12 Tempat Wisata di Kepulauan Riau, Bisa ke Mana Saja?

KOMPAS.com – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memiliki kelompok yang strategis seolah-olah pertemuan tiga kerajaan, yaitu Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Oleh karenanya, tak terbang pikiran kelompok ini profesional berperan daya tarik pariwisata, berakhir wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman).

Wilayah Kepri didominasi kontur pulau-pulau, seakan-akan pulau Batam, Anambas, dan Bintan. Setiap pulau di Kepulauan Riau memiliki pesona pariwisata sendirisendiri.

Baca juga: Perahu Jong, Permainan Tradisional Berusia Ratusan Tahun di Kepulauan Riau

Jika berparak tak betah ingin melancong di Kepri, ada baiknya kamu mengerti tambahan pula dulu mana lanjut kontinen yang ingin dikunjungi.

Berikut Kompas.com rangkum 12 rekomendasi kontinen berpiknik di Kepulauan Riau:

1. Ranoh Island

Provinsi Kepulauan Riau memiliki satu pulau yang dikenal dengan hamparan kerikil pantainya yang bening, yakni Ranoh Island atau Pulau Ranoh.

Serunya glamping di Pulau Ranoh, Batam, Kepulauan Riauhttps://pesona.travel Serunya glamping di Pulau Ranoh, Batam, Kepulauan Riau

Tak aber celah, wisatawan bermula ke pulau ini untuk berjuntai-juntai dan beraksi kerikil. Mereka yang snorkeling atau diving akan disuguhkan dengan pemandangan jernihnya air laut serta aneka terumbu karang dan ikan hias.

Baca juga: Ada Apa di Kolam Air Laut Pulau Bintan?

Jika ke Batam, lokasi ini tentu tak boleh dilewatkan. Hal ini pulau Ranoh terletak di Batam, Kepri.

2. Batu Lepe

Source Link

Sita benih selundupan, KKP kawal kebijakan budidaya lobster

Untuk kasusnya juga sederhana ditangani oleh kepolisian

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berangkat menyita 38.252 benih cemerlang lobster (BBL) di Bandara Juanda, Surabaya, pada punca Agustus ini rupa upaya mengawal saham budidaya lobster kaya buana.

Kepala Badan Karantina, Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina kaya kabar pers yang diterima di Jakarta, Kamis, menyatakan,

rencananya BBL yang diambil berpangkal perairan Banyuwangi tersebut akan diselundupkan ke Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Rina mengungkapkan pihaknya kemudian menyerahkan BBL tersebut ke Ditjen Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) untuk dilepasliarkan.

“BBL sempat dititipkan ke Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Surabaya I untuk mendapatkan penanganan khusus. Untuk kasusnya juga sedang ditangani oleh kepolisian,” celotehan Rina.

Sementara itu, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Aryo Hanggono memastikan BBL tersebut dilepasliarkan di perairan Gili Ketapang, Probolinggo. Tercatat, sebanyak 37.952 ekor BBL jenis kerikil yang dilepasliarkan, sedangkan sisanya, digunakan untuk keperluan bagasi bahan bukti oleh kepolisian.

“Perairan Gili Ketapang, Probolinggo mempunyai kondisi perairan yang necis dan bersua ekosistem terumbu karang yang merecup bagus rupa habitat lobster. Kami berazam lobster yang dilepasliarkan dapat merecup dan berguna potong ekosistem perairan dan sumberdaya perikanan serta masyarakat di nomor ini,” jelas Aryo.

Pelepasliaran ini menjadi yang ketiga kalinya di wilayah Jawa Timur. Sebelumnya, KKP juga telah melakukan pelepasliaran 32.400 ekor BBL selundupan yang digagalkan oleh Polresta Banyuwangi dan 31.065 ekor BBL selundupan yang dibongkar berkat sinergi dengan Polres Sidoarjo.

Tak hanya memberikan rekomendasi lokasi untuk pelepasliaran BBL hasil selundupan, Ditjen PRL juga turut mengawal restocking 2 persen lobster hasil budidaya ke alam.

Aryo mencontohkan pelepasliaran 100 ekor lobster hasil budidaya di Taman Wisata Pasir Putih Kabupaten Situbondo pada 11 Agustus 2020.

“Lokasi restocking berakar kaya Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Situbondo, Jawa Timur,” ujar Aryo.

Restocking ini dikawal langsung oleh Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar.

Lobster yang dilepas merupakan jenis pasir berukuran 80-100 gram hasil budidaya dari PT. Fishindo Lintas Samudra yang dilakukan pada bulan Mei dengan tebar benih sebanyak 6.000 ekor dan Survival Rate (SR) 70 persen.

Baca juga: Edhy Prabowo ingin tumbuhkan etos pembudidayaan lobster nasional

Baca juga: KKP lepasliarkan 31.065 benih lobster hasil selundupan

Baca juga: Susi Pudjiastuti mau benih lobster selalu dilindungi dan tak diekspor

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Source Link

Berwisata ke Batam, Kunjungi Tempat-tempat ini

Bisnis.com, JAKARTA – Batam merupakan salah satu kota bertamadun dan bekerja salah satu pusat berjualbeli di Indonesia. Meskipun nian, kota ini memiliki tempat lopak lain yang dapat dikunjungi oleh para wisatawan masa berpusat di Batam, menikmati pesona yang sayang masa dilewatkan.

Dilansir pecah Indonesia Travel, para pelancong dapat menikmati hidangan menarik, pecah pantai hingga makanan masa mengunjungi Batam.

Pantai: Pantai Nongsa, Pantai Viovio, Pantai Melur, Pantai Melayu

Terdapat bilangan pantai aksi yang bisa pelancong kunjungi masa berpusat di Batam, yakni berjalan pecah Pantai Nongsa hingga pantai Melayu. Di Pantai Nongsa, pelancong bisa menikmati hamparan semen bersih yang terkemuka genting aksi. sedangkan pada malam hari, pelancong dapat dimanjakan dengan berlinang pendar kontinen tetangga.

Di Pantai Viovio yang terletak di pulau Galang, pelancong dapat  mengejar sunset yang spektakuler atau sekadar menjajal olahraga air, sebagai perahu karet dan banana boat. Tidak jauh, pelancong juga dapat menikmati Pantai Melur yang menawarkan panorama air yang genting sambil merasakan terpaan anginbesar sepoi-sepoi di lambe pantai.

Pantai ini pun terbilang makmur untuk wisatawan berkat kontur tanahnya yang landai. Jadi, para wisatawan tidak perlu syakwasangka beromong-omong di pantai ini sampai sejauh 500 meter pecah gisik pantai.

Jika ingin berenang, maka pelancong dapat mengunjungi Pantai Melayu yang terletak di Pulau Rempang. Wisatawan akan dimanjakan dengan berjenis-jenis wahana air tanpa harus syakwasangka berkat ombak di pantai ini cukup bersahaja.

Santai di Tepi Air: Harbour Bay, Ocarina Park

Jika pelancong ingin uncang-uncangkaki sambil memandangi panorama laut yang aksi, maka Harbour Bay dan Ocarina Park bisa bekerja pilihan untuk dikunjungi. Selain bisa uncang-uncangkaki, di bak ini pelancong dapat membeli-beli, menjajal kuliner, makin berkhianat ke Singapura.

Sementara di Ocarina Park, pelancong bisa berbuat aktivitas yang menyenangkan. Taman hiburan seluas 40 hektare ini menyediakan bilangan permainan untuk anak-anak maupun kelompok bulug sebagai trampolin dan flying fox. Pelancong juga dapat menaiki ularmengiang raksasa sembari memandangi kota Batam pecah ketinggian.

Menyelam  Pulau: Pulau Abang Besar, Pulau Hantu, Pulau Labun, Pulau Petong

Terletak di sebuah kepulauan menyelenggarakan golongan ini hamil keanekaragaman laut yang luar kering. Pulau Abang Besar di segi selatan kota Batam adalah salah satu pulau yang dapat bekerja bak perincian pelancong untuk merantau keindahan bawah laut batam.

Ada 149 jenis ikan karang pecah 27 massa ikan yang bisa pelancong jumpai masa menyelam atau snorkeling di sekitar pulau ini. Pulau ini juga dikelilingi oleh pulau-pulau kecil lainnya, sebagai Pulau Hantu dan Pulau Petong.

Di Pulau Hantu, pelancong juga akan dimanjakan dengan keindahan bawah lautnya mengingat pulau ini bekerja pendapa perincian terumbu karang warna – warni dan lancung. Sementara itu, wisatawan juga dapat mengacu keindahan terumbu karang yang bersisa persis, spon baskom kuning, ikan pari dan ikan pelawak di Pulau Petong..

Menikmati Matahari Terbenam di Jembatan Barelang yang Ikonik

Sebelum petang, pelancong bisa berkendara melewati Jembatan Barelang, dan menikmati panorama sunset. Jembatan Barelang semula berbekas Jembatan Fisabilillah, namun penduduk setempat menyebutnya Barelang yang merupakan singkatan pecah Batam, Rempang, dan Galang.

Jembatan ini menghubungkan tanahraya Batam dengan bilangan pulau kecil yaitu Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru.

Kuliner yang Lezat: Sop Ikan Batam, Siput Gonggong, Bingka Bakar, Mie Tarempa

Tidak lengkap rasanya masa lidah tidak merasakan masak – masakan lokal yang kita kunjungi. Jadi, pelancong harus mencicipi masakan khas masa berpusat di Batam. Salah satu kuliner yang tidak boleh dilewatkan oleh wisatawan masa ke Batam adalah kuliner lautnya.

Sup ikan yang gurih, daging siput laut yang lunak, dan mie tarempa yang tersaji di atas dingklik dengan suwiran ikan tongkol, dan manisnya bingka bakar lunas memanjakan lidah masa berpusat di Batam.

Konten Premium Masuk / Daftar

Bisnis Indonesia serempak 3 media mengekang pelayanan untuk membantu tenaga medis dan famili terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, membarengi membantu jasa sekarang! Klik Di Sini untuk kabar lebih lengkapnya.

Source Link

Mengungkap Keberadaan Benda Bersejarah di Laut Indonesia

[INTRO]

Wilayah perairan laut Indonesia sejak dulu dikenal penaka tim favorit nalokasi kapal-kapal yang membawa misi perniagaan ataupun misi lain pecah berbagairupa penjuru bagian. Selama pada waktu penjelajahan tersebut, tak sedikit kapal laut yang tenggelam di perairan Indonesia berkah mengalami petaka.

Salah satu nomor tersebut yaitu perairan laut di Provinsi Bangka Belitung dikenal penaka tim pangkal di Nusantara untuk transportasi kapal perniagaan dan perkakas di pada waktu lalu. Di tim tersebut, membludak kapal laut pecah berbagairupa tanahraya di seluruh bagian yang membawa perkakas perniagaan untuk dijual di tanahraya target, salah satunya Indonesia.

Sebagai tim pangkal di nomor Nusantara, mondar-mandir kapal-kapal berleleran berlangsung setiap asalkan dan tak sedikit di antaranya yang mengalami petaka berkah disebabkan membludak sisi. Kapal yang mengalami petaka, kemudian buyar dan tenggelam di perairan tersebut.

Bukti bahwa ada kapal yang tenggelam, berlebihan bisa dilihat sampai sekarang di perairan tersebut. Pemerintah Indonesia beternak semua perkakas petunjuk peninggalan yang berperan saga di pada waktu sekarang tersebut. Penjagaan dilakukan Panitia Nasional Barang Muatan Kapal Tenggelam (Pannas BMKT).

Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (PSDKP KKP) yang menemani konsekuen atas pengawasan BMKT, terus mencariakal mengamankan semua BMKT yang diketahui terbesar ada di nomor perairan Indonesia. Salah satunya di Bangka Belitung.

Sebagai salah satu pecahan Pannas BMKT, Ditjen PSDKP menggandeng Ditjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL) KKP bermutu melaksanakan pengawasan semua BMKT yang ada di perairan Indonesia. Upaya itu salah satunya dilakukan asalkan berbuat pengawasan di Desa Kurau, Kabupaten Bangka Tengah belum sakti ini.

“Ada beberapa kategori benda yang diduga BMKT yang teridentifikasi saat melakukan peninjauan lapangan bersama. Di antaranya adalah fragmen keramik, logam mulia, dan besi,” ungkap Direktur Jenderal PSDKP KKP Tb Haeru Rahayu belum sakti ini, penaka dikutip Mongabay, Minggu, (23/8/2020).

Walau tuntas ada hasil identifikasi, dia mengaku berlebihan belum mencerna secara pasti bukanmain berlipat-lipat detilnya. Hanya berpanjang-panjang, benda-benda yang ditemukan tersebut diketahui merebak di sepanjang pantai yang ada di Desa Kurai dengan diameter luasan mencapai 20 meter.

Di lokasi tersebut, beberapa materi yang ditemukan di antaranya serpihan keramik, besi mulia, logam, guci berdosis padat, pasu berbentuk dengan diameter kurang pecah 50 sentimeter, bilahan panah, dan batang berdosis padat.

“Kami sudah meminta agar benda-benda tersebut diamankan, mengingat lokasinya cukup dekat dengan area publik, serta untuk mengantisipasi kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh faktor alam,” ungkap dia.

Mengingat asalkan ini teradat berlangsung pandemi COVID-19 yang menjalin membludak aktivitas urung, Haeru Rahayu menyangkut-nyangkutkan membludak pihak untuk menemani beternak semua BMKT di Indonesia. Setelah pandemi berakhir, dia berkaul akan menyangkut-nyangkutkan membludak pihak lagi untuk mempelajari hasil temuan benda-benda BMKT pecah Bangka Belitung.

Dengan mempelajari semua materi tersebut, itu akan mencerna nilai saga dan ilmu pengetahuan, ataupun potensi ekonominya. Selain itu, dengan mempelajari lebih detil, akan bisa diketahui saga perdagangan, manis, budaya, dan peran Bangka Belitung di pada waktu lalu.

Pada kesempatan masing-masing, Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan KKP Matheus Eko Rudianto memerintah bahwa pengawasan yang dilakukan di Desa Kurau dilakukan setelah mendapat laporan resmi pecah Botanical Group for Environmental Project.

Menurut dia, penaka tanahraya kepulauan, Indonesia memang memiliki potensi peninggalan BMKT yang hebat padat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan KKP pada 2000, sedikitnya berjumpa 463 flek lokasi BMKT yang merebak di seluruh nomor perairan laut. Dari berlipat-lipat tersebut, diketahui terakhir 20 persen yang tuntas bergerak dilakukan verifikasi dan 3 persen yang teradat dilaksanakan eksplorasi.

Sementara, Dirjen PRL KKP Aryo Hanggono bercerita, setelah meninjau langsung di piring disiplin dan menemukan benda-benda yang diduga sisi pecah BMKT, KKP berkonsultasi dengan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar bisa dilakukan proses identifikasi lebih rinci.

“Harapan kami, narasi kesejarahan dari benda tersebut dapat menambah pengetahuan dan menjadi daya tarik untuk mendukung pengembangan wisata bahari di lokasi tersebut,” ucap dia.

Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Tukul Rameyo menambahkan, pembentukan Pannas BMKT dibentuk pada 1989 dengan target untuk memalangi dan mengelola keberadaan BMKT yang potensinya hebat padat di nomor perairan Indonesia.

Setelah Pannas BMKT bertumpu, 11 tahun kemudian Pemerintah Indonesia memberlakukan Undang-Undang No.11/2010 tentang Cagar Budaya. Melalui regulasi tersebut, pemanfaatan dan pengelolaan peninggalan BMKT pecah kapal yang mengalami petaka di nomor perairan Indonesia, diharapkan bisa berperan lebih langsai.

Selain untuk atraksi mencariangin saga, kehadiran BMBKT di bawah perairan Indonesia juga bisa berperan sisi pecah wawasan primitif untuk seluruh partai masyarakat Indonesia. Terlebih, bermutu Peraturan Presiden RI No.16/2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia, yang hamil tujuh pilar KKI, berjumpa pilar keenam tentang budaya maritim.

“BMKT dan shipwreck (bangkai kapal tenggelam) ini tengah berusaha untuk ditambahkan dalam tujur pilar yang ada dalam Perpres 16/2017,” ujar dia.

Menurut Tukul, ada tiga program pangkal yang fokus pada laut dan literasi budaya. Di antara ketiganya, ada upaya untuk berekspansi inovasi bertonggakkan literasi budaya yang ada pada kapal tenggelam dan warisan bawah air bermoral BMKT.

Untuk itu, tatanan yang dipilih salah satunya adalah dengan memajukan museum maritim. Adapun, lokasi yang dinilai berbetukebetulankebetulan untuk pembangunan museum, tidak lain adalah Belitung, berkah di nomor perairan pulau tersebut ada beberapa lokasi kapal tenggelam berkah kecelakan di pada waktu lalu.

“Selain itu, Belitung juga akan dipromosikan sebagai UNESCO Global Geopark dan juga merupakan satu dari 10 destinasi wisata super prioritas Pemerintah Indonesia,” ungkap dia menuturkan program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang berniat untuk menyaingi pariwisata di Bali.

Di luar sisi yang disebut di atas, Tukul menambahkan bahwa Belitung juga hebat berbetukebetulankebetulan untuk berperan baka lokasi pembangunan museum maritim, berkah di perairan pulau tersebut bisa dikembangkan konsep pariwisata terpadu mencakup mencariangin kapal tenggelam, BMKT, dan ekosistem laut penaka terumbu karang dan hutan bakau (mangrove).

Dengan konsep terpadu penaka itu, diyakini Belitung bisa bercabang berperan lokasi mencariangin yang tidak hanya sekedar menawarkan atraksi mencariangin saga bawah air berpanjang-panjang, namun juga bercabang penaka destinasi mencariangin kuliner yang menawarkan seperti kuliner pecah berbagairupa genus ras.

“Jadi, dapat dipadukan semua sektor, sehingga pengunjung yang datang akan lebih banyak. Itu karena pengunjung tidak hanya melihat mangrove atau terumbu karang, tapi juga melihat sejarah bahkan kuliner dalam satu kawasan,” papar dia.

Di aspek lain, walau konstruktif potensi yang hebat banter, namun pemanfaatan BMKT dan kapal tenggelam tidak bisa dengan mudah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Penyebabnya, berkah pemanfaatan dan pengelolaan untuk potensi tersebut berlebihan terkendala upah, terutama untuk pengangkatan kapal yang padat.

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Lingkungan Laut Kemenko Marves Nurul Istiqomah, pengangkatan layon kapal dan BMKT sampai sekarang berlebihan berperan kegiatan yang mahal berkah kerumitan proses dan nilai saga yang ada di dalamnya.

Diketahui, pengawasan BMKT yang berperan fokus pecah KKP bermutu dua terkini, di antaranya golongan yang memiliki tingkat mara cukup banter terhadap kegiatan pengangkatan BMKT secara ilegal. Daerah yang dimaksud, adalah Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Karawang (Jawa Barat), dan Selayar (Sulawesi Selatan).

Selain dengan berawal ke piring disiplin secara langsung, pengawasan juga dilakukan pada lepau penyimpanan BMKT yang ada di Cileungsi, Kabupaten Bogor dan Sawang, Kota Depok (Jawa Barat), Lodan (DKI Jakarta), Batam (Kepulauan Riau), dan Belitung (Bangka Belitung).

Source Link

Wisatawan padati kawasan Lembang dengan terapkan protokol COVID-19

Sebetulnya berlebihan agak rambang (COVID-19), tapi kami liburan bani membludak ini rampung direncanakan terbit jauh hari, yang terpenting kami berpumpun untuk menerapkan protokol kesehatan.

Bandung (ANTARA) – Para wisatawan terbit golongan Jawa Barat maupun Jakarta memadati destinasi berekreasi di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada libur lancip Tahun Baru Islam 1442 Hijriah ini, dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Mereka memadati kawasan Lembang sejak Sabtu ikhlas untuk menggempur sisa bila libur lancip ini dengan bani. Saat kalau pandemi COVID-19 belum meluak, syarat para wisatawan untuk mengakar ke destinasi berekreasi ialah menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

“Sebetulnya masih agak khawatir (COVID-19), tapi kami liburan keluarga besar ini sudah direncanakan dari jauh hari, yang terpenting kami sepakat untuk menerapkan protokol kesehatan,” ocehan wisatawan asal Kabupaten Karawang, Herawati Salsabila (20) seumpama ditemui di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu, Sabtu.

Baca juga: Pulihkan ekonomi, Menhub dorong Bandara Yogyakarta tarik wisatawan

Menurutnya libur lancip ini memang dijadikan momen untuk berpiknik setelah kejenuhan selama kalau pembatasan santun berskala membludak (PSBB) diterapkan di golongan Jawa Barat.

“Kami di rumah saja kan lama banget, jadi ingin jalan-jalan, kami kan sudah ada rencana juga wisata ini. Kan deket dari Karawang ke Tangkuban Parahu,” katanya.

Wisatawan lainnya terbit Jakarta, Ahmad Rafli (32) berkata dirinya cukup bersifat menggubris kalau adaptasi kebiasaan kontemporer ini melalui berpiknik ke luar kaum.

Baca juga: Batam ingin bidik pasar wisatawan Eropa, namun ini kendalanya

Dia pun mengaku ingin membentuk keluarganya rutin dengan protokol kesehatan COVID-19 yang harus diterapkan setiap seumpama, termasuk seumpama berpiknik ke alam yang melembak.

“Ini libur panjang sudah dua kali, pekan kemarin sama pekan ini, kami manfaatkan untuk jalan-jalan, sama anak-anak supaya terbiasa pakai masker,” ocehan Ahmad seumpama ditemui di TWA Gunung Tangkuban Parahu.

Ia pun memang terdorong untuk membawa anak-anaknya ke luar kantor setelah PSBB. Apalagi, ocehan dia, anak-anaknya juga merasa berlipat-lipat signifikan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Sejauh ini para pengelola destinasi berekreasi di kawasan Lembang menyatakan berjumpa peningkatan berjibun wisatawan seumpama libur lancip ini.

Baca juga: Upaya tarik wisatawan, Sukabumi kembangkan destinasi wisata Paralayang

Humas destinasi berekreasi Floating Market Lembang, Intania Setiati berkata pihaknya mencatat ada peningkatan hingga 30 persen berjibun wisatawan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jumlah tersebut berpotensi terus beranak pinak berkat libur lancip ini belum berkesudahan.

“Sudah mulai ramai dan ada kenaikan dibanding kemarin. Kalau sekarang masih 20 sampai 30 persen. Biasanya semakin sore semakin ramai,” ocehan Intan.

Sementara itu, Direktur Pengelola TWA Gunung Tangkuban perahu, Putra Kaban berkata sejauh ini pihaknya berjejak beribadat aturan pemerintah soal pembatasan berjibun pengunjung. Meski benar-benar, menurutnya berjibun pengunjung sejauh ini memang tidak mencapai setengahnya terbit daya tampung.

“Sekarang biasanya dalam satu hari bisa 2.000 hingga 3.000 orang, tapi itu kan sirkulasi, tidak mungkin dalam satu momen 3.000 orang di atas (kawah), daya tampungnya juga 7.000 orang,” ocehan Kaban.

Ia memastikan setiap bangsa yang mengakar ke gaba-gaba TWA Tangkuban Parahu, rampung diperiksa dan rampung memenuhi protokol kesehatan. Apabila ada yang tidak betul dengan protokol kesehatan, bangsa tersebut tidak diizinkan mengakar ke lokasi.

“Pokoknya kalau ada yang lebih dari 37 (celsius), kami suruh tunggu di sini, dan tidak boleh masuk,” katanya.

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Source Link

Eksotisme Pantai Benan – Medcom.id

Benan: Kepulauan Riau memiliki gugusan pulau-pulau nan baik. Satu pulau yang sukat ini berprofesi pilihan destinasi para traveller adalah Pulau Benan, untuk mengeksplor eksotisme pantainya yang bersisa khalis dan alami.
 
Berada di Kecamatan Senayang, Lingga, Kepulauan Riau, Pantai Benan memiliki berjibun sekitar 500 meter persegi, keahlian semenjak Pulau Benan yang berpaham laksana busur kecil yang memanah ke arah Laut Cina Selatan dengan berjibun 1.906.250 meter persegi.
 
Pasir safi nan halus memenuhi sepanjang beset pantainya. Jejeran pohon kelapa yang bersemi bervakansi sepanjang pantai, berprofesi panorama yang baik kala senja maupun sukat mentari tegak malu-malu. Air pantai yang majelis berprofesi pelengkap bersih kebajikan panorama pantai.

Menggunakan kapal

Menuju Pantai Benan, traveler harus menggunakan kapal ferry semenjak Tanjung Pinang, Pulau Bintan sekitar satu jam perjalanan, semenjak Pulau Batam sekitar dua jam, atau Kota Daik Pulau Lingga sekitar empat jam perjalanan.
Eksotisme Pantai Benan
Jejeran pohon kelapa yang bersemi bervakansi sepanjang pantai. (Foto:Medcom/Arthurio Oktavianus Arthadiputra) 





Bagaimana sahutan anda mengenai butir ini?


Rumah penduduk berpaham serambi di pesisir pantai, terutama di lapangan barat pulau, menghadirkan gaya kehidupan penghuni pulau yang teratur berperan bagaikan nelayan.
Mengarungi ombak menggunakan perahu dan kapal adalah nyawa mereka sehari-hari. Selain bertabiat ikan kontemporer, hasil tangkapan diolah penduduk berprofesi komoditas pangan lain.
 
Ritme kehidupan yang hampir sama dengan penduduk pulau lain yang berapat-rapat dengan Pulau Benan. Seperti Pulau Katang, Pulau Nopong dan Pulau Merodong.

Pesona antik

Jika mau mengadar, para traveler dapat menyewa cottage-cottage kering tapi adingin di bacot Pantai Benan. Dari pendapa cottage, celotehan debur ombak terkuak. Pantai enak biru majelis seakan mengintip semenjak celah-celah pohon kelapa. Sangat eksotis.
 
Pesona antik yang bisa dinikmati traveler di Pantai Benan berprofesi daya tarik yang berat sayang untuk diacuhkan. Bagi yang suka melimbang, tersedia sepeda yang dapat disewa atau trekking menyusuri pantai.
 
Mengeksplorasi keindahan bawah laut juga bisa dilakukan dengan snorkeling, diving atau berkano di atas air yang majelis. Keindahan pantai dan terumbu karang memupuk Pulau Benan berprofesi daratan Lingga Fishing Festival (LLF) setiap tahunnya.
 
Dan, pesona Pulau Benan sebagai surga kecil di ujung Lingga, yang menanti untuk ditelusuri tiap lekuk beset pantainya.
 

 

(YDH)

Source Link

Menegangkan, Menyusuri Wisata Kuburan Batu Londa Toraja Part 01 – Geopark Indonesia 11/08



Tanggal Tayang: 11/08/18

Subscribe iNews Official Youtube Channel:
https://www.youtube.com/OfficialiNews

dan subscribe untuk program Talkshow & Magazine kami di channel:
https://www.youtube.com/iNewsTalkshowMagazine

Follow Our Official Twitter: https://twitter.com/OfficialiNewsTV
Check Our Official Website: http://www.i-newstv.com
Like Our Official Facebook: https://www.facebook.com/OfficialiNewsTV
Follow Our Official Instagram: https://www.instagram.com/officialinewstv

Saksikan program Talkshow & Magazine di:
Talk To iNews: Senin, Selasa, Jumat Pukul 19.30 – 20.30 WIB
Polemik: Kamis Pukul 19.00 – 20.30 WIB
GPS: Selasa – Rabu Pukul 23.03 – 23.30 WIB
Indonesia Border: Senin 23.03 – 23.30 WIB

Sabang, Lampung, Pelaihari, Banjarmasin, Masohi – 50 UHF | Lhokseumawe, Jabodetabek – 30 UHF | Banda Aceh – 40 UHF | Medan, Pontianak, Semarang – 45 UHF | Pematang Siantar – 58 UHF | Pekan Baru – 48 UHF | Tanah Datar, Bukit Tinggi, Palangkaraya – 33 UHF | Padang, Cirebon – 31 UHF | Batam, Samarinda – 61 UHF | Palembang, Kendari – 44 UHF | Pangkal Pinang – 37 UHF | Bengkulu, Merauke – 24 UHF | Bandung – 22 UHF | Tasikmalaya – 52 UHF | Magelang – 54 UHF | Surabaya – 62 UHF | Denpasar – 53 UHF | Mataram – 38 UHF | Kupang, Gorontalo 56 UHF | Makassar – 51 UHF | Mamuju – 28 UHF | Tarakan – 41 UHF | Palu – 45 UHF | Manado – 26 UHF | Ternate, Manokwari – 34 UHF | Indovision -Channel 83 |Top TV – Channel 83 | Okevision – Channel 101

source

Adventure Ranoh Island (Pulau Ranoh) : A Perfect Holiday Getaway | Explore Indonesia |



A perfect holiday getaway especially during Singapore’s National Day.

Some of us maybe are still unfamiliar with this one of the island in Batam, especially if you come from abroad. Formerly, this island was an uninhabited and have reguler beach located on an island that has the same name as the beach, Ranoh island. After several months closed for public, Ranoh beach was reopened and the owner rebranding it as Adventure Ranoh Island.

Ranoh beach, located on Ranoh island. This island is still one waters with Abang Island. More precisely, this small island is located right between the islands of Abang Besar and Abang Kecil Island, sandwiched between them.

With its location in the middle between two islands, making the island has calm sea water, the waves are calm. The beach also has its own snorkeling spot in departemen of the island.

Visited Places:
Ranoh Island, Batam, Indonesia

Adventure Ranoh Island, Newly Opened Beach Attraction in Batam


https://www.indonesia.travel/sg/en/destinations/sumatra/batam

Filming Gear used:
– Camera: Fujifilm X-T2
http://www.fujifilm.com.sg/en/products/consumer-products/digital_cameras/x/fujifilm_x_t2/
Huawei P20 Pro with DJI Osmo Mobile 2 Gimbal
https://consumer.huawei.com/sg/phones/p20-pro/
https://store.dji.com/product/osmo-mobile-2?gclid=CjwKCAjwkcblBRB_EiwAFmfyy_ssICpExiyeNnXluEoX94I8aNmGcsapzMyWSfbyjDlzRYlM61XIChoCk4gQAvD_BwE

– Camera Lens: FUJINON LENS XF18-55mmF2.8-4 R LM OIS

*Software: Davinci Resolve 16
——————————————————————————————————-
*Music: No Copyright Music
Song: Nekzlo – A Clear Horizon (Vlog No Copyright Music)
Music promoted by Vlog No Copyright Music.
Video Link: https://youtu.be/BuAIhEA_SWo
——————————————————————————————————-
Song: Fredji – Flying High (Vlog No Copyright Music)
Music provided by Vlog No Copyright Music.
Video Link: https://youtu.be/ueOi5slIU2E
——————————————————————————————————-
Island by Declan DP Music https://soundcloud.com/declandp
Licensing Agreement: http://www.declandp.info/music-licensing
Free Download / Stream: http://bit.ly/_IslandDeclanDP
Music promoted by Audio Library https://youtu.be/W-VL3ErafAg
——————————————————————————————————-
Thank you for Watching! SUBSCRIBE!

Lets be friends!
Facebook : https://www.facebook.com/antolinandcha/
: https://www.facebook.com/antolinmangana/
Instagram : @antolinandcha
:@antolin_0916
Twitter : @engrtolin
Email us : [email protected]

source