Makan Sate Lilit Di Bali Paling Enak! [ Wisata Bali ] [ Kuliner Bali ]



Selain ayam betutu, Sate Lilit ini adalah kuliner Khas Bali favorit saya. Nah, boleh jadi ini saya tampang review salah satu bentala bersantap Sate Lilit di Bali terenak yang berfungsi di Karangasem.

Kebetulan saya lagi touring di Bali, dan mampus bentala bersantap sate lilit ini. Namanya lesehan Warung Lesehan Mertha Sari yang berfungsi di Pesinggahan, Klungkung. Gak jauh berpunca pangkalan Padang Bai. Jadi apabila kebetulan kamu touring mampus sini bisa mampir.

Oke, sekarang mari kota coba bersantap sate lilit di Bali paling makmur dulu. Kalau penasaran serupa apa, tonton sampai baik. Tentu melantur jangan lupa tinggalkan komentar yang berjalan!

#SateLilit
#KulinerBali

—–

My Instagram : instagram.com/catperku
My Travel Blog : catperku.com

source

Wisata Kapal Pesiar di Bali – NET12



Tayang: 23 Desember 2015

Subscribe Netmediatama Official Youtube Channel:
http://www.youtube.com/netmediatama

dan subscribe untuk wara-wara berita terbaru di channel:
http://www.youtube.com/OfficialNetNews

Twitter : https://twitter.com/OfficialNetNews
Facebook : https://www.facebook.com/netmediatamaindonesia

Saksikan wara-wara berita ter-update di:
NET 5 : pukul 5.00 – 6.00 WIB
Indonesia Morning Show : pukul 6.00 – 7.30 WIB
NET 10 (Senin-Jumat) : pukul 10.00 – 11.00 WIB
NET 12 : pukul 12.00 – 13.00 WIB
NET 16 : pukul 16.00 – 16.30 WIB
NET 24 : pukul 24.00 – 00.30 WIB

Syarat & Ketentuan: http://bit.ly/1jAbOYj

source

WISATA BALI…KRISNA ECO VILLAGE



Krisna Eco Village terletak di Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt Buleleng. Selain kompeten menambah ikon destinasi pariwisata di Bali utara dengan konsep taman, keberadaan Krisna Eco Village ini juga berjuang terhadap penghijauan kelompok di Desa Tangguwisia. Tak salah sekiranya tujuan berekreasi terkini ini pun diharapkan berprofesi pengambil inisiatif pukal menciptakan kelompok hijau di Kabupaten Buleleng.

Terima cinta berhujung menonton video ini…jangan lupa like ..share…dan subscribe setuju…🙏👍🕶

Follow instagram : htpp//www.instagram.com//ngurah yasa.

Facebook : Ngurah yudara yasa

Video ini diambil oleh ngurah yudara photography

Sahabat sahabat youtube dapat membeli foto foto ngurah yudara photography di..:

Check out the latest photos by Ngurah Yasa: https://www.eyeem.com/u/28580138
Take and discover photos on EyeEm. For iPhone and Android.
Dan di :

Check out my portfolio on Foap! https://foap.com/users/ngurah.yasa

source

Bali Sepi seperti Era 1970-an, Bagaimana Wisata di Bali Saat Itu?

KOMPAS.com – Wabah pandemi telah berangkat hampir enam bulan dan menanggapi jurusan pariwisata salah satunya destinasi berpiknik Bali.

Adanya era adaptasi kebiasaan perdana (AKB) mengajak bagian pariwisata untuk melek bersuara mudik.

Bali pun telah membuka mudik pariwisatanya untuk wisatawan lokal dan wisatawan nusantara (wisnus) sejak 31 Juli 2020. Namun, kondisi pariwisata Bali makin bersisa terlihat sepi.

Laporan wisatawan yang bersurai bersumber ke sana bertutur, kantin dan hotel bersisa ada yang cabut. Begitu juga dengan benua berpiknik dan hiburan malam.

Baca juga: Kisah Traveler ke Bali, Tak Diminta Isi Aplikasi LOVEBALI dan Kaget Bali yang Sepi

Menanggapi kondisi ini, Ketua Asita Bali I Ketut Ardana bertutur, kondisi Bali jika ini seperti era 1970-an.

 

Sawah Indah di Ubud (Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMENPAREKRAF Sawah Indah di Ubud (Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)

Seperti apa Bali era 1970-an?

Ketut bekerja, pada era tersebut, bagian pariwisata Bali bersisa sepi. Hal ini Bali perdana berlarut-larut memulai pariwisatanya di era itu.

“Tahun ’70-an, hotel belum banyak seperti sekarang. Fasilitas pariwisata juga belum seperti sekarang. Biro Perjalanan Wisata (BPW) waktu itu ada sekitar 20 perusahaan, transportasi masih banyak yang non-AC,” kenangnya.

Baca juga: Cerita Wisatawan ke Bali, Menginap di Villa 9 Hari Cuma Bayar Rp 6,5 Juta

Bahkan, ia memiliki kenangan pada era tersebut misalnya mengantar wisatawan mancanegara (wisman) asal Australia dan beberapa negeri Eropa berpiknik ke Bali.

Kata dia, wisatawan apabila itu ia ajak memintas ke Bali berpunca Jawa menggunakan transportasi darat, yaitu bus non-AC.

“Saya ke Jawa itu overland bawa rombongan dari Australia pakai bus non-AC,” terangnya.

Saat itu, ia mengajak serta para turis ke beberapa benua berpiknik yang reguler, seperti Kintamani, Besakih, Sangeh, Tanah Lot, Museum Bali, Museum Lukisan Ubud, dan lainnya.

Source Link

6 Tempat Wisata untuk Nostalgia Bali Sepi Seperti Tempo Dulu

KOMPAS.com – Pariwisata Bali belum seramai ragam sebelum pandemin Covid-19. Kondisi Bali yang sepi tersebut diungkapkan sejumlah wisatawan nusantara (wisnus) yang habis melancong ke Bali di era pandemi, khususnya waktu Bali dibuka 31 Juli 2020.

Kondisi Bali yang sepi ini juga lantaran wisatawan mancanegara (wisman) yang belum bisa berawal. Seperti diketahui, pulau Dewata ini merupakan salah satu destinasi favorit wisman di Indonesia.

Kondisi Bali yang sepi andaikata ini, seakan-akan menasihati kondisi pariwisata Bali di era 1970-an.

Baca juga: Bali Sepi seperti Era 1970-an, Bagaimana Wisata di Bali Saat Itu?

Menurut Ketua Asita Bali, Ketut Ardana, pada andaikata itu, pariwisata Bali terakhir berangkat menggeliat dengan ditandai datangnya wisman asal Australia dan beberapa bumi Eropa lainnya.

“(Saat itu) sepi, (karena) pariwisata baru mulai menggeliat tahun itu,” pikiran Ketut andaikata dihubungi Kompas.com, Senin (31/8/2020).

Baca juga: Kisah Traveler ke Bali, Tak Diminta Isi Aplikasi LOVEBALI dan Kaget Bali yang Sepi

Ia pun sempat merasakan membawa legiun wisman asal Australia melalui legiun darat pada era tersebut.

Ia membawa legiun wisman ke beberapa buana berpiknik ragam Kintamani, Besakih, Sangeh, Tanah Lot, Museum Bali, dan Museum Lukisan Ubud.

Tertarik menjajal nostalgia berpiknik di Bali ragam era 1970-an, mendampingi Kompas.com rangkum buana wisatanya.

Jangan lupa untuk memakai kostum pakaian ala 70-an agar liburan nostalgiamu semakin terasa.

Pemandangan Gunung Batur di Kintamani, Bali. Ilustrasi Shutterstock Pemandangan Gunung Batur di Kintamani, Bali.

Bali tak melulu menawarkan keindahan pantainya. Wisatawan yang melancong ke Bali, sejak era 1970-an, habis tak asing mendengar nama kelompok Kintamani.

Lokasi ini terletak di dataran pol Bali yang tentunya, menawarkan keindahan daratan pegunungan disertai udara klise.

Kintamani berstatus di ketinggian sekitar 1.500 mdpl dan bertahap sekitar 2 jam perjalanan berpunca Kota Denpasar.

Baca juga: Menguak Pesona Kintamani, 4 Pilihan Wisata Seputar Danau Batur

Kamu bisa merasakan pariwisata Bali di era 1970-an yang bersisa sepi dengan mengunjungi Kintamani andaikata ke Penelokan.

Tempat ini menawarkan keindahan daratan dan suasana sederhana Bali. Udara klise dan daya tarik berwatak pemandangan gunung Batur serta danaunya, menjabat perpaduan istimewa yang tak bisa kamu lupakan.

Wisatawan Australia dan beberapa bumi Eropa lainnya di era 1970-an, menurut Ketut, memilih buana yang sederhana untuk melancong, salah satunya Kintamani.

Source Link

Pariwisata Domestik Mulai Menggeliat, Radja Wisata Tawarkan Program Private Tour

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pandemi Covid-19 belum memitar kesan bila akan habis.

Akan tetapi, situasi ini tidak menyurutkan keinganan melawat dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pemberlakuan PSBB tinggal ada di beberapa nomor, namun destinasi-destinasi domestik bergerak pulang menggeliat.

Melihat peluang jumlah di pemberian domestik, salah satu travel di Makassar, Radja Wisata menghadirkan program private tour. Di samping keamanan lebih terjamin, berjebah program private tour tidak sungguh membludak.

Destinasi yang ditawarkan bagaikan Bali, Lombok, Labuan Bajo, Batu-Malang, Jogja, dan Bandung. Dimana destinasi tersebut berpisah bergerak melembak dipadati wisatawan lokal.

“Efek pandemi ini memang pada akhirnya membuat para wisatawan jenuh dan butuh refreshing bersama keluarga. Wisata lokal menjadi pilihan yang paling safety,” suara Direktur Radja Wisata, Mawardha Dj, Senin (31/8/2020).

Ia memerintah, banyaknya program-program promo hotel penghargaan 5 di Bali, Jakarta, Bandung berperan triggers untuk masyarakat merencanakan liburan.

Misalnya, program promo hotel bagaikan Pay Now, Stay Later dengan harga diskon sampai dengan 30 persen terbit harga publis. Program ini sayang dilewatkan oleh costumer yang ingin kunjung berjalan-jalanbepergian ke destinasi berjalan-jalanbepergian favorit.

“Radja Wisata menawarkan program domestik full paket Bali dibuka dengan harga 3,2 Juta per Pax, Paket Bromo Malang 3,5 Juta per Pax untuk program 3 hari 2 malam, dengan minimal pax 4 sampai 6 pax,” bebernya.

Sementara untuk International, berlarut-larut Wardha andaikan ini tinggal membludak yang closed border, sehingga andaikan ini yang paling diminati adalah Turkey dengan program 8 hari dengan harga bergerak 14,7 Juta start Jakarta.

“Satu-satunya yang bisa kita jual untuk program outbond hanya Turkey, semoga beberapa negara akan segera open border untuk turis Indonesia,” ujarnya.

“Cukup banyak custumer kami yang sudah bertanya destinasi-destinasi favorit Radja Wisata, seperti Korea, Malaysia-Singapore, Jepang dan Bangkok. Ada Destinasi yang high demand atau cukup tinggi peminatnya di kami, hal ini dikarenakan Itenerary yang kami buat custom tidak umum seperti program-program lain,” tambahnya.

Sementara Untuk umrah, Wardha menambahkan, tinggal harap-harap goyah menanti bila Saudi resmi dibuka pulang untuk Jamaah umrah.

“Antusiasme calon jamaah cukup besar, meski kami belum dapat merelease harga paket saat ini,” pungkasnya.

Source Link

Wisata Eco Greend Park-Batu Malang Jawa Timur Yang Menakjubkan



Wisata Eco Green Park Malang Batu Jawa Timur. Buat kamu nih yang berkemas bersiwata ke semen nanti, esok lusa, minggu depan atau lebih lebih kalau ini lihai berpesiar ke kota ini, rasanya kurang lengkap seandainya kita tidak mengunjungi wahana terbaru di Jatim Park 2 berpembawaan berwisata edukasi berlogo Eco Green Park yang mempunyai mumbung 5 hektar.

Pembangunan Eco Green Park oleh pengelola Jatim Park dimaksudkan untuk menggerakkan Jatim Park 2 serupa salah satu objek berwisata nasional setelah Bali. Dengan memiliki misi seragam mereka serupa wahana edukasi berlevel internasional, maka kebersihan dan kerapian Eco Green Park takaran berdiri terutama untuk anak-anak luas berpusat ke Ekosistem lingkungan burung dan reptil. Saat kamu segar aaktual kalau-kalau berumbi, kamu keturunan disuguhi pemandangan candi banyak dan habis-habisan di atas bukit yang dikelilingi oleh kolam ikan dengan tananan suci mengandung tanaman sayur dan buah-buahan organik.

Wisata Eco Greend Park-Batu Malang Jawa Timur Yang Menakjubkan

source

Masih Lesu, Pelaku Wisata Dirgantara dan Bahari Pilih Pangkas Tarif

DENPASAR – Bagaimana rela mendapatkan tamu masa kunjungan wisatawan ke Bali bersisa sedikit? Mungkin kata-kata ini yang ada bermutu celotehan beberapa pelaku santunan berpesiar yang ada di Bali khususnya di lingkungan Kuta Selatan.

Wisata njenis berpesiar dirgantara kuat berkedudukan di Kuta Selatan. Pun demikian dengan berpesiar dahulukala yang lebih meruah berkedudukan di lingkungan Tanjung Benoa dan sekitarnya.

Beberapa tahun buang-buangair, berpesiar ini muatan digandrungi, terutama wisatawan asal Tiongkok.

Sekarang, rela tidak rela harus mengandalkan wisatawan domestik dan berkeinginan semenjak WNA yang bersisa tinggal-melanda di Bali akibat pandemi Covid-19.

Inilah yang dirasakan oleh empat operator paralayang yang ada di lingkungan Desa Kutuh hingga Pecatu. Dalam satu bulan, bisa tidak ada pemasukan sama betul-betul berkah tidak ada kunjungan berpesiar.

Padahal masa tidak ada pandemi, rata-rata wisatawan yang bertenggang menaikkan adrenalin di paralayang bisa lebih semenjak 50 penumpang.

Dewanto Basuhendro, salah seorang pilot paralayang di Nyangnyang Paragliding mengungkapkan, dimasa pandemi njenis manakala ini, maksimal hanya dua wisatawan yang dilayani.

Itupun masa dirata-ratakan selama satu bulan baru. Dalam satu bulan baru, berakhir pergi menggeliat segi berpesiar dirgantara.

Dominan tentu WNA yang memilih bertempat di Bali selama pandemi dan ekspatriat yang berakhir baheula menepat di Bali.

“Kalau dirata-ratakan, dua penumpang setiap hari. Untuk wisatawan domestik jarang, tapi WNA yang banyak seperti dari Amerika Serikat dan Rusia. Tapi ya itu, mereka memang tinggal di Bali,” ucapnya.

Promosi dan strategi bisnis pun dilakukan Nyangnyang Paragliding. Salah satu corak yang cukup manjur adalah menurunkan tarif untuk betul-betul aktif.

Jika diwaktu formal tarifnya diatas Rp 1 juta, sekarang dipangkas hampir 50 persen. “Kami pasang tarif sekarang Rp 750 ribu. Kami juga tidak ada istilah merumahkan karyawan atau sebagainya. Semua tetap bekerja seperti biasa,” ucapnya.

Lain berpesiar dirgantara, lain pula berpesiar dahulukala. Tercatat ada sekitar 30 operator berpesiar dahulukala yang ada di Tanjung Benoa berfungsi yang berakhir memiliki izin dan tidak.

Ketika bersambang ke Tanjung Benoa, muatan jelas terlihat kesunyian yang kebanyakan berlebihan dengan wisatawan terutama wisatawan asal Tiongkok.

Tidak ada operator yang beredel, tapi lebih meruah merumahkan karyawan mereka. Keputusan tersebut berperan berfungsi yang ditempuh operator untuk bisa menetap.

“Dari yang awalnya 70 orang karyawan, yang bertahan hanya 30 orang sekarang. Kami rumahkan karyawan tapi saat situasi normal kembali, mereka bisa kembali bekerja. Itupun kalau mereka mau,” nirmala Owner Basuka Watersport Putu Agus Sanjaya.

Biaya operasional yang berperan lini yang paling meruah merogoh kocek. Apalagi ditambah dengan pemasukan yang hampir 100 persen tidak ada.

Jika dirata-ratakan hanya empat wisatawan yang berawal setiap hari, tentu tidak akan bisa memagari belanja operasional yang alama.

Sanjaya melisankan, berpesiar dahulukala pergi mengalami penurunan sejak bulan Desember. Ketika itu Wuhan yang berperan episentrum Covid-19 dan virus tersebut lugu ganas-ganasnya.

“Mulai Desember agak menurun. Pertengahan Maret sudah melakukan penutupan sampai akhirnya dibuka lagi bulan lalu,” terangnya.

Dibuka balik pun tidak sembarangan. Hanya enam operator berkelanjutan yang mutakhir mendapat sertifikasi semenjak Dinas Pariwisata Kabupaten Badung dan DPD Gabungan Pengusaha Wisata Bahari (Gahawisri).

“Lima bulan ini mati suri. Tidak ada pemasukan sama sekali. Kemarin tanggal 9 Juli mulai persiapan dan kami sudah diverifikasi,” ucapnya.

Protokol kesehatan pun diterapkan. Semua harus persis populer yang berakhir ditetapkan. Yang terpenting, lebih-lebih caranya pengusaha berpesiar dahulukala menyelenggarakan strategy untuk mengoptimalkan wisatawan domestik yang berawal ke Bali.

Hampir sama dengan paralayang, berpesiar dahulukala menerapkan pemotongan tarif kurang lebih 50 persen.

“Kami juga buat promo main tiga wahana, gartis satu. Ada diskon juga yang kami terapkan. Misalnya parasailing adventure dari yang biasanya 60 USD, sekarang hanya 40 USD. Sama rata besaran diskonnya untuk masing-masing permainan,” tutupnya. 

Source Link