekday. Adapun jam operasionalnya dimulai pukul 08.30 – 17.00 WIB. 

Baca Juga: Wisata murah ke Kota Batu, ini dia harga tiket Eco Green Park

Editor: Novianti Siswandini

Source Link

Soal dan jawaban TVRI SMP, Jumat 7 Agustus: Optimisme daratan, samudra

KONTAN.CO.ID –  Soal dan jawaban TVRI SMP pada Jumat 7 Agustus 2020, akan menyajikan sebuah video pembelajaran. Video tersebut menayangkan tentang salah satu jurusan berjasa lautan, terumbu karang. Di tayangan tersebut akan ada penjelasan tentang terumbu karang, jenis-jenis serta fungsinya. 

Di program Belajar berpunca Rumah TVRI untuk SMP ini akan ada pertanyaan di akhir video. Siswa akan bidas dengan mengambil kesimpulan berpunca video pembelajaran. 

Baca Juga: Khusus warga Jabar, beasiswa Pemprov Jabar 2020 semua jenjang pendidikan tinggi

Dalam pembelajaran ini siswa diharapkan berbuat soal pas pos ikut:

  • Siapkan alat tulis sebelum tayangan. Menyimak tayangan dengan bersih untuk mengerti keseluruhan ide bija dan barang bukti pendukung maklumat.
  • Berdiskusi dengan ras kuno atau bangsa untuk merumuskan dugaan yang berisi akal yang dapat diuji dengan teruk sejati bertunjangkan tugas yang diberikan.
  • Menggunakan lingua Indonesia yang bersih dan sungguhan seumpama menuliskan pendapat atau gagasan.
  • Pastikan daftar rujukan atau rujukan yang diambil adalah rujukan yang akurat dan sungguhan.
  • Kutip lah maklumat yang memiliki nilai kebaruan, relevan dengan kondisi sekarang, dan potensial untuk diwujudkan.
  • Berkomunikasi dengan bersih dengan menunjukkan situasi kondisi saingan ncakap serta gunakan kaidah kesopanan.

Sesuai jadwal resmi berpunca Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, video pembelajaran SMP tayang pada Jumat 7 Agustus 2020. Video akan tayang pada pukul 09.30-10.00. Berikut adalah soal dan jawaban TVRI untuk jenjang SMP.

 

 

Pertanyaan setelah menonton video 1 dan 2:

Apa berkepanjangan yang dapat kita lakukan untuk memiara terumbu karang?

  • Butuh bertimbun ras untuk berikut naungan signifikan perubahan segi
  • Menekan kerusakan segi dengan menggunakan kendaraan tertib segi .
  • Jangan membuang sampah apapun ke laut terutama limbah cair
  • Menggunakan perangkap ikan yang tertib segi. Jangan menggunakan peledak atau pukat harimau. 

Mengapa laut Indonesia berperan kerajaan yang spesial seakan-akan habitat terumbu karang?

  • Karena Indonesia memiliki lingkaran laut yang meruah. Sehingga ada bertimbun jenis terumbu karang tersiar di lautan Indonesia. Banyak berpunca jenis tersebut tidak ditemukan di lautan manapun. 

Jika terumbu karang di laut jahanam, apa yang akan berjalan? Kemukakan analisismu!

  • Daratan akan dengan mudah ambruk ketika berjalan anginputing-beliung dan anginputing-beliung.
  • Terumbu karang merupakan salah satu muatan berjasa bertimbun jenis obat. Jika terumbu karang ambruk, bertimbun obat-obatan tidak bisa diproduksi. Akan ada bertimbun ras sakit yang tidak bisa diselamatkan.
  • Perekonomian masyarakat terganggu, terutama yang mengandalkan hasil laut. Sektor berjalan-jalanbepergian juga merugi wisatawan tidak bisa menunjukkan terumbu karang yang gagah.

Source Link

Walau masuk zona hijau, destinasi wisata di Tegal tetap patuhi protokol kesehatan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Masuk sebu kelompok zona hijau mulai-sejak penyebaran Covid-19, Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono, pastikan jaminan keamanan jatah wisatawan yang bertandang-berlanglang ke daerahnya.

Diketahui, Kota Tegal semisal ini dinyatakan seperti Zona Hijau atau bervakansi mulai-sejak COVID-19. Walikota Tegal, Dedy memaparkan bahwa Tegal semisal ini telah memasuki era kebiasaan kontemporer dengan pemulihan di poin bidang ekonomi mencapai 100 persen.

“Saya langsung kirim surat dan telepon seluruh kepala daerah dan pimpinan DPRD kabupaten/kota se-Indonesia untuk berkunjung ke Tegal. Tapi dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Dedy.

Baca Juga: Kemenparekraf berharap bisnis MICE dapat menggerakkan sektor pariwisata

Melihat hal tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengapresiasi setiap daerah yang menerapkan protokol kesehatan demi menggerakan perekonomiannya khususnya pariwisata daerahnya. Untuk terus produktif, Kemenparekraf mengingatkan tetap menerapkan protokol kesehatan demi mencegah adanya kluster baru yang terinfeksi COVID-19.

Plt Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Josua Puji Mulia Simanjuntak, mengatakan penerapan protokol kesehatan bertujuan untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19 di lingkungan kerja para pelaku pelaku industri ekonomi kreatif. 

Sehingga, perlu ada kesadaran dari para pelaku pelaku industri ekonomi kreatif untuk menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

Baca Juga: Kemenparekraf apresiasi penerapan QRIS di Bali

“Kita saat ini ingin terus produktif tapi aman. Sekarang kita (Kemenparekraf/Baparekraf) sudah membuat panduan tapi perlu ada kesadaran pelakunya untuk melakukan protokol tersebut,” ungkap Josua dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (1/8).

Josua menuturkan, dengan mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mengenakan masker, dan rajin mencuci tangan di lingkungan produksi pelaku industri ekonomi kreatif, para pelaku industri ekonomi kreatif dapat mencegah terbentuknya kluster baru penyebaran COVID-19. “Kita harus bisa produktif tapi tidak menambah jumlah pasien terkonfirmasi COVID-19,” lanjut dia.

Source Link

Pemerintah gerakkan pemulihan destinasi wisata Jawa Tengah

ILUSTRASI. Warga ikut-serta kirab budaya sukat acara Festival Candi Kembar di Candi Plaosan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (2/9). Festival Candi Kembar yang digelar oleh masyarakat setempat dengan menampilkan berbagairagam atraksi budaya dan kesenian lokal tersebut

Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengajak masyarakat di Kota dan Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, untuk ikut-serta gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA) seakan-akan upaya memulihkan sisi pariwisata di nomor itu.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis, R. Kurleni Ukar berceloteh, Program BISA merupakan kegiatan semacam besarnya karya porsi tenaga kerja pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat untuk mendampingi mewujudkan nilai-nilai Sapta Pesona dan beradaptasi dengan kebiasaan setelahitu yang digulirkan secara masif oleh Kemenparekraf/Baparekraf.

“Program ini melibatkan para tenaga kerja pariwisata dan ekonomi kreatif dan masyarakat yang terdampak ekonominya akibat Covid19 di sekitar lokasi destinasi yang diisi dengan kegiatan bersih-bersih, penataan, serta penyemprotan disinfektan destinasi yang dilakukan dengan selalu memperhatikan penerapan protokol kesehatan,” katanya subur bukti yang diterima Kontan, Sabtu (25/7).

Baca Juga: Kemenparekfraf dorong pengusaha kopi kian kreatif di tengah pandemi

Gerakan BISA di Tegal dilaksanakan secara estafet di Pantai Pulo Kodok, Pantai Pur In, dan Guci. Dengan adanya gerakan tersebut setidaknya meningkatkan jenuh kunjungan wisatawan ke Tegal.

Sekadar urit menyimpang, hingga November 2019 lalu, jenuh kunjungan wisatawan ke Tegal mencapai 1 juta wisatawan lebih.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menangkis bagus kegiatan BISA dilaksanakan di kaum pemilihannya di Kota dan Kabupaten Tegal.

“Sektor pariwisata yang paling terpuruk di masa pandemi Covid-19 ini sudah semestinya diberikan perhatian serius oleh pemerintah pusat maupun daerah agar bersama-sama kembali pulih,” sebut Abdul Fikri.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang terhormat dan oke.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai dukungan yang bisa digunakan membelisesuatu di KONTAN Store.


Source Link

Kemenparekraf upayakan pariwisata Indonesia tetap diminati wisatawan mancanegara

Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bertenggang mempertahankan eksistensi pariwisata Indonesia di pasar Thailand dan Indochina.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I, Vinsensius Jemadu, bercakap masa ini Kemenparekraf terus menasihati pariwisata Indonesia pada era terbiasa modern dan mempromosikan destinasi Indonesia kepada publik yang lebih meluap di mancanegara. 

“Hal ini merupakan langkah Kemenparekraf agar pariwisata Indonesia tetap terjaga eksistensinya di pasar Thailand dan Indochina sehingga harus tetap menjalin kerja sama dengan mitra-mitra industri pariwisata. Indonesia memberikan informasi terbaru kepada para pelaku industri di Thailand dan Indochina terkait apa yang sudah dikerjakan oleh Indonesia untuk mempersiapkan destinasi wisata dalam menyambut wisatwan mancanegara,” ujar Vinsensius.

Menurut masukan Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Mei 2020 mengalami penurunan sebesar 86,90 persen dibandingkan pol kunjungan pada Mei 2019.

Baca Juga: Ini cara adaptasi kebiasaan baru pelaku wisata

“Data tersebut menunjukkan tantangan yang harus kita hadapi. Pola permintaan wisatawan berubah akibat pandemi COVID-19. Wisatawan akan mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama berwisata. Oleh karena itu, Kemenparekraf melakukan berbagai upaya, mulai dari upaya internal maupun eksternal,” imbuh Vinsensius dalam keterangan yang diterima KONTAN, Jumat (24/7).

Salah satu upaya eksternal yang dilakukan Kemenparekraf adalah promosi mengenai kampanye InDOnesia CARE (I DO CARE) yang lebih memfokuskan kepada protokol Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) di masing-masing destinasi, misalnya di Yogyakarta.

Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya dipilih karena merupakan destinasi wisata favorit wisatawan mancanegara asal Thailand dan Indocina serta memilih Yogyakarta karena kemiripan kebudayaan, makanan, dan kesamaan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Thailand dan Indochina.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT. Taman Wisata Candi, Hetty Herawati, menjelaskan bahwa Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko telah melakukan berbagai kesiapan dalam melaksanakan protokol kesehatan di era normal baru.

Wisawatan yang hendak memasuki kawasan destinasi wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko akan dicek suhu tubuhnya, diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan, melakukan physcal distancing, serta membeli tiket secara online. 

Baca Juga: Kemenparekraf dorong ekonomi nasional lewat pengusaha kreatif

“Kami telah melakukan pembaruan secara keseluruhan di area Taman Wisata Candi dengan menerapkan standar protokol kesehatan dan kami siap untuk menyambut wisatawan yang akan datang. Karena kesehatan dan keselamatan wisatawan merupakan prioritas kami,” pikiran Hetty.

Manajer Operasional Miramar Service Thailand, Prinya Patharaphum, menegaskan bahwa Candi Borobudur dan Prambanan juga berprofesi salah satu desitinasi pelesir lazim paruh wisatawan Thailand. Oleh berkat itu, bermanfaat paruh pihak pengelola distinasi pelesir tersebut untuk mempersiapkan protokol kesehatan di sukat adaptasi kebiasaan modern ini. 

“Selain mengunjungi Candi Borobudur dan Prambanan, wisatawan Thailand juga akan menyasar tempat kuliner dan tempat perbelanjaan daerah setempat seperti jalan Malioboro, maka sebaiknya sektor-sektor tersebut juga ikut mempersiapkan diri menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara, khususnya wisatawan dari Thailand,” roboh Prinya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


Source Link

Ini cara adaptasi kebiasaan baru pelaku wisata

Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyatakan bahwa menerapkan protokol kesehatan dengan sungguhan bekerja kunci tolokukur pukal mempersiapkan jasmani pukal menghadapi adaptasi kebiasaan baru.

Tenaga Ahli Menteri Bidang Regulasi Kemenparekraf, Santi Paramita, memaparkan, adanya Covid-19 melahirkan roman dan tutur cakap baru pecah masyarakat. Sehingga dibutuhkan kreativitas dan adaptasi yang trengginas, bersih pelaku naungan parekraf maupun konsumen.

“Adaptasi yang cepat ini adalah bentuk upaya untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan pelaku usaha parekraf dan masyarakat,” ujar Santi pukal bahan bukti yang diterima Kontan.co.id, Kamis (23/7).

Baca Juga: Indonesia dan Filipina jalin kerja sama untuk memperkuat ekonomi kreatif

Santi Paramita juga menambahkan agar adaptasi kebiasaan baru ini dijalankan dengan sungguhan dan betul SOP, maka semenjak itu Kemenparekraf telah meluncurkan handbook njenis fundamen protokol kesehatan untuk para pelaku parekraf pukal mempersiapkan jasmani serta memberikan jaminan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian faktor yang abanyak akan harta serta servis yang diberikan kepada konsumen.

Sebelumnya destinasi wisata Likupang di Sulawesi Utara, tengah berwaspada jasmani untuk balik beroperasional. Ratusan pekerja dan para pelaku naungan pariwisata ekonomi kreatif di dua pantai di Likupang, yakni di Pantai Paal dan Pantai Pulisan finis berbuat elok bersih-bersih di sekitar pantai.

Poltje Sikendo, salah seorang peserta mengungkapkan, pandemi Covid-19 memberikan tumbukan yang luas terhadap kegiatan sehari-harinya yang bersandar semenjak kunjungan wisatawan.

Pantai Paal yang bekerja lokasinya berniaga minuman tua merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan. “Sebelum Covid-19 ramai wisatawan, tapi sejak Maret, pantai ini ditutup untuk mencegah penyebaran virus,” bicara Poltje.

Untuk itu ia sulit bergairah dengan andil Pemerintah pukal menghidupkan balik kegiatan pariwisata di Pantai Paal dan angka Likupang pada biasanya.

Baca Juga: Mulai bangkit, okupansi hotel di Banyuwangi sudah capai 70% di akhir pekan

Ia telah sejak bertuah beranganangan adanya peningkatan nilai pariwisata di faktor buana tinggalnya tersebut. “Kami dari masyarakat mengharapkan supaya ada pengembangan lebih baik seperti fasilitas toilet dan pondokan,” sebut Poltje.

Sekadar urita berkelanjutan, Likupang merupakan salah satu destinasi adi prioritas yang finis bekerja objek para investor. Jumlah kunjungannya tiap tahun pun cukup melonjak.

Tahun 2017, ramai kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara mencapai 60.000, dan melonjak pada tahun 2018 sebanyak 127.000 wisatawan.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang terhormat dan berguna.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai servis yang bisa digunakan membeli-beli di KONTAN Store.


Source Link