Masih Pandemi, Kawasan Wisata di Lobar Minim Pengunjung

GIRI MENANG-Objek berpesiar khatam dibolehkan putar berjalan. Namun tingkat kunjungan tinggal rumit minim.

Tengoklah tujuan berpesiar yang ada Suranadi, Narmada, Lombok Barat. Salah satunya Taman Impian Suranadi. ”Baru dibuka putar sejak bulan lalu. Namun tingkat kunjungan tinggal sedikit. Sehari terakhir ada 10-15 pengunjung,” curhat Rasta, sang pemilik.

Pihaknya menyuguhkan puspawarna spot foto, pub, plus penyewaan pakaian tradisional Korea, Jepang, dan Cina. Juga tradisional khas Sasak serta pemandangan tanaman unik di sekelilingnya. Tarif tiket berurat hanya Rp 10.000. Pihaknya juga menggratiskan macam di bawah lima tahun.

Ia khatam menerapkan puspawarna protokol kesehatan, bagai menambahkan noda lokasi siram tangan. Berharap lokasi ini perlahan berpengalaman memuai.

”Kami berkewajiban dan terus optimis membukanya dengan harapan berkelanjutan ada wisatawan yang berjamu,” katanya.

Sebelum pandemi, pihaknya bisa menerima 500-600 kunjungan per hari. Ditambah kerjasama yang dilakukan dengan Perama Management, membuatnya tak pernah sepi kunjungan wisatawan mancanegara. Kini, hanya ada beberapa wisatawan lokal dan jumlahnya rumit terbatas.

Kendati demikian lokasi ini meninggalkanbekas²jejaknlurus harus dirawat dan dibersihkan. ”Karenanya kami memilih untuk berkewajiban dibuka menyimpang agar tak terkesan plin-plan. Meski kunjungan terakhir beranak cucu akhir pekan. Paling deras mencapai 40 ordo sekitar minggu lalu,” akunya.

Jumaiyah, salah satu biaperi sate bulayak di kaum berpesiar Sesaot juga memprotes. Dia berniat masyarakat ingin berkelah. Namun ekonomi yang seret membentuk masyarakat sebisa siapa tahu mengurangi beban.

Beberapa tampak membawa bekal sendiri bermula aula. ”Mereka berusul tapi tidak membeli dagangan kami,” keluhnya.

Kini pihaknya hanya berpengalaman menjual 8-10 bagi setiap dua jangan-jangan luas sepekan. ”Padahal dulu bisa terjual 30-40an bagi,” katanya.

Faktor lainnya, berkat kalau ini memasuki musim formal. Air wai mengering sehingga mengurangi kebajikan pemandangan dan bentala bergambar sekitarnya.

”Selain kolam, daya tariknya itu wai,” jelasnya.

Ia berencana, pandemi acap rampung. Sehingga kunjungan tamu domestik maupun mancanegara acap dibuka. ”Penikmat sate bulayak sebagian berlebihan tamu luar area dan kesultanan,” jelasnya. (eka/r9)

 

 

Source Link

Pariwisata Domestik Mulai Menggeliat, Radja Wisata Tawarkan Program Private Tour

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pandemi Covid-19 belum memitar kesan bila akan habis.

Akan tetapi, situasi ini tidak menyurutkan keinganan melawat dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pemberlakuan PSBB tinggal ada di beberapa nomor, namun destinasi-destinasi domestik bergerak pulang menggeliat.

Melihat peluang jumlah di pemberian domestik, salah satu travel di Makassar, Radja Wisata menghadirkan program private tour. Di samping keamanan lebih terjamin, berjebah program private tour tidak sungguh membludak.

Destinasi yang ditawarkan bagaikan Bali, Lombok, Labuan Bajo, Batu-Malang, Jogja, dan Bandung. Dimana destinasi tersebut berpisah bergerak melembak dipadati wisatawan lokal.

“Efek pandemi ini memang pada akhirnya membuat para wisatawan jenuh dan butuh refreshing bersama keluarga. Wisata lokal menjadi pilihan yang paling safety,” suara Direktur Radja Wisata, Mawardha Dj, Senin (31/8/2020).

Ia memerintah, banyaknya program-program promo hotel penghargaan 5 di Bali, Jakarta, Bandung berperan triggers untuk masyarakat merencanakan liburan.

Misalnya, program promo hotel bagaikan Pay Now, Stay Later dengan harga diskon sampai dengan 30 persen terbit harga publis. Program ini sayang dilewatkan oleh costumer yang ingin kunjung berjalan-jalanbepergian ke destinasi berjalan-jalanbepergian favorit.

“Radja Wisata menawarkan program domestik full paket Bali dibuka dengan harga 3,2 Juta per Pax, Paket Bromo Malang 3,5 Juta per Pax untuk program 3 hari 2 malam, dengan minimal pax 4 sampai 6 pax,” bebernya.

Sementara untuk International, berlarut-larut Wardha andaikan ini tinggal membludak yang closed border, sehingga andaikan ini yang paling diminati adalah Turkey dengan program 8 hari dengan harga bergerak 14,7 Juta start Jakarta.

“Satu-satunya yang bisa kita jual untuk program outbond hanya Turkey, semoga beberapa negara akan segera open border untuk turis Indonesia,” ujarnya.

“Cukup banyak custumer kami yang sudah bertanya destinasi-destinasi favorit Radja Wisata, seperti Korea, Malaysia-Singapore, Jepang dan Bangkok. Ada Destinasi yang high demand atau cukup tinggi peminatnya di kami, hal ini dikarenakan Itenerary yang kami buat custom tidak umum seperti program-program lain,” tambahnya.

Sementara Untuk umrah, Wardha menambahkan, tinggal harap-harap goyah menanti bila Saudi resmi dibuka pulang untuk Jamaah umrah.

“Antusiasme calon jamaah cukup besar, meski kami belum dapat merelease harga paket saat ini,” pungkasnya.

Source Link

Tanjung Bias Lombok Disulap jadi Destinasi Wisata Berkelas

Lombok Barat, Gatra.com – Tidak mudah mengejar destinasi berkeliling(kota) alternatif hasil inovasi dan kreasi sentuhan kaum muda berdarah dan punya semangat. Perlu polesan dan imajinasi lebih kalau suatu tujuan berkeliling(kota) apa adanya tampang disulap bekerja daya tarik berkeliling(kota) yang bisa memikat wisatawan.

Kreasi anak-anak muda Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) bisa bekerja teladan naif yang layak dicontoh. Pantai Tanjung Bias yang letaknya berteman dengan wilayah kaum berkeliling(kota) Sengggi, berlebihan di Lombok Barat yang dulunya lokasi gundukan pembuangan sampah dan nyandarnya sampan nelayan yang kotor dan berat siku untuk didatangi, kini disulap bekerja kaum berkeliling(kota) yang berlimpah benang raja dengan tampilan ornamen keindahan yang kemas.

Pantai Tanjung Bias seiring pemikiran junior kaula muda di sana disokong Pemerintah Desa (Pemdes) Senteluk di-branding bekerja salah satu destinasi berkeliling(kota) kuliner halal di Lombok yang dibangun pemerintah desa setempat dengan daya tarik kuliner khas Lombok.

“Panorama pantai dengan latar belakang pemandangan Gunung Agung Bali serta keindahan panorama matahari tenggelam yang menawan menjelang senja menjadi sesuatu yang beda bisa ditemukan di Pantai ini,” ujar Kepala Desa Senteluk, Fuad Abdurrahman, kepada Gatra.com, Minggu (30/8).

Menurut Fuad, dibangunnya Tanjung Bias bekerja desa berkeliling(kota) dimaksudkan untuk membasmi talen kumuh dan jorok sebelumnya. Perkampungan nelayan diubah bekerja perkampungan benang raja. Tumpukan sampah yang ada di sepanjang parut pantai juga telah disulap bekerja konstruksi semi baki yang berstatus. Dari donasi Anggaran Dana Desa (ADD) Pemdes setempat mengucurkan donasi sebesar Rp100 juta.

“Kita juga memperoleh suntikan dana dari Pemprov NTB yang mencanangkan Tanjung Bias sebagai desa wisata,” perkataan Fuad.

Di sepanjang parut pantai juga disiapkan kedera sopa jatah pengunjung untuk menikmati pantai hempas sembari menunggu matahari terbenam serta menikmati bangket kuliner yang disiapkan. Bila pengunjung ingin menyusuri pantai dengan berkuda, umat setempat bekerja melayaninya.

Penataan Tanjung Bias rupa pusat rekreasi massal yang tengah hits di Lombok menjadikannya rupa lokasi berkeliling(kota) yang lebih dari itu familiar dan cukup instragrammable. Bila dicermati watak penataan Pantai Tanjung Bias tidak jauh beda dengan penataan berkeliling(kota) pantai berbasis kuliner hasil laut yang penaka dengan penataan berkeliling(kota) Jimbaran, Bali.

Sejumlah fasilitas disiapkan di Pantai ini. Semisal kafetaria, aula bersantap, toilet, dan musala. Tanjung Bias juga menawarkan aneka kuliner khas Sasak-Lombok kepada pengunjungnya. Aneka olahan ikan bekerja menu wajib di kafe-kafe Tanjung Bias, berangkat berpunca ikan goreng, ikan bakar, ikan kuah asam bersusila, dan lain-lain. Tidak lupa pula makanan khas Sasak, laksana plecing dan satai bulayak bekerja menu favorit para wisatawan.

“Di Tanjung Bias juga kita siapkan aneka aneka camilan seperti pisang goreng, kentang goreng, sosis goreng, dan aneka gorengan lain termasuk jagung bakar,” ujar Erwin, pemilik warung kuliner Panorama Tanjung Bias.


Reporter: Hernawardi

Editor: Iwan Sutiawan


Source Link

Berpegang pada Sertifikat CHSE, Rinjani Lombok Menjadi Destinasi Wisata Dipercaya Dunia

Lombok Utara, Talikanews.com – Rinjani merupakan Destinasi yang pegang sertifikat Clean, Health, Safety, Environment (CHSE). Hal itu bina Destinasi ini berprofesi destinasi mencariangin yang dipercaya oleh bidang di tengah pandemic Covid 19.

Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan, Global Geopark Gunung Rinjani sungguh menyimpang destinasi mencariangin yang runyam cemerlang, tapi dikagumi bidang. Bahkan merupakan surga ransum wisatawan.

Selain itu, Rinjani ini berprofesi jurusan bermula sumber kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Barat. Dimana, ribuan bangsa menggantungkan hidupnya bermula daerah taman nasional ini.

Hal itu bina Rohmi terus membilangi kepada masyarakat biar terus melestarikan taman nasional Gunung Rinjani. Ketika itu lihai di hidup maka, tidak hanya akan menghasilkan dunia cemerlang, melainkan akan memberikan hasil ransum pelaku pariwisata sendiri, sekaligus melestarikan sumber pencaharian secara selalu.

“Jaga dan lestarikan destinasi ini. Karena, merupakan sumber kehidupan masyarakat dan mampu menarik wisatawan,” ungkap Rohmi Djalilah pada waktu meninjau gaba-gaba pendakian jajaran Senaru di Dusun Jebak Gawah, Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara dan bersilaturrahmi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan kantor agen Asosiasi Jasa Pendamping Wisata, Sabtu kemarin.

Rohmi menegaskan, Rinjani harus berprofesi bentala yang suka cita ransum wisatawan dengan membudayakan sedang pendakian yang apik. Menerapkan sedang protokol kesehatan dengan berjumbai kepada sertifikat CHSE (Clean, Health, Safety, Environment) agar berprofesi destinasi mencariangin yang dipercaya oleh bidang di tengah pandemi Covid-19.

Bagi Rohmi, menjaga daerah Rinjani berprofesi tanggungjawab semua macam dengan bergotong royong bermakna satu visi untuk menggembala sumber mata air, hutan dan kekayaan bentala serta warisan budaya di lingkar Rinjani.

“Produktif di masa pandemi adalah dengan tetap memelihara lingkungan aset wisata dan harus secara disiplin dengan menerapkan perilaku hidup dalam tatanan baru yang menuntut kebersihan dan kesehatan serta selain keamanan juga kelestarian lingkungan,” celotehan dia.

Tidak lupa Rohmi membilangi kepada masyarakat biar berjejak disiplin menggunakan masker, mencuci tangan dan menggembala jarak pada waktu ini berprofesi sedang kenyamanan wisatawan yang tak bisa ditawa.

“Kedepan, tidak ada tempat wisata yang boleh beroperasi tanpa mengantongi sertifikat CHSE. Menurunnya wisatawan saat ini momentum menata kembali destinasi wisata untuk menjadi lebih siap dan lebih baik menyambut kehadiran wisatawan kedepannya,” ujar Rohmi.

Wagub menambahkan, sekiranya pandem merupakan kesempatan berongga untuk berjaga-jaga bentala mencariangin. Oleh sebab itu, berlokasi, tapi perbaiki dan lengkapi kekurangannya untuk meyakinkan wisatawan bersedia bertandang-berlanglang lagi.

Koordinator Assosiasi Pekerja Pariwasata Lombok Utara, Lalu Ahmad Yani menyampaikan, benturan wabah virus corona cukup dirasakan oleh bidang pariwisata. Terbukti, kaum kunjungan yang mendaki ke Rinjani gengsot bernas.

“Ini berdampak terhadap pendapatan kami yang bergerak disektor jasa guide, porter atau pendamping pengunjung pendakian Gunung Rinjani,” cetusnya.

Kendati demikian, sejak berangkat dibukanya jajaran pendakian ke Rinjani, pelaku pariwisat optimisme dan semangat lagi.

Dia berharap kepada Pemprov NTB dan Pemkab KLU untuk berikan panduan teknis kepada Pokdarwis maupun pelaku pekerja pariwisata agar memiliki pemahaman tentang pariwisata di era Nurut Tatanan Baru.

Ahmad Yani mengeja empat jajaran pendakian Rinjani yaitu Senaru, Sembalun, Timbanuh dan Aikberik. Jalur ini terus dibenahi setelah memasuki era new biasa, Nurut Tatanan Baru (NTB) dan menerapkan protokol Covid-19.

Tidak lupa menaruh harapan agar Pemerintah terus mempromosikan bahwa destinasi ini telah dibuka.

Kepala Desa Senaru, Raden Akria Buana, mendukung besarnya pembukaan semua gaba-gaba jajaran pendakian ke Rinjani. “Konsen pariwisata dengan Clean, Heal and Safety yang diluncurkan pemerintah harus lihai diterapkan dilokasi mencariangin, ungkapnya.

Salah seorang konstituen Assosiasi Tracking Organizer Senaru, Hajar mengaku, selain dirinya berprofesi usaha pendamping pendaki, ia juga mencipta dan memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar untuk menggembala daerah hutan Senaru. “Kami bersinergi dengan Pokdarwis dan masyarakat menjaga hutan,” tuturnya.

Untuk diketahui, Destinasi mencariangin Taman Nasional Gunung Rinjani memiliki sebanyak 2000 pelaku pemberian dan 180 tour operator di empat gaba-gaba merasuk. (TN-kominfo)

Source Link

VLOG #24 Belajar Snorkeling Untuk Anda Yang Tidak Bisa Berenang #snorkeling#meneliti



Wilayah Perairan Lombok Timur ternyata bermuatan keindahan yang luar prosais. Sangat disayangkan pecah wisatawan untuk tidak snorkeling. Tapi apa jadinya saat kita tidak bisa berenang? Tenang selalu berkah tidak bisa berenang pun kita meninggalkanbekas²jejaknlurus bisa Snorkeling lohh…dan mudah ternyata. Disimak oke videonya sampai putus.
Terima erotisme.

music by youtube music editor (Sunflower by Topher Mohr and Alex E)

source

Kembalikan Senggigi, Pelaku Hingga Pengunjung Wisata Lobar Angkat Sampah

Lombok Barat, Talikanews.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat, H. Baehaqi mengajak pelaku hingga pengunjung destinasi berjalan-jalanbepergian Lobar, bertabur(emas) sampah untuk kembalikan Senggigi setelah beberapa bulan stagnan akibat pandemi Covid-19.

Ratusan umat terlihat menyertai ikut-serta montok kegiatan “Ayo Bersih-Bersih” yang bersisa fokus di kelompok Senggigi, terbang pecah para staf Dispar Lobar, staf hingga para General Manager (GM) hotel kian para terapis Spa, Ladies dan pramuwisata inayat karaoke, seputaran Senggigi.

Baehaqi apresiasi para pelaku pariwisata dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyempatkan raga menyertai montok kegiatan bersih-bersih ini.

“Saya berterimakasih kepada para ASN yang ikut serta, khususnya yang memberikan motivasi atau yang menggerakkan kegiatan ini yaitu Dinas Pariwisata,” ucap Baehaqi.

Menurutnya, kegiatan ini juga merupakan suatu stadium dan terobosan yang perlu diikuti dan ditiru oleh semua OPD yang ada di Lombok Barat agar progres kepariwisataan untuk memuai dan balik berperan pos perekonomian golongan bisa acap terwujud.

Pelaku pariwisata, Acok akuyu mendukung kegiatan “Ayo Bersih-Bersih” di setiap Minggu ini.

“Dengan adanya kegiatan bersih-bersih di Senggigi ini, alhamdulillah mulai bangkit lagi dan dari Minggu pertama sampai sekarang tambah ramai. Juga tamu-tamu sudah mulai datang, teman-teman juga jadi tambah semangat,” ucap Acok bergelora.

Senada disampaikan Herman. Dirinya yang juga merupakan Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) bermaksud untuk beternak kenyamanan dan kebersihan Senggigi untuk para wisatawan.

“Insyaallah Minggu berikutnya kita akan estafet membersihkan kawasan Senggigi ini dari sampah agar memberikan kenyamanan kepada pejalan kaki dan wisatawan,” suara dia.

Kepala Dinas Pariwisata Lobar, H Saepul Ahkam mengaku, peserta yang hadir pada kegiatan sejati sampah luar perkiraan.

“Semua pihak mau turun. Tidak hanya dari perhotelan, ini juga diikuti oleh pramuwisata kita di Kafe dan Spa,” ungkap Akhkam.

Menurutnya manatahu ini merupakan salah satu kegiatan bersih-bersih yang paling banyak pecah sebelumnya.

“Tentu kita di Dispar sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang ikut ambil bagian. Bahkan hari ini kita dibantu Sekda yang langsung ikut nyapu dan angkat sampah,” ujar Akhkam bergelora.

Kegiatan ini, imbuhnya akan beternak semangat semua pihak untuk berjejak menggaungkan semangat #AyoKembaliKeSenggigi.

“Itu tagline kita bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mengulang kembali kejayaan Senggigi sebagai destinasi andalan,” zakiah-apik Akhkam.

Agar tagline itu semakin menggema, Akhkam memastikan Dinas Pariwisata berhubungan para pelaku di Senggigi akan menggelar beberapa event. Seperti Bike Camping untuk para penghobi sepada di Pantai Kerandangan yang digelar terbang besok lusa malam, kegiatan senam massal Zumba di tanggal 19 September, Motor Enduro di Batulayar tanggal 19-20 September, Senggigi Soundsation di setiap hari Minggu, dan kian penanaman coral planting untuk spot foto underwater.

“Ngecok Zumba tanggal 19 nanti akan menjadi launching tagline kita itu,” tutupnya (TN-red)

Source Link

Tinjau Senaru, Wagub Minta Destinasi Wisata Harus Tetap Dirawat — Jurnal Faktual

jfID – Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah berambisi agar pemeritah peruntungan dan masyarakat terus merawat destinasi pelesir di peruntungan berasingan, termasuk di kelompok Rinjani. Semua fasilitas yang ada di gaba-gaba pendakian Rinjani harus kompeten dijaga dan dirawat sehingga semua pengunjung dapat merasa tersebar.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah kalau meninjau gaba-gaba pendakian Senaru di Jebak Gawah, Desa Senaru Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Menjaga fasilitas publik di lokasi pariwisata payah signifikan-berfaedah dilakukan untuk merespons dan memberi fitrah yang tertib distribusi wisatawan.

“Jadi saya titip kepada Pak Sekda, Ibu Ketua Tim Penggerak PKK supaya destinasi pariwisata yang ada di KLU ini diperhatikan. Kondisinya harus terawat, ada yang merawat, bersih sehingga wisatawan juga nyaman,” suara Wagub, Sabtu (29/8).

Wagub berkata, Rinjani harus bekerja bumi yang suka cita untuk didaki. Oleh berkah itu ia berambisi agar segala SOP pendakian harus dipenuhi dengan maksimal.

“Itu menjadi tanggungjawab kita bersama, tidak ada yang sulit kalau kita gotong royong. Semua kita bersama-sama berpikir dalam satu visi yang sama agar Rinjani menjadi tempat yang terindah, terasri, teraman, terbaik maka InsyaAllah bisa kita wujudkan bersama,” jelas Umi Rohmi, sapaan akrabnya.

Umi Rohmi juga berkata sebu kondisi pandemi Covid-19 ini, meski hanya NTB advberkelaluan, tetapi juga seluruh tempat lopak dihadapkan dengan hal yang sama. Untuk itu, masyarakat diminta untuk bergiat suka cita dan berguna dengan advberkelaluan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dimana advberkelaluan agar terhindar semenjak virus tersebut.

“Kalau semua kita disiplin dengan protokol covid, otomatis kasus turun dan angka kematian bisa diminimalisir. Kita sedang berupaya agar menjadi daerah hijau. Kita bisa lakukan apa saja, namun tetap dengan protokol covid,” tegas Umi Rohmi.

Pada kesempatan ini, ia menyelentik butuh kerja sama semua pihak untuk pulang berguna dan memulihkan ekonomi. Upaya tersebut meski hanya peran semenjak pemerintah semata, tetapi peran masyarakat untuk saling menyelentik dan disiplin satu sama lain.

“Jika kita disiplin, saling mengingatkan, semua bertanggung jawab, ekonomi akan kembali pulih. Karena semua akan menjadi satu kesatuan yang tidak bisa terlepas satu sama lain,” penalaran Umi Rohmi.

Di akhir sambutannya, Umi Rohmi berkata pandemi bekerja momentum untuk bersiap-siap destinasi, agar semakin kelar bekerja destinasi yang berbobot. Oleh berkah itu, seluruh destinasi, hotel, dan kafetaria diharapkan bersertifikasi CHSE (Clean, Health, Safety and Environment) sehingga kompeten beraktivitas sekarang dan bersama-sama.

“Tidak hanya di masa pandemi, tapi setelah pandemi pun tetap bersih, tetap sehat dan aman. Itu yang harus kita jaga seterusnya untuk destinasi kita,” tutupnya.

Selanjutnya kegiatan ini dilanjutkan dengan pembahasan serentak masyarakat Desa Jebak Gawah dan menenok langsung simulasi pendakian.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. Lalu Muhammad Faozal berkata untuk penguatan infrastruktur pariwisata dibutuhkan sertifikasi CHSE distribusi seluruh bumi pelesir termasuk di kelompok Senaru.

“Dari dasar tersebut, mereka bisa beroperasianal jika belum memiliki CHSE maka tidak diizinkan untuk beroperasi,” jelasnya.

Melanjutkan sambutannya, Faozal berkata bahwa pendakian mulai Rinjani merupakan pendakian yang terasuransi. Melalui aplikasi e-Rinjani pendaki dapat membeli asuransi untuk keselamatan pendaki tersebut. Ia menginginkan tata kelola Rinjani ini, bekerja salah satu yang berbobot di Indonesia.

“Jadi yang kita inginkan dengan taman nasional menjadikan manajemen kelola Rinjani menjadi the best di Indonesia,” ungkapnya.

Melalui kesempatan ini Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara, H. R. Nurjati berkata terobosan yang dilakukan Pemprov sebu sistem pemulihan ekonomi pasca gempa dan jika pandemi Covid-19 kalau ini payah diapresiasi. Mulai semenjak pembinaan yang diberikan kepada UMKM, koperasi dan lembaga-lembaga lainnya seakan-akan peruntungan destinasi pelesir seakan-akan Senaru mendapatkan perhatian yang luar terampil semenjak Pemprov NTB

“Kami pun banyak mencontoh program-program dari pemprov, terutama dalam rangka pemulihan ekonomi melalui jalur-jalur koperasi dan UMKM,” ungkapnya.

Source Link

Tinjau Senaru, Wagub Rohmi Minta Destinasi Wisata Harus Tetap Dirawat

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah semisal meninjau gaba-gaba pendakian Senaru di Jebak Gawah, Desa Senaru Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu 29 Agustus 2020.

Lombok Utara, MN – Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah berharap agar pemeritah kelompok dan masyarakat terus merawat destinasi berwisata di kelompok sendirisendiri, termasuk di cacah Rinjani. Semua fasilitas yang ada di gaba-gaba pendakian Rinjani harus ahli dijaga dan dirawat sehingga semua pengunjung dapat merasa terbongkar.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah semisal meninjau gaba-gaba pendakian Senaru di Jebak Gawah, Desa Senaru Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu 29 Agustus 2020. Menjaga fasilitas publik di lokasi pariwisata memihak berharga dilakukan untuk menjawab dan memberi kodrat yang selesai potong wisatawan.

“Jadi saya titip kepada Pak Sekda, Ibu Ketua Tim Penggerak PKK supaya destinasi pariwisata yang ada di KLU ini diperhatikan. Kondisinya harus terawat, ada yang merawat, bersih sehingga wisatawan juga nyaman,” bicara Wagub.

Wagub bercerita, Rinjani harus berprofesi kerajaan yang selamat untuk didaki. Oleh berkah itu ia berharap agar segala SOP pendakian harus dipenuhi dengan maksimal.

“Itu menjadi tanggungjawab kita bersama, tidak ada yang sulit kalau kita gotong royong. Semua kita bersama-sama berpikir dalam satu visi yang sama agar Rinjani menjadi tempat yang terindah, terasri, teraman, terbaik maka InsyaAllah bisa kita wujudkan bersama,” jelas Umi Rohmi, sapaan akrabnya.

Umi Rohmi juga bercerita bernas kondisi pandemi Covid-19 ini, bagaimanapun hanya NTB melantur, tetapi juga seluruh bidang dihadapkan dengan perihal yang sama. Untuk itu, masyarakat diminta untuk berjalan selamat dan bermaslahat dengan advberkelaluan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dimana melantur agar terhindar mulai-sejak virus tersebut.

“Kalau semua kita disiplin dengan protokol covid, otomatis kasus turun dan angka kematian bisa diminimalisir. Kita sedang berupaya agar menjadi daerah hijau. Kita bisa lakukan apa saja, namun tetap dengan protokol covid,” tegas Umi Rohmi.

Pada kesempatan ini, ia menunjukkan butuh kerja sama semua pihak untuk balik bermaslahat dan memulihkan ekonomi. Upaya tersebut bagaimanapun hanya peran mulai-sejak pemerintah semata, tetapi peran masyarakat untuk saling menunjukkan dan disiplin satu sama lain.

“Jika kita disiplin, saling mengingatkan, semua bertanggung jawab, ekonomi akan kembali pulih. Karena semua akan menjadi satu kesatuan yang tidak bisa terlepas satu sama lain,” rasioncak pembicaraan Umi Rohmi.

Di akhir sambutannya, Umi Rohmi bercerita pandemi berprofesi momentum untuk berkeledar destinasi, agar semakin berakhir berprofesi destinasi yang bernas. Oleh berkah itu, seluruh destinasi, hotel, dan pub diharapkan bersertifikasi CHSE (Clean, Health, Safety and Environment) sehingga ahli beraktivitas sekarang dan bersama-sama.

“Tidak hanya di masa pandemi, tapi setelah pandemi pun tetap bersih, tetap sehat dan aman. Itu yang harus kita jaga seterusnya untuk destinasi kita,” tutupnya.

Selanjutnya kegiatan ini dilanjutkan dengan pembicaraan serempak masyarakat Desa Jebak Gawah dan menenok langsung simulasi pendakian.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. Lalu Muhammad Faozal bercerita untuk penguatan infrastruktur pariwisata dibutuhkan sertifikasi CHSE potong seluruh kerajaan berwisata termasuk di cacah Senaru.

“Dari dasar tersebut, mereka bisa beroperasianal jika belum memiliki CHSE maka tidak diizinkan untuk beroperasi,” jelasnya.

Melanjutkan sambutannya, Faozal bercerita bahwa pendakian pergi Rinjani merupakan pendakian yang terasuransi. Melalui aplikasi e-Rinjani pendaki dapat membeli asuransi untuk keselamatan pendaki tersebut. Ia menginginkan tata kelola Rinjani ini, berprofesi salah satu yang bernas di Indonesia.

“Jadi yang kita inginkan dengan taman nasional menjadikan manajemen kelola Rinjani menjadi the best di Indonesia,” ungkapnya.

Melalui kesempatan ini Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara, H. R. Nurjati bercerita terobosan yang dilakukan Pemprov bernas tataan pemulihan ekonomi pasca gempa dan andaikata pandemi Covid-19 semisal ini memihak diapresiasi. Mulai mulai-sejak pembinaan yang diberikan kepada UMKM, koperasi dan lembaga-lembaga lainnya lir kelompok destinasi berwisata lir Senaru mendapatkan perhatian yang luar kering mulai-sejak Pemprov NTB

“Kami pun banyak mencontoh program-program dari pemprov, terutama dalam rangka pemulihan ekonomi melalui jalur-jalur koperasi dan UMKM,” ungkapnya.

(ntb/mn-07)

Source Link

KKP gelar pelatihan pengelolaan wisata bahari

Program pengembangan Desa Wisata Bahari merupakan kebijakan KKP kaya meluaskan wisata bahari berbasis keberlanjutan ekosistem dan masyarakat lokal,…

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar pelatihan agar go-longan dapat berperan pengelola wisata bahari yang andal kaya susunan menggembala  kelestarian tanahraya sekaligus menggembala keberlanjutan ekosistem.

“Program pengembangan Desa Wisata Bahari merupakan kebijakan KKP dalam mengembangkan wisata bahari berbasis keberlanjutan ekosistem dan masyarakat lokal, dengan memberikan peluang bagi desa untuk mengembangkan desa dengan potensi wisata yang dimilikinya,” ncakap Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Aryo Hanggono kaya kisah pers di Jakarta, Jumat.

Sebanyak 35 go-longan desa yang menyerap pecah beberapa kabupaten di Provinsi NTB yaitu di Lombok, Bima dan Sumbawa disiapkan untuk berperan pengelola wisata bahari yang kawakan melalui kegiatan les teknis pengelolaan wisata bahari, 24 Agustus 2020.

Baca juga: Menteri Edhy berharap Program PAAP direplikasi ke pengelolaan laut

Menurut dia, ini perlu dilakukan mengingat pengelolaan wisata bahari yang rapi dapat memberikan nilai tambah ekonomi pecah adanya jasa-jasa bagian ekosistem atau budaya pesisir yang ada, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sementara itu, Direktur Jasa Kelautan, Mitahul Huda menyampaikan bahwa melalui kegiatan les teknis pengelola Dewi Bahari KKP lebih menitik-beratkan pada pengelolaan cacah wisata, penguatan kelembagaan dan digital promotion untuk ekoeduwisata bahari.

Baca juga: Kemendes dorong Pantai Bahagia Muara Gembong jadi “Dewi” bahari

Ia memaparkan bahwa wisata bahari meski berpanjang-panjang ragam dukungan untuk meningkatkan ekonomi, namun juga sekaligus ragam pelestarian tanahraya guna menggembala keberlanjutan ekosistem.

”Kegiatan ini akan berperan bekal porsi pengelola wisata bahari ke arah yang lebih rapi dengan berjejak menitik- beratkan pada keberlanjutan ekosistem,” tutur Huda.

Huda menekankan kepada para pengelola wisata bahari untuk dapat melihat langsung kondisi ekosistem yang mengalami degradasi dari tahun ke tahun agar menjadikan semangat para pengelola wisata untuk semakin peduli, mensosialisasikan pada wisatawan agar menjadi wisatawan yang bertanggung jawab.

Baca juga: KKP serahkan alat selam untuk pelestari taman wisata bahari

Pemberian bahan meski berpanjang-panjang dilaksanakan kaya kelompok, lanjutnya,tetapi peserta diajak mengincar langsung kondisi ekosistem kelautan di perairan Lombok Timur guna pendataan ekosistem terumbu karang.

“Dengan ekosistem yang terus berteletele dan kekal, secara otomatis akan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, melalui pengembangan potensi lokal pecah terpisah desa wisata bahari yang dimiliki,” ucapnya.

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Source Link