Pariwisata Domestik Mulai Menggeliat, Radja Wisata Tawarkan Program Private Tour

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pandemi Covid-19 belum memitar kesan bila akan habis.

Akan tetapi, situasi ini tidak menyurutkan keinganan melawat dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pemberlakuan PSBB tinggal ada di beberapa nomor, namun destinasi-destinasi domestik bergerak pulang menggeliat.

Melihat peluang jumlah di pemberian domestik, salah satu travel di Makassar, Radja Wisata menghadirkan program private tour. Di samping keamanan lebih terjamin, berjebah program private tour tidak sungguh membludak.

Destinasi yang ditawarkan bagaikan Bali, Lombok, Labuan Bajo, Batu-Malang, Jogja, dan Bandung. Dimana destinasi tersebut berpisah bergerak melembak dipadati wisatawan lokal.

“Efek pandemi ini memang pada akhirnya membuat para wisatawan jenuh dan butuh refreshing bersama keluarga. Wisata lokal menjadi pilihan yang paling safety,” suara Direktur Radja Wisata, Mawardha Dj, Senin (31/8/2020).

Ia memerintah, banyaknya program-program promo hotel penghargaan 5 di Bali, Jakarta, Bandung berperan triggers untuk masyarakat merencanakan liburan.

Misalnya, program promo hotel bagaikan Pay Now, Stay Later dengan harga diskon sampai dengan 30 persen terbit harga publis. Program ini sayang dilewatkan oleh costumer yang ingin kunjung berjalan-jalanbepergian ke destinasi berjalan-jalanbepergian favorit.

“Radja Wisata menawarkan program domestik full paket Bali dibuka dengan harga 3,2 Juta per Pax, Paket Bromo Malang 3,5 Juta per Pax untuk program 3 hari 2 malam, dengan minimal pax 4 sampai 6 pax,” bebernya.

Sementara untuk International, berlarut-larut Wardha andaikan ini tinggal membludak yang closed border, sehingga andaikan ini yang paling diminati adalah Turkey dengan program 8 hari dengan harga bergerak 14,7 Juta start Jakarta.

“Satu-satunya yang bisa kita jual untuk program outbond hanya Turkey, semoga beberapa negara akan segera open border untuk turis Indonesia,” ujarnya.

“Cukup banyak custumer kami yang sudah bertanya destinasi-destinasi favorit Radja Wisata, seperti Korea, Malaysia-Singapore, Jepang dan Bangkok. Ada Destinasi yang high demand atau cukup tinggi peminatnya di kami, hal ini dikarenakan Itenerary yang kami buat custom tidak umum seperti program-program lain,” tambahnya.

Sementara Untuk umrah, Wardha menambahkan, tinggal harap-harap goyah menanti bila Saudi resmi dibuka pulang untuk Jamaah umrah.

“Antusiasme calon jamaah cukup besar, meski kami belum dapat merelease harga paket saat ini,” pungkasnya.

Source Link

5 Tempat Wisata di Jogja, dari Alun-alun Selatan hingga Pantai Gunung Kidul

 

 

PORTAL JEMBER– Yogyakarta atau elementer disebut Jogja, adalah kota yang terkemuka dengan besarnya dunia berwisata, bertambah(usia) dari berwisata tanah hingga berwisata budaya.

Pada musim liburan, destinasi berwisata Jogja menjabat tujuan besarnya wisatawan signifikan dan luar bumi. Ada yang ingin ke pantai untuk menikmati sejuknya prahara dan pemandangan laut yang bagus, ada juga yang ingin menikmati gudeg di tengah suasana kota yang berkongsi.

Bagi kalian yang bernenek-moyang dari luar kota dan ingin bertamasya ke Jogja, ikut 5 rekomendasi dunia berwisata ini boleh betul-betul buat kalian coba datangi.

 

Di bibir Alun-alun Selatan anda dapat menyasarmembelek berlinang kendaraan njenis kurik yang beres didesain menjabat kendaraan kayuh yang pol dengan lampu-lampu LED.

Dua mendira kembar legendaris juga dapat ditemukan di Alun-alun Selatan, ransum anda yang memiliki kepercayaan fisik yang banter, anda dapat berupaya menyebrangi kedua mendira kembar ini dengan mata bersimbur.

Banyak wisatawan yang kaget bagaimana susahnya menyebrangi kedua mendira kembar ini, padahal rantaian yang ditempuh hanya lunas ramah berkepanjangan.

 

Baca Juga: Pandemi Belum Berakhir, Bali Batalkan Pembukaan Pariwisata untuk Turis Mancanegara

2. Malioboro

Sudah pasti, Jika anda tidak ke Malioboro anda belum berasal ke Jogja namanya. Malioboro adalah destinasi yang paling wajib untuk dikunjungi bilamasa ke Jogja.

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags


Terkini

29 Agustus 2020, 10:15 WIB

29 Agustus 2020, 09:10 WIB

29 Agustus 2020, 08:10 WIB

29 Agustus 2020, 07:30 WIB

29 Agustus 2020, 06:20 WIB

28 Agustus 2020, 21:31 WIB

26 Agustus 2020, 17:12 WIB

26 Agustus 2020, 09:10 WIB

25 Agustus 2020, 21:44 WIB

25 Agustus 2020, 10:20 WIB

Source Link

Desa Wisata Blue Lagoon Siap Dikunjungi Wisatawan

Harianjogja.com, SLEMAN—Desa Wisata Blue Lagoon di Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, terpilih menjabat lokasi uji coba penerapan adaptasi kebiasaan terakhir (AKB). Uji coba yang diinisiasi Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) dan pengelola Blue Lagoon, digelar Minggu (23/8/2020).

Acara uji coba dikemas padat pentas seni dan dialog interaktif yang membawa-bawa 30 peserta Press Tour Blogger dengan Kepala Dispar Sleman, Sudarningsih Msi; Kepala BPPS, Guntur Eka Prasetya; Pengelola Desa Wisata Blue Lagoon, Suhadi; dan badal Blogger Yogya, Rokhmadu Inuhayi.

“Kami sangat memerlukan peran serta para blogger untuk kembali menghidupkan pariwisata secara bertanggung jawab di masa adaptasi kebiasaan baru,” kata Sudarningsih, seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Jumat (28/8).

Menurut Sudarningsih, di era milenial ini, peran aktif blogger sebagai penyebar informasi yang benar sangat diperlukan. Media sosial telah mendapat tempat di hati masyarakat, sehingga perlu dirangkul untuk diajak bekerja sama sebagai saluran informasi yang tidak menyesatkan.

Oleh karena itu, Dispar dan BPPS mengajak kalangan blogger untuk bersinergi memberikan informasi pariwisata yang mendidik dan memotivasi masyarakat agar tidak takut berwisata, namun tetap sehat dengan mematuhi protokol kesehatan di era AKB. “Melalui ekspose di blog dan media lurus, mari ajak masyarakat menghadapi dan merobohkan pandemi Covid-199 dengan aktivitas normal,” kata Sudarningsih.

Pengelola Desa Wisata Blue Lagoon, Suhadi, menyatakan pihaknya telah mengupayakan standar protokol kesehatan seperti menyiapkan tempat cuci tangan, petugas selalu mengenakan masker dan face shiled, dan wisatawan terus diingatkan agar selalu pemakaian masker jaga jarak.

Dalam uji coba ditampilkan tiga tarian tradisional, di mana seluruh penari dan penabuh gamelan mengenakan face shield dan berjarak satu meter. “Ternyata penampilan tari menjabat pelik kekinian, berpijak berseni dan photogenic,” pikiran seorang blogger, Faida Zuhria.

Source Link

18 Obyek Wisata di Kulon Progo yang Boleh Beroperasi

Kulon Progo – Sebanyak 18 obyek berkeliling(kota) di Kabupaten Kulon Progo, telah mendapatkan rekomendasi uji coba operasional terbatas. Dari 18 obyek berkeliling(kota) tersebut hanya delapan yang dikelola oleh pemerintah setempat.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Joko Mursito, merinci 18 obyek berkeliling(kota) tersebut. Obyek berkeliling(kota) yang dikelola oleh pemerintah setempat adalah Pantai Glagah, Pantai Trisik, Pantai Congot, Waduk Sermo, Gua Kiskendo, Kebun Teh Nglinggo, Kebun Teh Tritis, dan Puncak Suroloyo.

Sementara obyek berkeliling(kota) yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat adalah Pule Payung, Ekowisata Sungai Mudal, Dolan Deso Boro, Air Terjun Kedung Pedut, Kalibiru, Taman Bendung Kamijoro, Gunung Kuniran, Taman Bambu Air Sermo, serta Mangrove Pantai Pasir Kadilangu.

Joko menambahkan, para pengelola obyek berkeliling(kota) yang telah mendapatkan rekomendasi tersebut wajib menerapkan protokol kesehatan untuk membentengi penyebaran Covid-19, di antaranya harus memiliki sarana bersihkan tangan dan sabun, alat pengecek suhu badan, serta masker paruh yang ingin beli di tanah.

Terhadap obyek berkeliling(kota) tersebut kami melebar monitoring dan evaluasi.

Pihaknya juga akan membangun posko terpadu di destinasi standar Kulon Progo, yang membelit berbagairagam faktor bertalian.

Para pengelola obyek berkeliling(kota) juga diminta untuk berhubungan lingkungan obyek berkeliling(kota) betul berkualitas sepekan, yakni setiap hari Senin, untuk dilakukan pembersihan dan disinfeksi.

“Kami bersepakat Senin ditutup untuk keperluan bersih-bersih dan semprot destinasi. Di masa pandemi kami berpikir kualitas pelayanan, terutama soal CHS [Cleanliness, Health, and Safety],” ucap Joko Mursito, di Kulon Progo, Rabu 26 Agustus 2020.

Selain pengelola obyek berkeliling(kota), para pengunjung obyek berkeliling(kota) juga diharapkan berpengalaman menaati protokol kesehatan, ragam berkedok, bersihkan tangan, dan celik jarak. Untuk mengurangi risiko penularan Covid-19.

Untuk memudahkan wisatawan, nantinya beberapa obyek berkeliling(kota) akan menggunakan aplikasi Visiting Jogja. Mereka bisa mengamalkan reservasi secara daring atau online melalui aplikasi tersebut, sekaligus untuk mendata kota asal wisatawan yang bertandang-berlanglang.

Adapun paruh wisatawan yang belum mengamalkan reservasi daring, bersisa bisa mengamalkan reservasi manual di gerbang tanah pemungutan retribusi (TPR) berkeliling(kota).

“Dikembangkan aplikasi Visiting Jogja. Isinya untuk reservasi tiket, hotel, dan sebagainya. Aplikasi ini juga bisa untuk tracking dan tracing pengunjung,” suara Joko. []

Source Link

Kadispar Gunungkidul Ungkap Tantangan Kelola Wisata di Era New Normal

NcakapJogja.id – Memasuki apabila transisi new elementer, sejumlah destinasi wisata telah rujuk membuka badan untuk pengunjung.  Kendati demikian, tentu advberkelaluan sebagian lebat pengelola piknik berdiri memberlakukan protokol kesehatan ketat demi menjegal penularan COVID-19 tak terkecuali halnya dengan destinasi di Gunungkidul, Yogyakarta.

Melalui zoominar bersaf-saf Jogja Tourism: Planning For Quick Recovery, Rabu (26/8/2020), Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Gunungkidul, Ir. Asti Wijayanti menyampaikan beberapa bab berhubungan piknik di era new elementer.

Dirinya berperi bahwa terlaksana tantangan masing-masing padat mengelola destinasi piknik yang sungguh meruah di Gunungkidul.

Terlebih, kini ada ketentuan rekomendasi verifikasi resmi destinasi piknik berbunga DISPAR DIY yang digunakan untuk memastikan apakah lokasi tersebut telah menerapkan protokol kesehatan atau belum.

Asti Wijayanti menyebutkan, bahwa hingga manakala ini telah ada 43 noda destinasi piknik yang berkeputusan mendapatkan rekomendasi verifikasi berbunga DISPAR DIY.

“Sebanyak 43 titik destinasi wisata sudah diverifikasi, yakni 32 di antaranya merupakan pantai. Menjadi tantangan luar biasa karena SDM kami juga terbatas kami butuh strategi khusus agar seluruh destinasi wisata bisa diterapkan protokol kesehatan yang sesuai SOP,” omongan Asti Wijayanti.

Zoominar Jogja Tourism: Planning For Quick Recovery. (Zoom)
Zoominar Jogja Tourism: Planning For Quick Recovery. (Zoom)

“Tantangan lainnya muncul usai uji coba terbatas kemarin, jadi kami harus sekuat tenaga memastikan bahwa protokol kesehatan ini dipatuhi oleh pengunjung.”

“Kami sangat terbantu dengan beberapa pihak seperti BASARNAS dan juga gerakan Gunungkidul Greteh untuk selalu mengingatkan wisatawan di lokasi,” imbuhnya.

Melalui zoominar tersebut, Singgih Raharjo SH., M.Ed selaku Kepala Dinas Pariwisata DIY juga memberikan pendidikan berhubungan di mana wisatawan bisa menenok daftar destinasi piknik yang berkeputusan terverifikasi secara resmi.

Singgih Raharjo mengungkapkan, selain bisa melihatnya langsung di lokasi, wisatawan bisa mengamalkan pengecekan daftar destinasi piknik yang berkeputusan melakukab verifikasi melalui aplikasi ‘Visiting Jogja’.

Source Link

Biar Nyaman Wisata New Normal, DISPAR DIY Luncurkan Jogja Clean an Safe

OmonganJogja.id – Menyikapi era new normal, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Indonesia dan juga Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) baru-baru ini melangsungkan Zoominar berjenjang Jogja Tourism: Planning For Quick Recovery.

Dalam zoominar, Rabu (26/8/2020), Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) DIY beriringan lima Kadispar Kabupaten/Kota DIY menyampaikan beberapa perkara bertepatan ‘Pranatan Anyar Plesiran di Jogja’.

Setelah adanya aplikasi ‘Visiting Jogja’, kini DISPAR DIY balik mengumumkan ketentuan verifikasi dan juga stiker Jogja Clean & Safe yang wajib dimiliki oleh para pelaku bertamasya khususnya di Yogyakarta.

Seperti yang telah kita ketahui, meskicakagar habis diterapkannya sejumlah aturan perdana bertamasya Yogyakarta, bisa jadi beberapa kelas bersisa bertanya tanya untuk menikmati liburan di Kota Gudeg ini.

Agar wisatawan dan pelaku andil semakin pecah di era new lazim ini, bersantap DISPAR DIY memberlakukan adanya verifikasi destinasi bertamasya.

“Jadi, adanya verifikasi ini dilakukan untuk mencocokan list atau daftar, apakah destinasi atau pelaku usaha di bidang pariwisata tadi sudah melakukan protokol kesehatan dengan baik dan benar atau belum,” ocehan Singgih Raharjo SH, M.Ed, selaku Kepala Dinas Pariwisata DIY.

Singgih Raharjo, Kadispar DIY saat mengikuti Zoominar Jogja Tourism: Planning For Quick Recovery. (Zoom)
Singgih Raharjo, Kadispar DIY manakala terjun Zoominar Jogja Tourism: Planning For Quick Recovery. (Zoom)

Singgih Raharjo menambahkan, bahwa bilamasa rekomendasi verifikasi habis didapatkan, bersantap ragam petunjuk, destinasi bertamasya atau tanah andil tersebut akan memperoleh e-plakat dan juga stiker penanda Jogja Clean & Safe.

“Selain stiker, kita juga akan ada E-plakat yang nantinya bisa dicetak oleh pelaku usaha atau destinasi wisata, untuk kemudian dipigura sendiri dan dipajang. Hal ini bisa meningkatkan rasa aman dan kepercayaan wisatawan sekaligus membuat pelaku usaha lebih confident begitu,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabulaten Kulonprogo Joko Mursito S.Sn, M.A menyampaikan, bahwa di Kulomprogo sendiri beberapa destinasi bertamasya telah mendapatkan rekomendasi verifikasi bermula DISPAR DIY.

“Di Kulonprogo ada 41 lokasi yang sudah mendapatkan verifikasi, yakni 17 destinasi wisata, 19 tempat usaha, dan 5 hotel,” ocehan Joko Mursito.

Source Link

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Flora Wisata San Terra Malang

TRIBUNTRAVEL.COMFlora Wisata San Terra de Laponte merupakan satu tanahraya berekreasi di Kota Malang yang tengah berjebah diperbincangkan.

Bagaimana tidak, di sini traveler bisa menikmati suasana ala Korea dan Belanda.

Menariknya, Flora Wisata San Terra dilengkapi dengan beraneka ragam spot foto instagramble yang membimbing pengunjung semakin tabah.

Flora Wisata San Terra sepadanad berjaya pilihan liburan traveler yang gaib berlaku di Malang.

Cara Beli dan Harga Tiket Masuk Wisata Gunung Bromo yang Buka Mulai 28 Agustus

Traveler bisa mengunjunginya berpatungan bangsa, teman atau pasangan.

Sebelum liburan ke Flora Wisata San Terra, simak uaruar turut.

Harga Tiket Masuk Flora Wisata San Terra de Laponte

Dari pantauan TribunTravel di akun Instagram @florawisata.santtera, Rabu (26/8/2020), harga tiket berakar Flora Wisata San Terra dibanderol:

  • Senin-Jumat: Rp 20.000
  • Sabtu, Minggu dan Libur Nasional: Rp 25.000


Bagi pengunjung yang ingin menyewa hanbok atau pakaian tradisional Korea untuk mengambilfoto harus membayar lagi sebesar Rp 30.000-Rp 50.000 dengan durasi sekitar 30 menit.

Jam Buka Flora Wisata San Terra

Bagi traveler yang ingin bertamu ke Flora Wisata San Terra de Laponte bisa berakar setiap hari.

Pasalnya tanahraya berekreasi di Malang ini buka setiap hari dengan jam operasional lepaslandas pukul 08.30-17.00 WIB.

Tonton juga:

Lokasi Flora Wisata San Terra

Tempat berekreasi Flora Wisata San Terra de Laponte lokasinya cukup dekat dengan Taman Kelinci.

Tepatnya di Jalan Truno Joyo, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Pengunjung tidak akan kesulitan menemukan Flora Wisata San Terra, berkah akses rampung angkatkaki lokasi cukup rampung walau sedikit berseluk.

Spot Menarik di Flora Wisata San Terra

Flora Wisata San Terra de Laponte memiliki beberapa spot menarik sebagai Kampung Korea, Replika konstruksi ala Belanda, hingga taman bunga.

Di Kampung Korea, pengunjung bisa menikmati konstruksi perkampungan Korea dan mengambilfoto menggunakan hanbok atau baju tradisional Korea.

Tidak hanya itu advberkelaluan, pengunjung juga bisa mengambilfoto di replika kincir anginputing-beliung sebagai yang ada di Belanda.

Bagi pengunjung yang menyukai bunga, bisa bnerfoto di taman bunga.

Di sini ada sekitar 700 lebih jenis bunga yang bisa memanjakan mata dan berprofesi spot foto yang Instagramable.

Harga Tiket Masuk Merapi Park Jogja, Rasakan Sensasi Keliling Dunia di Satu Tempat Wisata Yogyakarta

Harga Tiket Masuk Gunung Pancar Bogor 2020 Lengkap dengan Rutenya

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Gembira Loka Zoo, Simak Syarat Kunjungan Selama New Normal

Rute dan Harga Tiket Masuk Embung Manajar, Tempat Wisata di Boyolali dengan Latar Gunung Merapi

Harga Tiket Masuk Embung Manajar, Wisata di Boyolali dengan Pemandangan Gunung Merapi

(TribunTravel.com/Ratna Widyawati)

 

Source Link

Pengunjung Wisata di Gunungkidul Capai Puluhan Ribu Selama Libur Panjang

YOGYAKARTA,KOMPAS.com-Selama libur panjang bermula Rabu-Minggu (19-23 Agustus 2020), pengunjung obyek mencariangin di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta mencapai puluhan ribu suku. Sebagian membludak mengunjungi wilayah pantai.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono berucap, total bermula Rabu hingga Minggu pengunjung di wilayah mencariangin mencapai 51.492 suku dengan pendapatan retribusi sebesar Rp 428.236.380.

“Untuk Goa Pindul, selama liburan pengunjungnya 1258 orang karena memang belum lama dibukanya,” perkataan dia melalui sambungan telepon, Selasa (25/8/2020).

Kawasan pantai menjabat incaran kunjungan berkah areanya berjibun dan mumbung pilihan, sebagai Pantai Baron, Ngobaran, Kukup, hingga Wediombo.

Baca juga: Uji Coba Tempat Wisata di Gunungkidul Diperpanjang hingga 31 Agustus

 

Pantai di Gunungkidul sendiri memiliki karakteristik berbagai macam, sehingga pengunjung tidak bosan untuk berpokok.

Namun demikian, tinggal ada wilayah pantai yang belum mengerjakan uji coba yakni pantai Ngeden. 

Untuk obyek mencariangin lainnya juga belum mengerjakan uji coba, sebagai Hutan wonosadi, Gunung Gambar, Gunung Ireng, Embung Batara Sriten, Gunung Gentong, dan Gren Village.

Untuk pengunjung wilayah mencariangin, pihaknya bertumpu mewajibkan pengunjung berakidah protokol kesehatan, sebagai mencuci tangan, memakai masker, dan mengisi aplikasi Visit Jogja.

Razia masker

Sementara itu Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono berucap, pihaknya mengerjakan razia masker kepada pengunjung pada hari Sabtu dan Minggu.

Razia masker itu betul intruksi bermula Kepala Satpol (Kasatpol) PP terhadap seluruh petugas SAR Satlinmas seluruh DIY.

Razia masker Pengunjung Pantai Gunungkidul Minggu (16/8/2020)Dokumentasi SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Razia masker Pengunjung Pantai Gunungkidul Minggu (16/8/2020)

“Setiap hari Sabtu dan Minggu, kami melakukan razia dan berkeliling dua kali untuk melakukan razia pengunjung yang tidak memakai masker, sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Marjono

Ia melanjutkan, pengunjung yang kebabaran tidak memakai masker akan dibawa ke sendi SAR untuk bina surat pernyataan yang digdaya akan menggunakan masker selama berpatroli.

Diakuinya, mumbung pengunjung dan masyarakat yang tidak memakai masker, alangkah bahwasanya mereka membawanya bermula balai.

Source Link

Daftar 35 Destinasi Wisata di Kabupaten Magelang yang Telah Buka Kembali

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Baru sebanyak 35 destinasi wisata di Kabupaten Magelang yang bercerai buka dan mengantongi izin berasal Pemkab Magelang dan kawanan tugas.

Meski demikian, 35 destinasi ini harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, apik pengelola maupun pengunjung.

Destinasi yang bercerai buka yakni Candi Borobudur, Pawon, Mendut, Ketep Pass, Bukit Rhema, Punthuk Setumbu, Gondopuro Wangi, Svargabhumi, Desa Bahasa Borobudur, Mangli Sky, Kyai Nogo Sosro, Punthuk Mangir Gunung Payung, Bukit Kembar, Gunung Sumbing, Telomoyo, Kidz Kreatif Playground.

Balkondes Ngadiharjo, Karanganyar, Wanurejo, Kembanglimus, Ngargogondo, Bumiarhjo, Majaksaingi, Jeep Wisata Parang Menoreh, Desa Wisata Candirejo, Desa Wisata Temanggal, Desa Wisata Banyubiru, Pogalan. Wisata religi seakan-akan Makam Aulia Gunungpring, Dusun Bintaro, Gunungpring; dan lain-lain.

Gerakan BISA, BOB Berikan Dukungan Peralatan ke Destinasi Wisata Terdampak Pandemi di Magelang

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Nur Supindahwati, mengimla, berasal 210 destinasi, terakhir 35 daya tarik wisata di Kabupaten Magelang yang telah dibuka.

Pembukaan putar berasal destinasi ini harus memenuhi syarat dan mendapatkan rekomendasi berasal kawanan tugas.

Pengelola harus bersih SOP, mengamalkan simulasi dan dilaksanakan evaluasi. Baru uji coba rekomendasi bisa merapat.

“Jadi mereka untuk buka kembali syarat utamanya adalah mendapatkan rekomendasi dari gugus tugas. Nah untuk memperoleh rekomendasi itu mesti nyampai dulu SOP, simulasi, evaluasi, uji coba baru rekomendasi keluar,” katanya, Selasa (25/8/2020).

Meski bercerai dibuka dan bercerai mendapatkan izin berasal Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, kegiatan wisata mesti bertapak menerapkan tujuh prinsip pangkalan.

Source Link

Gerakan BISA, BOB Berikan Dukungan Peralatan ke Destinasi Wisata Terdampak Pandemi di Magelang

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANGBadan Otorita Borobudur (BOB) memberikan usaha terhadap destinasi melancong yang terkena tubrukan pandemi di Kabupaten Magelang. Dukungan ini berakhlak pelayanan produk kebersihan, fasilitas posko kesehatan dan kelengkapannya.

Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB), Indah Juanita, berbicara, pandemi ini menggalang sejumlah destinasi melancong lumpuh. BOB pun memberikan usaha kepada destinasi dan pelaku pariwisata di destinasi yang dipilih.

Dukungan berakhlak pelayanan majemuk produk untuk reaktivasi destinasi mudik.

Raih Sertifikat SMAP, PT TWC Borobudur Prambanan dan Ratu Boko Komitmen Anti Penyuapan

“Adanya pandemi beberapa destinasi lumpuh, bagaimana caranya kita mengaktivasi destinasi tersebut itu dengan melakukan pendukungan berupa peralatan kepada pelaku pariwisata di destinasi-destinasi yang dipilih. Kami bekerja sama dengan Disporapar Jateng dan DIY. Di DIY sudah kita lakukan, sekarang kita lakukan di Jateng,” ujaran Indah, Selasa (25/8/2020) sekiranya menyerahkan pelayanan kepada pelaku melancong dan mengerjakan kampanye Gerakan BISA di Balkondes Bumiharjo, Magelang.

Indah berbicara, pihaknya menyerahkan beberapa pelayanan bak produk kebersihan dan kelengkapannya, fasilitas posko kesehatan antara lain bangsal sarnavil, thermo gun, dan kelengkapan lainnya.

Selain usaha produk, pihaknya juga mengerjakan perbaikan toilet dan wastafel, memasang signage hamil imbauan protokol kesehatan kepada pengunjung.

“Kita serahkan tenda untuk tempat memeriksa kesehatan dengan peralatannya. Kalau ada yang dideteksi panas, pengunjung diisolasi sebentar di tenda tersebut. Di sana, ada tempat tidur lengkap dengan meja. sehingga petugas mem laukna pemeriksaan dengan baik, menahan tamu yang sakit di situ terlebih dahulu,” penalaran Indah.

“Kita juga memberikan peralatan kebersihan untuk perbaikan toilet dan wastafel. Memberikan signage dimana-mana, berupa imbauan yang baik dan benar agar orang selalu aware untuk menjaga jarak, cuci tangan memakai masker,” tambah Indah.

Wisata Hits Baru : SvargaBumi, Selfie di Tengah Sawah dengan Latar Belakang Candi Borobudur

BOB juga mengkampanyekan Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) di destinasi melancong.

Setidaknya ada tujuh kurik desa melancong di sekitar zona Otoritatif BOB antara lain di Kabupaten Magelang yakni Desa Wisata Bumiharjo, Tegalarum, Kembanglimus, Kenalan dan Banyuroto. Sementara di Purworejo, ada Desa Wisata Benowo dan Sedayu.

Gerakan BISA sendiri adalah program bermula BOB, Kemenparekraf yang menggiatkan para pelaku melancong dan ekonomi kreatif meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan dan keamanan di destinasi pariwisata, menjawab wisatawan di semisal adaptasi kebiasaan advkemudian di segi pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Ada beberapa titik yang kita lakukan program BISA ini. Melalui cara yang spesifik, dimana kita melakukan pelatihan dari awal masuk tempat wisata sampai pelaksanaannya, agar tamu-tamu bisa aman. Jadi kita melakukan dukungan lengkap baik dari peralatan bagi pelatihan bagi pelakunya agar SOP protokol kesehatan menjadi kebiasaan yang diterapkan menerus,” ujaran Indah.

Untuk membangkitkan mudik destinasi melancong yang lumpuh, BOB mengerjakan pendokumentasian dan promosi kepada destinasi melancong tersebut. Selain itu, pelatihan-pelatihan kepada para pelaku melancong di sana.(TRIBUNJOGJA.COM)

Source Link